SUKMA KELANA

SUKMA KELANA
EMPAT BIDADARI


__ADS_3

Terdengar gemuruh di langit petir menyambar kesana-kemari, awan gelap berjalan dengan pelan namun pasti.


suasana begitu gelap, seketika air hujan turun dengan derasnya, angin kencang datang mengusik kesunyian di perkuburan.


Sukma kelana masih di gubuk bambu kecil dekat dengan pekuburan dan belum sempat pergi dari gubuk bambu itu sudah terlanjur hujan deras sehingga berteduh di gubuk bambu itu lagi.


"aduh belum sempat pergi dari sini, sudah hujan."sukma kelana memandangi sekitarnya hanya pemandangan kuburan.


Usai hujan deras yang turun membasahi bumi, perlahan suasana gelap kembali cerah ceria menghiasi suasana saat itu,dan sang mentari sinar menampakkan diri, waktu masih tersa pagi dan burung terbang kesana kemari,suara derap langkah kaki manusia menuju ke pemakaman namun hilang masuk ruang area pemakaman.


Tidak hanya suara derap langkah kaki manusia namun ada lagi muncul suara derap kaki kuda yang begitu banyak muncul dari arah selatan pemakaman.


"Aneh,suara muncul dari berbagai penjuru namun hilang masuk ke daerah pemakaman." Sukma kelana berdebar-debar merasakan sensasi yang luar biasa aneh dan ajaib.


"Aku harus bergerak tinggalkan tempat ini."sukma kelana bergerak namun sekali lagi nampak ada yang mencoba menghalangi gerakan untuk keluar dari gubuk bambu kecil itu.


Ada seberkas cahaya putih bersinar dan bayangan hitam juga turut mengikuti cahaya putih bersinar yang mendekati dimana sukma kelana berada,digubuk bambu kecil itu.


Cahaya putih bersinar hilang bersamaan bayangan hitam dan muncul asap putih mengepul di berbagai sudut pemakaman,asap mengepul itu membentuk empat sosok bidadari cantik dan juga manis.


Empat bidadari itu hadir entah darimana.


"Meskipun gak ada gula terasa manis di pandangnya." Sukma kelana mencoba mencairkan suasana.


"kenapa ada empat bidadari, tidak lima atau lebih atau mungkin kurang dari empat bidadari." tanya sukma kelana kepada ke-4 bidadari itu.


"Empat bidadari..? rahasia dong." jawab salah satu bidadari itu.


Ke-4 bidadari itu mendekati tempat sukma kelana berada.


Ke-4 bidadari cantik dan juga manis berpakaian sopan tidak menonjolkan bagian tubuhnya juga lekukannya.


Semuanya berpakaian serba serbi beraneka warna.


Ke-4 bidadari itu berdiri rapi di depan sukma kelana dan salah satunya berjalan mendekati sukma kelana lebih dekat .


"Sukma kelana mari pulang." Ucap bidadari cantik itu sambil mengulurkan tangannya kepada sukma kelana.


"Pulang...??? Kemana??" Sukma kelana bingung tak tahu pulang kemana.


"Sudah waktunya untuk pulang." Ucap bidadari yang lainnya yang ada di belakangnya bidadari itu.


"Aku tak mau pulang..!!" Sukma kelana sedikit bicara keras volume suaranya, sambil melambai lambai kearah ke-4 bidadari itu.


"Maksud kalian pulang apa??? " Tanya sukma kelana kepada ke-4 bidadari itu.

__ADS_1


"Kamu mau pulang??" Tanya bidadari berbaju merah menyala sambil berjalan mendekati sukma kelana dan membentangkan kedua tangannya.


"Pulang..ya..???" Bidadari berbaju hitam melayang mendekati sukma kelana sambil kedua tangannya mengajak


"Sudah selesai." Bidadari berbaju ungu ikut mendekati sukma kelana.


"Pulang marilah pulang bersama kami." sapa bidadari berbaju hijau sambil mendekati sukma kelana.


"Hem,aku tahu ini, pasti ..." Sukma kelana belum sempat menyelesaikan bicaranya langsung melompat dari gubuk bambu kecil itu keluar dan lari cepat.


"Kamu tidak akan bisa lolos.." ucap bidadari berbaju hitam sambil memberi kode kepada bidadari yang lainnya.


Ke-4 bidadari bersamaan terbang melesat secepat sukma kelana lari.


Sukma kelana lari menjauh dari area pemakaman, menghindari ke-4 bidadari yang mengajak pulang.


"Mereka bilang PULANG.." sukma kelana sudah bisa menebak maksudnya.


"Bukan pulang kerumah tapi... pulang menghadap ..." Sukma kelana sudah tahu maksudnya kata PULANG yang di ucapkan oleh ke-4 bidadari yang misterius.


"Tapi apa benar, sudah waktunya aku pulang?" Sukma kelana bertanya tanya kepada dirinya sendiri.


"Aku lihat kuburan bertuliskan namaku..


?? sukma kelana bingung sedikit berpikir keras menemukan sebuah jawaban yang melayang mengitari seluruh ruang pikiran.


Sesaat kemudian sukma kelana mencari persembunyian yang aman dari ancaman yang yang gak masuk akal.


Curiga dan prasangka menebar seluruh udara mengalir di detak nafas membayangi seluruh gerak -gerik langkah kaki Sukma kelana.


Bayangan hitam mengejar kemana perginya sukma kelana berada.


Sukma kelana bersembunyi di balik dinding tinggi disuatu rumah besar.


"Kamu tidak bisa lepas." Ucap bidadari itu.


Ke-4 bidadari sudah ada disampingnya sukma kelana, entah kenapa begitu cepat ada disampingnya.


Meskipun sukma kelana pergi ke manapun tetap saja dapat diikuti.


Ke-4 bidadari berubah jadi asap hitam pekat yang terus mengejar dan mengikuti kemana saja sukma kelana pergi.


"Andaikan saja bukan hal yang menyeramkan, mungkin aku mau, tapi ini beda..." sukma kelana berpikir tentang hal itu,


"Hidup adalah mimpi dan mimpi adalah hidup..." Suara misterius muncul bergema di sekitar sukma kelana berada.

__ADS_1


Entah darimana datangnya orang berbaju hitam mendadak ada di depan sukma kelana.


Wajahnya tidak begitu seram namun terlihat jelas tegas.


Berbaju hitam membawa selembar kertas dan diberikan kepada sukma kelana.


"Siapa anda?? Tanya sukma kelana kepada orang yang berdiri di depan sukma kelana.


"Baca saja..." orang berbaju hitam menjawabnya.


"Hem, sudah.." sukma kelana menjawab.


"Sudah kamu baca?" orang berbaju hitam bertanya kepada sukma kelana.


"Sudah aku lihat..." sukma kelana menjawab lagi.


"Gimana?" tanya orang berbaju hitam.


"Gimana apanya ??" sukma kelana balik tanya kepada orang berbaju hitam.


"Kamu bisa baca?" orang berbaju hitam.


"Tidak !!" jawab sukma kelana.


"Wooo..." tidak bisa baca.orang berbaju hitam mengambil kertas itu.


dan ternyata kertas kosong yang diberikan kepada sukma kelana.


"Haaa...ha.. Orang berbaju hitam menghilang.


"Orang aneh !!" Sukma kelana pergi tinggalkan tempat itu.


"Apa maksudnya orang berbaju hitam itu menyodorkan kertas kosong tanpa ada tulisannya." Sukma kelana bertanya tanya kepada dirinya sendiri.


Hingga membuat sukma kelana tak habis pikir melihat kejadian itu tanpa bisa dipahami oleh sukma kelana.


Kejadian begitu cepat berlalu, aneh menyelimuti pikiran sukma kelana, berputar putar tak menentu bagai terbang tanpa sayap melayang mengembara tanpa arah mencari jawaban tanpa ada tanya.


"Aku harus pulang ???" tanya sukma kelana kepada dirinya sendiri.


"kata PULANG itu membuat aku terus berpikir kuat." sukma kelana menggaruk kepalanya yang mulai pusing.


"Tentang nama sukma kelana sama pada papan tadi aku lihat." sukma kelana masih belum mengerti apa yang terjadi pada dirinya.


Sukma kelana melihat sebuah benda seperti terbang melayang terbang tinggi menembus awan dan keluar awan jatuh.

__ADS_1


"Apa itu??" Sukma kelana melesat mencoba mengejarnya.


Tiba-tiba waktu berjalan begitu cepat dan semua berubah bagai mimpi tak berujung,dibatas waktu.


__ADS_2