SUKMA KELANA

SUKMA KELANA
Mbah singo


__ADS_3

Jurang yang dalam tak terkira kedalamannya dicoba oleh sukma kelana melewatinya meski berbahaya.Kedua tangan sukma kelana berpegangan pada tali akar yang telah dibuat,sukma kelana berdiam diri sambil menarik nafas dalam-dalam bersama memejamkan kedua matanya.Bersamaan mengeluarkan udara bersama membuka kedua matanya.


Sukma kelana kaget mundur bercampur rasa takut yang begitu menyerang seluruh pikiran dan hatinya karena semua berubah tanpa diketahui apa yang telah terjadi sebelumnya saat memejamkan matanya.


Di hadapan sukma kelana sudah ada ribuan hewan buas, serigala -srigala itu menjulurkan lidahnya dengan air liur berjatuhan ketanah nampaknya hewan-hewan itu lapar dan siap menyantap sukma kelana yang ada di hadapannya.


"Oh,matilah aku,taaapi ini pasti ilusi bukan nyata,


Jurang yang tadi kulihat sudah hilang lenyap berubah jadi seperti ini,banyak serigala buas dan lapar,!!


Tanpa banyak pikir panjang sukma kelana melompat lari menjauh dari gerombolan serigala buas,lari secepatnya.Namun ada salah satu dari serigala buas itu mulai bisa mengejar sukma kelana dan menerkam dari belakang hingga sukma kelana terjatuh.Saat kejadian itu berlangsung muncul suara singa hingga serigala itupun mundur dan menjauhi sukma kelana yang akan di serang.


Tapi ada hal aneh singa itupun berjalan mendekati sukma kelana namun tidak menerkamnya.


Singa itupun berjalan memutari sukma kelana sambil menatap dengan tatapan penuh tanda tanya.Sukma kelana begitu pasrah di hadapan sang singa.


"Kalau hari ini aku mati, biarlah mati jadi santapan singa," sukma kelana bergetar dan berdebar-debar jantung seakan mau copot, lalu mencoba memejamkan matanya,namun ketika dibuka matanya tetap tidak berubah apa-apa.

__ADS_1


Singa itu duduk dihadapan sukma kelana seolah mengenal sukma kelana.


"Singa itu diam aja kenapa,?"sukma kelana masih bingung bercampur rasa takut sewaktu waktu singa itu melompat menyerangnya.Sukma kelana berdiri dan memberanikan untuk mendekati singa aneh itu.


Singa itupun juga bergerak melangkah kearah sukma kelana.Saat sukma kelana mengedipkan matanya singa yang ada dihadapannya berubah menjadi seorang kakek tua berjubah putih dengan wajah berjenggot putih,kumis dan kedua alisnya juga putih.Ada sebagian giginya ompong kalau tertawa bikin ketawa, hanya tertinggal beberapa giginya yang bertahan melawan waktu.


Tubuhnya tinggi tidak gemuk juga tidak kurus, berjalan pakai tongkat pada bagian atas depan berbentuk kepala singa.Tingginya lebih lima senti dengan sukma kelana.Umur kakek itu tak terkira, suaranya sedikit berat.Kakek itu bernama mbah singo.


"Nak mau kemana,?" tanya mbah singo.


Sukma kelana menyahutnya.


"Kok, tidak tahu mau kemana,???. Sahut mbah singo,sambil menepuk bahu kirinya.


"Ke daerah tempat bukit hijau."


Sukma kelana sambil berjalan pergi.

__ADS_1


"Keluar dari pulau ini,apa yang kau lihat itu tidak nyata." Mbah singo menunjuk di depan ada pohon jambu.


"Itu bukan pohon jambu tapi gerbang ke tempat lain," sambil menyentuh batang pohon jambu lagi dan berubah sebuah gerbang istana misteri.


"Aku harus keluar dari gambaran ilusi yang mengganggu pikiran." sukma kelana bertanya kepada mbah singo.


""Betul,kau telah jauh dan lama pergi kini kau terjebak di waktu bukan saat kau berada semestinya." ucap mbah singo.


"Jadi gimana ini?" tanya sukma kelana.


berpaling kesamping kanan,mbah singo sudah pergi entah kemana.


Sukma kelana berdiam sejenak lalu berlari secepat mungkin menembus waktu yang mulai gelap.


"Ada apa disana nampak berkilau,?


Sukma kelana mendekati sumber Kilauan sinar namun setelah didekati sumber Kilauan sinar itu hilang, hilangnya sinar itu hilang pula sukma kelana entah kemana.

__ADS_1


__ADS_2