SUKMA KELANA

SUKMA KELANA
KACA PENGILON


__ADS_3

SUKMA KELANA


KACA


Benda itu sebuah kaca yang menancap di dalam tanah dibukit.


"Benda berkilau itu jatuh di bukit bebatuan disana." Sukma kelana mencoba memejamkan kedua matanya.


Tak disangka tak diduga di dalam ruang pikiran sukma kelana melihat dirinya sendiri, dan bertemu sukma kelana yang lain.


"Hei, siapa kamu? Kok sama dengan diriku ?" Tanya Sukma kelana kepada seseorang yang sama dengan sukma kelana, tidak ada yang berbeda.


"Aku adalah kamu,kamu adalah aku."jawab seseorang yang sama dengan sukma kelana di dalam ruang kaca pikirannya.


"Uhh.. membuat pusing memikirkan hal lain." Sukma kelana merasakan pusing tak biasanya melanda kepalanya.


SUKMA KELANA


KACA


Benda itu sebuah kaca yang menancap di dalam tanah dibukit, Bukit bernama WATU IJO.


"Benda berkilau itu jatuh di bukit bebatuan disana." Sukma kelana mencoba memejamkan kedua matanya.


Tak disangka tak diduga di dalam ruang pikiran sukma kelana melihat dirinya sendiri, dan bertemu sukma kelana yang lain.


"Hei, siapa kamu? Kok sama dengan diriku ?" Tanya Sukma kelana kepada seseorang yang sama dengan sukma kelana, tidak ada yang berbeda.


"Aku adalah kamu,kamu adalah aku."jawab seseorang yang sama dengan sukma kelana di dalam ruang kaca pikirannya.


"Uhh.. membuat pusing memikirkan hal lain." Sukma kelana merasakan pusing tak biasanya melanda kepalanya.


Kedua matanya dibuka dan melihat bukit watu ijo


"Disana ada kaca ajaib." Sukma kelana berlari mendaki bukit bebatuan.


"Rasa penasaran membuat aku mendaki bukit." Sukma kelana mendaki bukit bebatuan.


Tiba-tiba ada burung elang raksasa tubuhnya dua kali lipat besarnya dengan manusia dewasa, datang menyerang Sukma kelana.


"Husss..!!"Sukma kelana mencoba menghalau burung elang, dengan batu yang ada disitu.


"Burung elang raksasa pergi, datang, gangguan baru.


Semut api muncul dari dalam sela lubang bebatuan.


Menyerang Sukma kelana yang sedang mendaki bukit bebatuan.


"Aduh banyak semut api merah-merah menyerang."; Sukma kelana coba bergerak cepat naik diantara batu batu besar, meloncat bagai katak begitu cepat.


"Sukur selamat dari serangan semut merah semut api." Sukma kelana sudah berada di atas bukit bebatuan bukit yang bernama bukit watu ijo.


"Dimana benda yang tadi jatuh dari atas awan gelap." Sukma kelana memejamkan kedua matanya mencoba mencari energi yang dihasilkan oleh batu atau benda tadi jatuh ke bukit watu ijo.

__ADS_1


"Hemmm.. aku rasa ada disana di balik batu kapur." Sukma kelana merasakan sesuatu benda aneh yang ada disekitarnya.


Berjalan mendekati benda misterius itu.


Pada jarak lima langkah Sukma kelana berhenti dan muncul kakek berjubah putih,berkumis dan berjanggut putih, rambutnya juga sudah putih kakek tua itu sudah meninggalkan dunia hitam karena rambutnya di kepala semua sudah putih.


Kakek tua bernama lengkap Banyuroto sanggono dewanto nongkoroto jiwono singkalong parangdino entheono sakgelemno Noto segoro singkalung rogo sukmono mestkono Ono limo Ojo diemplok songo rasakno koyono mlebunong kono sopo weruhno yorosonono di panggil kakek ijo.Nama lengkap kakek ijo terdiri dari 27 kata.


Kakek tua itu bernama kakek ijo karena selalu berpakaian ijo atau hijau, warna hijau warna kesukaannya.


Tidak hanya kakek ijo suka warna ijo atau hijau tapi Kakek tua itu suka "SING IJO" atau yang hijau atau masih hijau, seperti daun hijau,sayuran warna hijau,serba hijau dalam makna denotasi juga dalam makna konotasi atau kiasan.


Kakek ijo mendekati sukma kelana dengan tenang.


"Siapa namamu nak..?" Kakek ijo berjalan perlahan.


"Namaku sukma kelana." Sukma kelana berdiri disitu.


"Apa maksudmu datang ke sini?" Kakek ijo mengajukan sebuah pertanyaan awal pada sukma kelana yang berani datang ke bukit watu ijo.


"Saya tadi lihat ada cahaya sinar jatuh ke daerah sini di bukit ini."sukma kelana menjelaskan maksud kedatangannya ke bukit watu ijo.


"Tidak ada apapun disini."kakek ijo berbalik arah kembali ke tempatnya.


"Hem..Kakek ini,cuek dan bohong.." sukma kelana bicara dalam hati.


Namun apa yang dihati atau di batin sukma kelana kakek ijo itu tahu juga mendengar suara hatinya sukma kelana.


Sukma kelana tak terkejut dengan gerakan kakek ijo itu.


Langsung kedua tangannya sukma kelana dihadapkan kedepan menahan serangan kakek ijo.


"Brakhhh...!!!!" Suara keras benturan antara Sukma kelana dengan kakek ijo tua itu.


Sukma kelana terdorong kebelakang dan kakek ijo juga terdorong kebelakang, namun sukma kelana masih kuat berdiri diatas Kakinya sendiri sedangkan kakek ijo berdiri sesaat langsung roboh jatuh ketanah.


"Oh.. kakek ijo.." sukma kelana melihat kakek ijo roboh jatuh ketanah segera lari mendekatinya.


Sebelum sempat sampai pada tempat kakek ijo, kakek ijo itu hilang muncul asap mengepul disekitar tempat dan berubah menjadi kaca pengilon.


"Ini benda yang tadi melesat di udara dan kayu di sini di bukit watu ijo.


"Ada kaca cermin bulat..." Sukma kelana mendekati kaca cermin.


Dan....


"Aaa.h..!!" Sukma kelana terkejut melompat mundur dari kaca cermin itu.


"Apa tadi kok ada wajah seseorang yang didalam kaca cermin... tapi..??" Sukma kelana kaget heran tak percaya apa yang sudah dilihatnya.


Tanpa banyak berpikir panjang sukma kelana berbalik badan lalu lari pergi secepat kilat.


Tanpa diketahui oleh sukma kelana kaca cermin itu diam-diam bergerak mengikuti sukma kelana kemanapun pergi.

__ADS_1


Ketika sukma kelana berpaling kebelakang kaca cermin itu tidak ada atau tidak terlihat oleh mata sukma kelana.


"Aku merasa ada yang mengikuti aku dari bukit watu ijo." Sukma kelana melihat sekeliling ternyata tidak ada siapapun di bawah bukit watu ijo.


"Keluar kau...!! Jangan sembunyi mengikuti aku !" Sukma kelana bicara keras.


Sesaat kemudian kaca cermin muncul dari balik pohon bambu melayang menghampiri sukma kelana.


"Kenapa kamu lari dariku..? Kaca cermin berbicara seperti manusia,agak menjaga jarak dengan sukma kelana.


"Aku takut melihat wajah yang ada di dalam kaca cermin itu..." Sukma kelana melihat kaca cermin dari jarak sepuluh langkah dari sukma kelana berdiri.


"Kenapa harus takut??? Itu dirimu yang sesungguhnya." Kaca cermin bergerak berputar putar mencoba mendekati sukma kelana.


Namun sukma kelana bergerak menjauh dari kaca cermin menjaga jarak aman.


"Aku tidak yakin gambar yang ada di dalam kaca cermin adalah aku..." Sukma kelana masih ragu tak percaya.


"Baik atau buruk adalah kejujuran yang ada.." kaca cermin itu mencoba memberikan penjelasan kepada sukma kelana.


Meskipun demikian sukma kelana tak mau melihat apa yang ada di dalam kaca cermin itu.


"Aku tidak akan mencoba menasehati dirimu.." kaca cermin turun kebawah dan menancap di tanah basah.


"Kenyataan ini harus diterima..?" Sukma kelana masih belum mau menerima kenyataan yang ada di dalam kaca cermin.


"Baik.. aku akan perlihatkan sesuatu padamu.. sukma kelana."Kaca cermin perlahan mendekati sukma kelana yang ada di jarak sepuluh langkah.


"Kok Kamu tahu namaku?" Sukma kelana sedikit bingung dan banyak pertanyaan mampir di dalam ruang pikirannya.


"Sudah aku bilang aku adalah kamu kamu adalah aku." Kaca cermin menjawab pertanyaan yang mengalir begitu saja.


"Tak mau melihat apapun itu ! Aku sudah tahu..!" Sukma kelana mundur ketika kaca cermin maju mendekati sukma kelana.


"Tidak apa-apa, tak akan pengaruh apapun jua." Kaca cermin masih mencoba membuat sukma kelana yakin akan hal itu.


"Baik kali ini saja..." Sukma kelana perlahan bergerak menuju ke arah kaca cermin berada.


"Siap,kamu bisa melihat apapun yang kamu mau, cukup bilang pada kaca cermin ini..." Kaca cermin meyakinkan sukma kelana.


Mereka sudah berdekatan dan sukma kelana mulai memegang gagang kaca cermin.


Awalnya kaca cermin terlihat buram banyak debu kemudian di usap kaca cermin itu lalu sukma kelana bicara..


"Tunjukkan gambaran masa depan.... bukit watu ijo.' Sukma kelana mengusap kaca cermin dengan tangan kanannya.


Suasana seakan berubah begitu cepat, langit gelap gulita seakan malam hari padahal waktu masih siang.


Sang mentari tertutup awan gelap.terdengar gemuruh,petir menyambar kesana-kemari muncul angin dari arah selatan menerjang kaca cermin hancur berantakan terkena angin kencang berputar putar.


Sesaat kemudian suasana berubah menjadi tenang,langit cerah tak berawan,sang mentari menyinari bumi.


Kaca cermin yang berantakan kini muncul dari atas dengan ukuran lebih besar menancap di tanah dan didalam kaca cermin tergambar sesuatu ...

__ADS_1


__ADS_2