SUSUK SANG PELAKOR

SUSUK SANG PELAKOR
BAB 26. MEMBAHAGIAKAN RARA


__ADS_3

"pantes kamu tidak menolak perceraian kita, Ternyata kamu sudah mendapatkan pengganti diriku!" kami bertiga pun menoleh ke arah suara itu dan ternyata itu adalah,


"Mas Dimas...??"


Aku dan dokter ghani terkejut karena tiba-tiba mas dimas datang lagi ke rumah ini.


"buat apa kamu kembali lagi ke sini, mas?" tanyaku kepadanya


"ada barangku yang tertinggal di sini dan itu sangat penting makanya aku ke sini lagi. Tapi ternyata aku melihat kalian bertiga sedang bercanda seperti keluarga yang harmonis." jawab mas dimas


"terserah kamu mau bilang apa, mas! Intinya aku dan dokter ghani hanya berteman tidak seperti dirimu yang diam-diam sudah berselingkuh di belakangku." ucapku menyindirnya


Mas dimas pun tidak berkata apa-apa lagi. Dia bergegas menuju kamar, mengambil barangnya dan langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan kepadaku dan bahkan kepada anaknya sendiri pun dia sudah sangat cuek.


"ma, kenapa papa tidak menyapaku sama sekali?" tanya rara


"papa sedang sibuk, nak! Makanya papa buru-buru pergi, kamu jangan marah ya sayang?" nasehatku


"tapi aku dengar tadi malam papa bilang bahwa dia akan tinggal bersama tante susi, benarkah itu ma?" tanya anakku dengan menatapku sangat lekat


"hmmm...sayang, dimana pun papa tinggal nanti, kamu harus janji kamu tidak boleh membenci papa ya? Karena tanpa papa kamu tidak akan mungkin ada di dunia ini sayang. Saat ini papa sedang tersesat dan tidak tau arah pulang, jadi mama mohon tiara harus selalu berdoa kepada Allah supaya papa bisa kembali lagi bersama rara." pesanku kepadanya


"apakah hanya bersama rara, ma? Mama tidak mau kembali kepada papa?" tanyanya lagi kepadaku


Ya Tuhan, anak sekecil ini bisa membahas masalah seperti ini denganku. Padahal dia sendiri tidak mungkin akan mengerti masalah pelik yang orang dewasa alami.


"rara, gimana kalau hari ini kita keluar jalan-jalan?" aku sengaja mengajaknya keluar untuk mengalihkan pembicaraan yang terlalu berat untuk anak seumuran rara.


"aku mau ma! Tapi om dokter juga harus ikut ya, ma?" ucap rara kepadaku


Aku sempat menoleh kepada dokter ghani, dan dokter ghani pun sempat membalas tatapanku dan berkata kepada rara bahwa ia akan menemani kami berdua jalan-jalan hari ini.


Aku sempat merasa tidak enak kepada dokter ghani, karena aku takut mengganggu pekerjaannya. Tapi, dokter ghani bilang bahwa hari ini dia tidak ada kesibukan maka dia pun tidak berkeberatan ikut dengan kami jalan-jalan.

__ADS_1


Aku pun meminta dokter ghani untuk menunggu kami berdua bersiap terlebih dahulu.


***


Kami bertiga akan bertamasya ke Taman Mini Indonesia Indah, kami berangkat menggunakan mobil dokter ghani.


Sekarang kami bertiga sudah berada di dalam mobil dokter ghani. Aku dan dia hanya saling diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Dan baru hari ini rara dapat pergi jalan-jalan, selama ini mas dimas tidak pernah sedikit pun mengajakku maupun rara untuk pergi bertamasya. Karena mas dimas disibukkan dengan tugasnya menjadi seorang CEO, apalagi ditambah mas dimas selingkuh, maka tidak akan pernah ada waktu untuk keluarga kecil kami.


"tiara, boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?" tanya dokter ghani


"boleh dok, silakan?" jawabku


"sebelumnya aku minta maaf, bukan bermaksud lancang! apakah kamu sudah yakin akan bercerai dengan suamimu?" tanyanya


"hmmm...sebenarnya aku tidak mau, karena aku kasihan dengan tiara yang masih sekecil ini harus merasakan hal yang seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, Mas dimas sendiri lah yang telah menalakku! Apakah aku harus memohon-mohon di bawah kakinya?


dokter ghani, walaupun aku masih mencintainya, tapi kalau sang pria sudah tidak bisa menerima keadaanku, Apakah aku harus tetap bertahan? Apakah kamu bisa menjawabnya dokter ghani?" ucapku dengan mata berkaca-kaca


"iya, aku mengerti tiara! Bersabarlah semua akan indah pada waktunya, walaupun aku tau ini sulit untuk kalian berdua. Dan kalau kalian membutuhkan sesuatu, kamu tidak usah sungkan untuk menghubungiku." ucap dokter ghani


"iya, makasih banyak, dok." jawabku kepadanya


***


Kami bertiga pun pada akhirnya sampai juga di Taman Mini.


"ma, rara mau naik kereta gantung setelah itu kita ke istana bonek ya?" ucap rara


"iya sayangku, siap." ucapku sambil mencium pipi gembulnya, dokter ghani pun hanya tersenyum melihat kami berdua.


Dokter ghani pun segera memarkirkan mobilnya, dan setelah itu kami pergi ke stan kereta gantung untuk membeli karcis. Rara sangat antusias untuk segera naik kereta gantung tersebut. tidak lama tiba giliran kami yang naik ke dalam kereta gantung itu, rara bukan main senang dengan melihat pemandangan dari atas. Maklum saja selama ini mas dimas sangat sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa untuk menyenangkan hati anak semata wayangnya itu.

__ADS_1


Setelah dari situ kami menuju ke istana boneka, dan di sana rara naik kereta api, sedangkan kami menunggunya.


"aku senang bisa membuat rara bahagia hari ini," ucap dokter ghani. Dan di matanya aku dapat melihat ketulusan dari seorang dokter ghani yang tidak mempunyai hubungan apa pun dengan diriku.


"dok, kenapa anda begitu menyukai rara?" tanyaku kepadanya


"ahhh...aku ini adalah seorang duda yang ditinggal mati oleh istri dan juga anakku." ucap dokter ghani dengan wajahnya yang sangat sedih.


aku terkejut mendengar cerita dari dokter ghani, ternyata ada yang hidupnya lebih menyedihkan dari diriku.


"maafkan aku dok, aku tidak bermaksud mengungkit kisah sedihmu itu." ucapku dengan penuh penyesalan


"tidak masalah, istri dan anakku meninggal dalam kecelakaan. Mereka berdua meninggal di tempat dalam perjalanan menjemputku di bandara. Anakku yang meninggal kalau masih hidup dia seumuran dengan rara, makanya aku begitu menyukai rara dan juga menyayanginya." ucap dokter ghani


"iya dok, kamu bisa menganggap rara seperti putrimu sendiri, dan itu tidak masalah untukku." jawabku


"makasih banyak tiara, aku hanya minta jaga dia dengan baik. Walaupun dia bukan anakku, taou aku menyayanginya dan tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada rara." jelas dokter ghani


Tidak lama kemudian kereta yang memuat anakku pun berhenti, dan rara pun segera turun dengan wajahnya yang sangat senang dan langsung memeluk kami berdua.


"ma, om dokter, rara lapar! Rara mau makan dan setekah itu rara mau berenang ya, ma?" ucapnya lagi kepadaku


"iya sayang, boleh! Tapi sekarang lebih baik kita makan dulu, baru setelah itu kita akan berenang." ucapku kepada anakku itu


Rara pun sangat senang, karena aku mengijinkannya dan memang dari rumah aku sudah mempersiapkan baju renang untuknya, karena aku yakin kalau rara pasti akan minta untuk berenang juga.


Rara pun menggandeng tangan kami berdua di kiri dan kanannya, setelah itu langsung mengajak kami untuk makan ayam kfc yang ada di sana.


Aku sebenarnya merasa tidak enak dengan dokter ghani karena telah banyak merepotkannya. Apalagi saat ini aku belum resmi bercerai dengan mas dimas, dan sangat tidak pantas untuk berjalan bersama pria lain. Tapi aku juga tidak mau mengecewakan anakku, jadi aku pun mengikuti semua maunya.


Sampai di dalam cafe tersebut, kami memilih tempat duduk di pojokan. setelah itu aku pun segera memesan makanan di pelayan tersebut dan segera kembali ke meja kami, karena pesanan akan diantarkan oleh pelayan.


ketika aku sudah hampir sampai di tempat dudukku, tiba-tiba, "AKHHH...!!"

__ADS_1


***BERSAMBUNG***


__ADS_2