SUSUK SANG PELAKOR

SUSUK SANG PELAKOR
BAB 27. MEMBAHAGIAKAN RARA 2


__ADS_3

Ketika aku sudah hampir sampai di tempat dudukku, tiba-tiba, "AKHHH...!!"


Aku kesandung kaki seorang pria yang membuatku langsung limbung ke depan, kalau seandainya dokter Ghani tidak menahan badanku mungkin aku sudah jatuh ke lantai keramik yang keras itu.


dan sekarang posisi kami berdua dalam keadaan berpelukan, aku merasa hangat dan nyaman dalam pelukannya, sampai aku pun tersadar dan meminta maaf kepadanya.


"maafkan aku dokter! aku tidak melihat ada kaki seseorang sampai aku kesandung." ucapku sambil melepaskan pelukannya


"hmmm, tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanyanya


"aku gak apa-apa dok, terimakasih ya." ucapku lagi


"ya sudah, lain kali hati-hati." jawabnya


Akhirnya kami berdua pun kembali duduk di kursi kami masing-masing sambil menunggu pesanan kami datang.


"ma, gak apa-apa kan?" tanya rara kepadaku


"mama, baik-baik aja sayang." ucapku sambil tersenyum dan membelai rambutnya yang lembut itu.


Tidak lama kemudian pesanan kami pun datang, dan kami pun segera memakan habis pesanan kami itu. setelah selesai makan kami berdua pun langsung mengantarkan rara ke tempat pemandian atau yang biasa disebut kolam renang itu.


"wahh...ma, kolamnya luas sekali...??" ucap rara dengan wajah penuh kegembiraan

__ADS_1


"kamu senang, nak?" tanyaku


"aku senang sekali, ma! Terimakasih ya ma, om dokter." ucap rara sambil memeluk kami berdua


Aku dan dokter ghani pun hanya tersenyum melihat tingkah laku rara.


Rara pun segera mengganti bajunya dengan pakaian renang. dia mengambil ban dan mulai berenang di dalam kolam yang khusus untuk anak-anak kecil.


Setelah puas berenang, aku pun segera memandikan rara dan mengganti bajunya dengan baju yang baru. Lalu setelah itu kami pun menemui dokter ghani yang memang sudah menunggu kami.


"setelah ini kita kemana lagi, anak cantik?" tanya dokter ghani kepada rara, rara pun melihat kepadaku untuk meminta jawaban.


"ini sudah sore sekali, dokter! Bagaimana kalau kita pulang saja." jawabku


"baiklah kalau begitu! Tapi sebelum pulang kita mampir dulu di supermaket sekalian kita makan malam ya? Biar nanti sampai rumah tinggal istirahat saja." ucap dokter ghani


Kami tiba di supermaket yang lumayan besar, di sana dokter ghani banyak membelikan cemilan untuk rara, dan setelah itu dokter ghani pun mengajak kami makan malam di sebuah


restaurant. Tidak lupa sebelum pulang aku membelikan makanan untuk mbok ratih, mbok marni dan supir serta security yang ada di rumahku.


Jam 8 lewat akhirnya kami sampai juga di rumah, diantarkan oleh dokter ghani, di mana rara pun sudah terlelap dalam gendonganku karena dia pastinya sangat lelah bermain seharian.


"dokter terimakasih banyak untuk hari ini. Terimakasih karena sudah membuat putriku bahagia." ucapku dengan tulus kepadanya

__ADS_1


"iya sama-sama. Apa tidak sebaiknya aku yang menggendong rara ke kamar?" tanya dokter ghani


"hmmm...tidak perlu dok, aku bisa sendiri! Sekali lagi terimakasih banyak."


"baiklah kalau begitu, aku tidak mampir lagi ya?" ucap dokter ghani.


"baik dok, hati-hati ya?" ucapku sambil turun dari mobil tersebut dan melambaikan tanganku kepadanya. dan aku baru masuk ke dalam rumah setelah mobil dokter ghani menghilang dari pandangan mataku.


"selamat malam, ibu?" sapa mbok mirna


"malam juga, mbok." balasku


Aku pun segera menyerahkan bungkusan makanan kepada mbok mirna, dan setelah itu langsung bergegas ke dalam kamar untuk menidurkan rara di tempat tidur.


Aku pun segera membersihkan diri, dan setelah itu langsung berbaring di kasur sambil memeluk anakku dan pada akhirnya aku pun tertidur sampai aku tersadar di jam 4 pagi.


Aku yang sudah terbangun pun segera membersihkan diri dan bersiap untuk menunaikan ibadah shalat subuh. Setelah selesai melaksanakan kewajibanku, aku pun seperti biasa akan ke dapur untuk membuat kopi untuk aku minum, karena aku memang sangat menyukai kopi.


Aku pun menikmati kopiku sambil duduk di belakang halaman rumahku sambil menikmati pemandangan bunga-bungaku yang cantik dan juga indah.


Tidak lama mbok mirna datang sambil menyerahkan sebuah amplop coklat kepadaku.


"ini ibu, tadi ada kurir mengantarkan surat untuk ibu." ucap mbok mirna sambil memberikan surat itu kepadaku.

__ADS_1


Aku pun penasaran dengan amplop coklat itu, maka aku pun membukanya, dan ternyata itu adalah...??


***BERSAMBUNG***


__ADS_2