SUSUK SANG PELAKOR

SUSUK SANG PELAKOR
BAB 31. RESMI BERCERAI


__ADS_3

POV TIARA


Kurang 15 menit jam 7, aku sampai duluan di cafe XX, aku pun segera memesan ruangan yang agak privasi. Dan tidak lama kemudian datanglah andrean bersama seorang pria yang cukup tampan.


"malam tiara, maaf kami berdua terlambat karena memang jalanan agak sedikit macet," sapa andrean sambil mencium pipiku.


"iya, gak apa-apa kok! aku juga belum lama sampai di sini." jawabku sambil mempersilakan mereka berdua untuk duduk di hadapanku.


"perkenalkan ini temanku yang bernama Ardi? dia adalah seorang pengacara yang akan membantumu di persidangan nanti. Aku sudah menjelaskan tentang garis besarnya saja. Dan untuk lebih jelasnya kamu bisa langsung menceritakannya kepada beliau." jelas andrean


"hai, selamat malam pak ardi! Salam kenal aku tiara," ucapku memperkenalkan diri.


"hai juga ibu tiara, jadi gimana? anda bisa menceritakan semuanya dari awal supaya saya bisa tau lebih jelasnya lagi." ucap pak ardi


"jadi begini pak, suami saya telah berselingkuh dengan sekretarisnya dan kini mereka sudah menikah siri dan tinggal bersama. Lalu suami saya pun telah menceraikan saya, dan dia ingin supaya hak asuh anak kami bisa jatuh ke tangannya. Tapi saya tidak setuju, karena saya tidak mau kehilangan anak saya." jelasku kepadanya


"kapan sidang perceraian ibu akan diadakan?" tanya pak ardi


"empat hari lagi sidang perceraian kami akan digelar, pak." jawabku


"wahhh...mepet sekali waktunya! Apakah ibu mempunyai bukti kalau mereka telah berselingkuh dan menikah siri?" tanya pak ardi


"tentu saja saya punya, pak!" jawabku dengan tegas


"bisakah kamu tunjukkan kepadaku bukti perselingkuhan mereka?" tanya pak ardi


Aku pun memberikan handphoneku kepada pak ardi, di mana pesan atau chat yang masuk ke mas dimas, maka aku pun dapat mengetahuinya. aku telah berhasil menyadap handphone mas dimas disaat dia sedang mandi, sebelum dia berangkat ke luar kota untuk menikah siri dengan wanita itu. Bahkan ada bukti cctv yang memperlihatkan ketika mas dimas sedang bercumbu mesra dengan pelakor itu dan juga pembicaraan tentang pernikahan siri mereka.


"saya rasa dengan bukti-bukti ini, ibu tiara akan menang. Hak asuh anak pasti akan ibu tiara dapatkan, jadi ibu tidak usah khawatir." ucap pak ardi


"benarkah itu, pak?" tanyaku kembali


"tentu saja, anda tenang saja." jawabnya lagi


"tiara, aku kan sudah bilang kalau ardi ini seorang pengacara yang hebat jadi kamu tidak usah khawatir." ucap andrean meyakinkan aku bahwa pak ardi adalah seseorang yang bisa dipercaya.

__ADS_1


"iya, aku percaya!" jawabku sambil tersenyum


"ndre, pak ardi, maaf ya aku gak bisa lama-lama. Aku kasihan dengan rara, dia pasti sudah menungguku di rumah. kalian bisa lanjutkan makan malamnya dan aku akan pergi ke kasir untuk membayar sekalian aku ingin pulang." pamitku kepada mereka berdua


"wah, makasih sahabat baikku. Tapi kamu pulang sama siapa? Apa kamu ada bawa mobil sendiri?" tanya andrean yang cemas dengan diriku.


"kamu tenang aja, aku tadi datang sama pak anwar." jawabku


"oke, baiklah kalau begitu kamu hati-hati ya?" ucap andrean


"iya, kalian juga pulangnya hati-hati. Sampai ketemu di hari senin ya? Dan terimakasih banyak." ucapku sambil terus melangkah menuju parkiran, dan di sana pak anwar sudah menungguku. Aku pun segera menaiki mobil untuk segera pulang ke rumah.


"kita kemana lagi, bu?" tanya pak anwar


"kita langsung pulang saja, pak! Sudah malam, aku takut rara mencariku?" jawabku. Pak anwar pun hanya mengganggukkan kepala dan segera meninggalkan cafe XX.


***


POV SUSI


Tidak lama aku mendengar suara pintu yang dibuka dan dibanting dengan sangat keras.


"mas dimas, kamu sudah pulang?" tanyaku


"perempuan itu benar-benar kurang ajar! Dia tidak memberikan aku ijin untuk masuk ke dalam rumahnya, aku hanya bisa berdiri di balik pagar." jawab mas dimas dengan sangat emosi, bahkan wajahnya sampai memerah.


"iya, mbak tiara memang kurang ajar dan sombong! Aku pikir kamu balas memukulnya dirinya, karena dia telah membuat pipiku memerah." aku merasa kecewa karena dendamku tidak terbalaskan.


"kalau seandainya tadi dia mengijinkan aku masuk? aku pasti akan memberinya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya." jawab mas dimas


"tapi kamu tenang saja, dalam sidang nanti aku akan berusaha mengambil hak asuh rara. Jika hak asuh rara jatuh ke tanganku, aku pastikan dia akan menderita." ucap mas dimas dengan penuh percaya diri


aku sebenarnya tidak menginginkan hak asuh rara, karena memang aku tidak menyukai anak itu. aku hanya ingin melihat keluarga mereka hancur dan mas dimas kehilangan semuanya. aku hanya tinggal menunggu dan melihat kehancuran seorang dimas anggara.


***

__ADS_1


POV AUTHOR


akhirnya tibalah persidangan antara dimas dengan tiara.


tiara dari rumah datang bersama dokter ghani dan juga andrean, sedangkan dimas, dia datang bersama susi. saat bertemu di pengadilan mereka pun tidak bertegur sapa hanya melihat tatapan mata mereka berdua saja, dapat terlihat bahwa saat ini kebencian sudah merasuki diri mereka berdua.


"silakan pak dimas dan ibu tiara duduk di depan sini." ucap pak Hakim


mereka berdua pun duduk bersebelahan, dan dimulai persidangan. di sini hakim bertanya kepada mereka berdua, apakah mereka sudah yakin dengan keputusannya untuk bercerai dan dijawab dengan ketegasan bahwa mereka memang mau bercerai. dan di situ tiara menunjukkan bukti-bukti perselingkuhan dimas dan juga bukti pernikahan sirinya dengan susi, dimas sangat kaget dan juga sedikit cemas. bahkan dimas yang rencananya akan merebut hak asuh rara, malah justru ditolak oleh hakim. hingga pada, akhirnya dimas dan tiara pun resmi bercerai dan hak asuh anak jatuh ke tangan tiara, dan untuk harta gono-gini pun dibagi dua.


tiara mendapatkan dua rumah, beberapa tanah, satu apartemen, dan juga sebuah mansion peninggalan ayah mertuanya. dan memang dimas andrean adalah keturunan dari keluarga yang sangat kaya dan terkenal di kalangan pebisnis.


susi sangat iri dengan apa yang didapat oleh tiara, dia merasa bahwa itu semua harus menjadi miliknya. memang ya, dasar pelakor tidak tau diri...!!


dan dimas pun merasa kecewa, karena keinginannya untuk mendapat hak asuh tiara malah gagal.


"kamu jangan senang dulu tiara, aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia!" ucap dimas ketika sudah di luar pengadilan


"kita lihat saja, mas! Allah tidak tidur, dan aku yakin Allah akan melindungi aku dan juga rara dari manusia-manusia jahat seperti kalian berdua." balas tiara


"siapa yang kamu maksud dengan manusia jahat?" tanya susi dengan wajah marahnya.


"kamu tidak tau siapa manusia jahat itu? kalau begitu nanti kamu bisa lihat di cermin, dan di cermin itu, kamu akan melihat wajah orang jahat itu." jawab tiara yang membuat dokter ghani, andrean, dan juga pak Ardi tertawa.


"kurang ajar kamu, tiara!" ucap susi sambil berusaha menamparku. tapi tiara berhasil memegang tangannya, dan langsung mendorong susi hingga dia terjatuh.


"jangan pernah menyentuh tubuhku dengan tangan kotormu itu!" ucap tiara sambil berlalu dari hadapannya.


"kenapa sekarang kamu menjadi kasar, tiara?" tanya mas dimas.


"aku menjadi kasar karena kamu, mas! kalau kamu tidak menyakitiku begitu dalam, mungkin sifatku tidak akan menjadi seperti ini." ucap tiara sambil menuju mobil dan segera kembali ke rumah untuk menemui putri semata wayangnya. dan mulai hari ini tiara sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menjadi wanita yang kuat dan juga mandiri, untuk bisa melindungi dirinya dan juga putrinya itu.


***BERSAMBUNG***


"maaf ya kalau di bagian sidang perceraian agak kurang bagus ceritanya, karena memang tidak tau mendefinisikan tentang sidang perceraian itu."

__ADS_1


__ADS_2