
Falling for you, fool's gold.
- One Direction
🌄🌄🌄
Kalau kalian berpikir seorang Grianly Theodore Saskara mau mengakui kesalahan dan meminta maaf terutama pada sang mantan istri maka jawabannya adalah tidak akan pernah terjadi.
Ego dan gengsi pria itu setinggi Mount Everest. Mana mau dia begitu? Dibanding meminta maaf, dia bakal memilih cara lain agar keinginannya bisa dipenuhi.
"Mami tahu tentang kalian. Dia meminta saya membawa kalian ke rumah."Jelas Grian singkat setelah keduanya duduk sebab tidak mau berlama-lama berada seruang dengan sang mantan suami dengan lugas menyuruh pria itu menjelaskan alasannya sesaat setalah kakinya menyentuh kursi Resto.
"And you said yes to her?"tanya Elva menelisik.
Grian menanggukan kepalanya pelan.
"If there is an awards for someone who are great at rejection. You will be the winner. But, now without argue, you agreed with your mom? Hmm, i smell something fishy, here."
"—"
__ADS_1
"Dengar, tuan Saskara. Saya tidak ingin berurusan dengan anda lagi. Seperti yang sudah saya katakan waktu itu, saya ingin hidup dengan tenang. Saya tidak ingin bermusuhan dengan siapapun lagi termasuk anda. Jadi, tolong hargai keputusan saya.
Tolong bertingkah seperti sebelumnya. You with your own life and i'm with mine."
"How confidence you are!"Grian mengejek."Kamu pikir saya mau berurusan kembali dengan kamu? Kalau bukan demi kesehatan ibu saya, saya pun gak sudi lihat muka kamu lagi."
"Go home and tell your mom, then."
"Saya nggak bisa. Kondisi ibu saya lebih penting dari apapun. Saya rela melakukan apa saja asalkan ibu saya sembuh, termasuk hal yang paling saya benci sekalipun." Pria itu menatap tepat di mata sang mantan istri. "Jadi, saya mohon supaya kamu mau membantu mengabulkan permintaan ibu saya. Even if you want me to pay you back, i will do it."
Elva tertawa sinis, "Okay, me and Ren will visit her soon. She used to be my mother, though. So, keep your money on your pocket or you can give it to your chicks cause me and my son doesn't need your fucking money."
Grian tercengang dengan kalimat terakhir Elva. Pria itu makin tidak percaya jika sosok di depannya adalah orang yang sama yang pernah menyandang nama belakangnya dulu.
Tanpa berlama-lama lagi, wanita itu meninggalkan Grian yang masih menatapnya dengan tatapan tak percaya.
One thing for sure, she is totally change.
🌄🌄🌄
__ADS_1
Selain berstatus sebagai bos dan kakak sang sahabat, nama Xander Wiratmadja pun turut masuk dalam catatan masa remaja Elva. Pria 35 tahun itu dulu naksir berat padanya. Namun, Elva menolak. Sebab waktu itu, ia telah jatuh hati kepada orang lain.
Beruntung, Xander bukan tipe remaja labil yang bakal melakukan berbagai hal merugikan agar cintanya terbalaskan. Walau merasa (sedikit) sedih dan kecewa, Xander tetap menerima keputusan Elva.
"Nah, don't need to apologise. Your feeling is valid. And i have no rights to mad at you."
Begitu kalimat Xander sewaktu Elva meminta maaf karena tidak bisa menerima cintanya. Waktu itu, demi meyakinkan Elva yang masih saja merasa bersalah karenas sudah menolaknya, Xander akhirnya memutuskan untuk berpacaran dengan salah satu gadis yang sedari SMA mengejar-ngejar cintanya. Namun, hubungan keduanya tidak bisa bertahan lama.
Dulu, Elva bersama dengan Kanindya pernah menyamar bak detektif demi mencari tahu penyebab hubungan pria itu kandas. Tapi, tidak ada sedikit pun informasi akurat yang mereka temukan sebab Xander cenderung tertutup mengenai kehidupan percintaannya. Berikut gadis yang pernah pria itu pacari pun tiba-tiba menghilang ditelan dunia.
Mungkin itu kali terakhir Elva mendengar bosnya berpacaran. Bayangkan saja, itu sekitar 15 tahun lalu. Alhasil, Xander pernah beberapa kali menjadi obrolan para Feni Rose KW di kantor karena dikira menyukai laki-laki karena cintanya ditolak Elva.
Dari mulut lemesnya Kanindya, Elva tahu bahwa alasan Xander tidak pernah terlihat berhubungan dengan makhluk bernama wanita karena pria itu masih menaruh hati padanya.
"Kakak gue gak pernah terlihat bareng cewek karena dia masih ada rasa sama lo. Cuma dia tahu kalo masih ada luka di hati lo dan dia masih mau nunggu sampe trauma lo tuk berhubungan kembali sembuh."
Setelah mendengar penuturan Kanindya waktu itu, perasaan Elva menjadi campur aduk. Di satu sisi ia senang karena masih ada yang peduli dan mengerti dirinya. Namun, di lain sisi ia merasa bersalah sekaligus menyesal karena menolak pria yang hatinya begitu murni seperti Xander.
"Kenapa gue nggak jatuh cinta ke Kak Xander aja sih?! Kenapa manusia brengsek itu yang harus gue cintai?! Kenapa?"
__ADS_1
Dan masih banyak pertanyaan lain yang muncul di pikirannya dan masih belum mendapatkan jawabannya. Namun, tidak bisa dipungkiri kalau Elva setuju dengan kalimat, Cinta itu buta. Karena ia sendiri sudah merasakan bagaimana terjebak dalam perasaan yang menurut sebagian orang begitu indah itu.
🌄🌄🌄.