
You never miss a good thing,
Till it's gone.
- Chris Brown
πππ
"Woi brengsek, lo gak bosan recokin hidup gue yah?" Andra berteriak setelah matanya menemukan Grian yang sedang santai memainkan ponselnya di depan bartender.
Mendengar suara Andra, Grian langsung menoleh "Apaan sih, duduk dulu sini, gue traktir sampai puas."
"Lo pikir gue rakyat jelata, hah? Gak usah bacot, skarang juga lo telpon princess kesayangan lo itu. Dari malam dia recokin gue mulu, dipikir gue bayangan lo apa, kemana-mana bareng." Kata Andra kesal.
"Trus lo jawab apa? Lo gak bilang gue dimana kan?" Tanya Grian penasaran.
"Gue bilang lo udah mati,puas?"
"Anjing! Dia masih nelpon,gak? Kalo dia telpon lagi, lo bilang gue disuruh mami balik ke rumah, ok?"
Andra kaget, sahabatnya gak amnesia, kan? Mana mungkin, orang Grian masih mengingat dia. Tapi, hari ini, tingkah Grian bisa masuk dalam sejarah baru . Ini kali pertama Grian mengabaikan pacarnya, setelah bertahun-tahun mereka pacaran. Sepertinya, Andra harus ke Gereja mengucap syukur karna akhirnya Grian sadar.
__ADS_1
"Kok diem, hellow dokter Alfeandra Hartawan." Tanya Grian melambaikan tangannya ke wajah Andra yang membuat lamunan pria manis itu langsung buyar.
"Tumben lo begini, biasanya kan bucin. Punyanya Sesa udah kendor ya, makanya lo bosan dan ingin cari yang baru. Dasar, PK!" Ujar Andra.
Grian berdecak "Gue begini salah, begitu salah pula. Mau lo apasih *******? Lagian, gue pengen ketenangan aja sekarang makanya hindarin Sesa," Jawab Grian.
"Serah lo,dah. Eh, tapi gue penasaran sesuatu, kemarin waktu ke EatYourFav, Bang Zul bioang lo sempat kesana bareng seorang wanita dan anak kecil. Lo ketemu Elva? Ngapain? Lo gak lagi ngerencanain sesuatu,kan?"
Andra bertanya seperti Eminem yang sedang manggung. Sedangkan, Grian langsung tersenyum mendengar pertanyaan Andra.
"Woi, kok senyum, Jawab!" Kata Andra murka.
"KEPO!" Goda Grian.
Grian yang panik langsung mengambil ponsel yang sedang Andra pegang.
"Iyaiya, gue bakal cerita. Gue emang ketemu sama Elva dan anaknya, anak gue juga, namanya Wren, umurnya 9 tahun. Ternyata, Ren sekolah di yayasan milik keluarga gue. Minggu lalu gue kesana karna ada urusan malah ketemu sama Wren. Dia keliatan sedih, trus gue deketin. Gue tanya kenapa dan dia cerita kalo dia sedih karna Papanya gak datang, jadi dia gak bisa ikut lomba futsal ayah dan anak,"
Belum sempat selesai, Andra langsung menyela. "Elva udah nikah lagi? Berarti, si Wren itu bukan anakΒ lo dong? Trus lo ngapain uring-uringan sampe teler waktu itu? ******, emang."
"Anjing, lo bisa diam dulu gak sih. Gue belum selesai.Β Elva belum nikah, Papa yang Wren maksud itu si Xander. Lo ingat Nindya, sahabatnya Elva, Xander itu kakaknya Nindya, dan dia yang slama ini merangkap jadi papa buat Wren. Dia itu anak gue. Gue udah pernah cek DNA. Kalo lo lihat pun, lo langsung tahu kalo Wren itu anak gue."
__ADS_1
"Gue jadi kepo wajahnya Wren. Trus, responnya Elva gimana?" Tanya Andra.
"Dia brubah. Sangat bertolak-belakang dengan dirinya 9 tahun yang lalu. Kita udah ketemu 4 kali dan dia selalu bertingkah kaya kita gak pernah saling kenal. Cuman, waktu itu dia gak bisa nolak permintaan Wren jadi kita bisa makan bersama." Jawab Grian. Dia masih mengingat dengan jelas bagaimana sikap Elva saat mereka bertemu.
Andra langsung berdecak "Emang lo mau dia kayak gimana? Bukannya lo dulu slalu marah kalo dia menyapa lo di khalyak umum?Kok, lo kek terusik sa sama sikapnya,sih?
"Gak ada ya, biasa aja. Mau sikapnya kayak gimana pun, dia cuman gue anggap sebagai mantan dan mau dia cuek pun, dia dulu pernah tergila-gila sama gue. Jadi, gue ga peduli."
Mata Andra memincing, "Kalo gak peduli, ngapain lo makan bareng Elva dan Wren? Lo gak punya rencana gugat hak asuh Wren, kan?" Selidiknya.
"Gak, ngapain? Gue masih ingin bersenang-senang, punya anak bakal bikin repot." Ujar Grian cuek.
Namun, otaknya langsung mendapat sebuah ide. Balas dendamnya pada sang mantan istri sepertinya akan menarik jika ia menggunakan Wren. Melihat Elva sangat menyayangi anaknya. Dia akan kembali mendominasi Elva dan tentu saja akan ia pastikan wanita itu menyesal karna sudah mempermalukan dirinya.
"Gue pegang kata-kata lo. Semoga lo gak akan menyesal." Tegas Andra.
Pria itu pun tak sabat melihat saat dimana Grian memohon maaf dan menyesali semua perbuatannya pada Elva, gadis kecilnya yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri, yang selama 9 tahun tak pernah memberinya kabar.
"Gue jamin 100%. Lo boleh ambil Audi gue kalo sampe hal itu terjadi." Kata Grian penuh percaya diri.
Andra tersenyum mengejek, "We'll see."
__ADS_1
Kedua sahabat itu menghabiskan malam dengan menikmati vodca favorit mereka berdua lalu pulang ke apartemen Andra saat fajar menyingsing.
πππ