
" 1 Kamar dengan 2 kasur, aku tidak ingin 1 kasur dengan orang ini " Ucap Bai Luo sambil menunjuk Long Zi.
" Siapa juga yang ingin tidur 1 kasur denganmu, aku lebih suka bertarung selama 3 hari 3 malam daripada harus tidur 1 kasur denganmu " Balas Long Zi dengan marah.
" Maaf tuan-tuan, hanya ada 1 kasur dalam 1 kamar " Ucap resepsionis dengan meminta maaf.
Bai Luo dan Long Zi yang mendengar itu, pandangannya terhadap dunia hancur berkeping-keping.
Jadi Bai Luo mau tidak mau memesan 2 kamar, dan juga meminta untuk dibawakan makanan ke kamarnya. Dia juga tidak lupa mengatakan kalau dirinya hanya menginap sekitar 5 hari.
" Totalnya 200.000 batu roh tingkat rendah tuan " Ucap resepsionis itu dengan tersenyum.
Bai Luo terkejut dengan totalnya, hanya 5 hari namun angkanya sangat banyak. Kemudian dia melihat cincin penyimpanan yang dia rampas dari 3 penatua sekte Sembilan Neraka beberapa bulan lalu.
Bai Luo hanya mendapati 3 batu roh di dalam cincin penyimpanan, dia tidak tau itu di tingkat apa.
" Oi brengs*k. Coba kau hitung batu roh yang ada disini " Ucap Bai Luo memanggil Long Zi dan memberikan cincin penyimpanannya.
" Kau tidak bisa menghitung? Tidakkah kau diajari cara menghitung oleh orang tua mu atau gurumu? Memangnya di sektemu apa yang kau pelajari? " Tanya Long Zi dengan terkejut dan menangkap cincin penyimpanan milik Bai Luo.
" Diamlah, hitung saja batu roh didalam cincin itu " Ucap Bai Luo dengan malu.
Long Zi kemudian menertawakannya dan membuat Bai Luo menjadi semakin malu. Penjaga resepsionis juga ikut tertawa mengetahui bahwa Bai Luo tidak bisa menghitung.
Kemudian kesadaran Long Zi memasuki cincin penyimpanan dan mengambil 2 batu, lalu dia menyerahkannya ke resepsionis. Setelah menerima batu spiritual, penjaga resepsionis memberikan kunci kamar kepada mereka berdua.
Setelah 5 hari berlalu, mereka memulai lagi perjalannya. Bai Luo mengikuti Long Zi dari belakang, setelah 6 hari terlewati mereka akhirnya sampai di tempat tujuan.
Tempat itu sangat mencekam dan terlihat sangat buruk seperti rawa. Energi yang dikeluarkan sangat buruk dan auranya sangat tidak menyenangkan.
" Ini dia. Kita sampai di 'Lembah Kematian' " Ucap Long Zi dengan santai.
Bai Luo yang melihat lembah itu hanya mengerutkan kening.
" Apa tujuanmu membawaku kesini? " Tanya Bai Luo.
" Mencuri telur Burung Api " Jawab Long Zi dengan singkat.
" Kau membawaku kesini hanya untuk mencuri telur burung!? " Tanya Bai Luo dengan marah.
" Dasar bod*h. Telur burung itu memiliki banyak kegunaan dan manfaat " Jawab Long Zi dengan marah juga.
" Oh... Kalau begitu beritahu aku, apa kegunaan dan manfaatnya " Ucap Bai Luo.
" Kegunaannya jika kau berhasil menetaskan anak burung api, dia akan sangat patuh apapun yang katakan. Manfaatnya setelah kau memakan telur burung api, pemahamanmu tentang sesuatu apapun itu akan mengerti dengan cepat " Jelas Long Zi.
__ADS_1
Bai Luo yang mendengar itu menjadi berbinar matanya, dan dia mulai memikirkan cara agar mendapatkan setidaknya 1 telur untuk ditetaskan.
" Oh benar. Jangan meremehkan burung api karena dia sangat kuat, bahkan lebih kuat dariku " Ucap Long Zi membangunkan Bai Luo yang tenggelam dalam pikirannya.
" Seberapa kuat? " Tanya Bai Luo penasaran.
" Sangat kuat. Mungkin berada di ranah Mahayana " Ucap Long Zi sambil berpikir.
Bai Luo terkejut dengan ucapan Long Zi, dia mulai merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya.
" Baiklah sekarang kita berpencar, karena sarang burung itu selalu berpindah-pindah. Aku ke kiri dan kau ke kanan, sekarang mari bergerak " Ucap Long Zi lalu pergi ke kiri dan meninggalkan Bai Luo yang masih dalam keadaan terkejut.
Setelah bangun dari keadaan terkejut Bai Luo pergi ke kanan dan mulai mencari sarang burung api. Setelah berjalan cukup jauh, Bai Luo menemukan kolam kecil yang terbuat dari batu berada di bawah pohon yang besar.
Bai Luo penasaran dengan isi yang ada kolam batu itu, lalu dia mendekatinya. Setelah dia melihat isinya, dia terkejut menemukan 5 ulat darah.
" Ternyata di lembah kematian ini ada ulat darah, bagi yang tidak mengetahuinya akan menanggap ini sebagai ulat tidak berguna. Tapi bagi yang mengetahuinya ini akan sangat berguna, apalagi bagi kultivator jalan iblis, ulat ini bagaikan harta " Ucap Bai Luo dengan senang.
" Jika Bai Jun tidak menceritakan semua yang dia ketahui, mungkin aku juga akan menganggap ulat ini tidak berguna " Lanjut Bai Luo.
Kemudian Bai Luo mencari pohon dan menebangnya lalu membuat kendi dari pohon. Setelah itu dia memasukkan ulat darah kedalam kendi tersebut, Bai Luo mencari akar untuk mengikat kendi di pinggangnya.
Sesudah dia menyelesaikan urusannya, dia melanjutkan mencari telur burung api. Setelah beberapa hari mencari, dia tidak menemukannya begitu juga dengan Long Zi.
Tidak mempunyai pilihan lain, keduanya memutuskan untuk kembali. Saat di perjalanan kembali, mereka berdua melihat 2 kultivator yang sedang menggenggam sesuatu di tangannya lalu menguburnya.
Bai Luo dan Long Zi yang melihat itu, langsung bersembunyi dan mengamati mereka berdua. Bai Luo dan Long Zi terkejut, ternyata telur burung api sudah diambil oleh 2 kultivator itu dan di sembunyikan dengan cara dikubur didalam tanah.
2 Kultivator itu lalu pergi meninggalkan tempat beradanya telur burung api, Bai Luo dan Long Zi juga mendengar percakapan mereka. Mereka pergi meninggalkan telur tersebut karena ingin menetaskannya, Bai Luo dan Long Zi melihat 2 kultivator itu sudah pergi jauh, mereka berdua bergegas ke tempat di kuburnya telur burung api.
Namun itu hanyalah jebakan yang sudah disiapkan oleh 2 kultivator tersebut untuk memerangkap Bai Luo dan Long Zi. Mereka berdua sudah mengetahui keberadaan Bai Luo dan Long Zi.
Dan 2 kultivator itu juga tau tujuan Bai Luo dan Long Zi, itu pasti karena telur burung api.
" Benar saja apa yang guru katakan. Ada 2 orang yang mengincar telur burung api " Ucap (??) dengan kagum pada gurunya.
" yang satu berada di ranah Nascent Soul tahap 3 dan yang satunya berada di ranah Mature Soul tahap 3. Kalian berdua masih terlalu muda untuk bermain dengan pak tua ini " Ucap (??) dengan sombong.
‹ Hati-hati, pak tua ini berada di ranah Soul Wandering tahap 2 dan muridnya berada di ranah Youthful tahap 3 › Ucap Long Zi mengirimkan transmisi suara kepada Bai Luo.
Bai Luo yang mendengar transmisi suara Long Zi terkejut mengetahui ranah pak tua itu.
" Heh! kalian berdua bukan apa-apa di hadapan guruku, guruku sangat kuat " Ucap (??) membanggakan gurunya.
" Shu Li, kau hadapi anak yang berada di ranah Nascent Soul tahap 3 itu. Aku akan menghadapi yang satunya " Ucap (??) dengan ringan.
__ADS_1
" Ya! " Ucap kultivator yang membanggakan gurunya dan dia dipanggil Shu Li.
" Long Zi. Berpencar! " Teriak Bai Luo kemudian dia menjauh dari Long Zi, dan Long Zi juga menjauh.
\=\=\=\=\=Disisi Long Zi\=\=\=\=\=
" Nak! Kau sangat berbakat perkenalkan namamu " Ucap (??) kepada Long Zi.
" Sebelum menanyakan nama seseorang, sebutkan terlebih dahulu namamu pak tua " Ucap Long Zi.
" Hei Ting. Dari sekte Bulan Hijau " Ucap kultivator sombong tadi yang bernama Hei Ting.
" Wang Cai. Kultivator pengembara " Ucap Long Zi menggunakan nama samaran, dia sudah terpengaruh dengan Bai Luo selama beberapa hari.
" Aku memberimu kesempatan. Jika kau menyembahku sebagai gurumu aku akan membiarkanmu dan temanmu hidup, tapi jika menolak maka aku akan membunuhmu dan temanmu itu " Ucap Hei Ting dengan sombong.
" Lalu aku akan memilih menolak " Ucap Long Zi dengan tersenyum.
" Kalau begitu, Mati! " Teriak Hei Ting, lalu menyerang Long Zi.
\=\=\=\=\=Disisi Bai Luo\=\=\=\=\=
" Menyerah, berlutut dan bersujudlah. Lalu mohon pengampunan padaku, mungkin aku akan membiarkan mayatmu utuh " Ucap Shu Li dengan sombong dan percaya diri dengan kekuatannya.
" Jika kau ingin aku seperti itu, maka buatlah itu terjadi " Ucap Bai Luo dengan santai.
" Haha... Tidak sulit membuat itu terjadi " Ucap Shu Li, kemudian dia menyerang Bai Luo menggunakan serangan telapak tangan.
Saat telapak tangan ingin mengenai Bai Luo, dia dengan cepat berpindah ke belakang Shu Li. Shu Li yang menyadari kalau dia hanya menyerang angin menjadi terkejut.
Lalu dia menoleh kebelakang dan melihat Bai Luo sudah berada di belakangnya, dan memukul Shu Li dengan keras menyebabkan Shu Li terpental jauh.
Bai Luo kemudian menyusul Shu Li dan memukulinya berkali-kali hingga babak belur. Shu Li yang dipukuli hingga babak belur, menjadi ketakutan dan tidak bisa mempercayai apa yang di alaminya.
Setiap pukulan yang di lontarkan Bai Luo setara dengan pukulan Teenage Soul tahap 5. Shu Li sangat ketakutan dan ingin memohon pengampunan kepada Bai Luo, namun Bai Luo tidak memberinya kesempatan untuk berbicara.
Setelah puas memukuli Shu Li, Bai Luo menyerap kultivasi dan vitalitasnya. Shu Li di serap oleh Bai Luo hingga tubuhnya menjadi kering, menyisakan kulit dan tulang saja.
Bai Luo yang baru saja menerima energi dari yang sudah dia serap, merasa bahwa dirinya sudah bisa menerobos ke ranah selanjutnya.
Tapi dia tidak langsung menerobos ranah karena tidak ingin Long Zi mengetahuinya, jadi dia hanya menyimpan energi yang dia dapat di inti energi, dia memisahkan energi Shu Li dengan miliknya agar tidak tercampur.
Jika tercampur maka dia akan menerobos dan mengalami kesengsaraan surgawi. Kesengsaraan surgawi dimulai pada saat memasuki ranah Youthful.
~Selesai Juga Akhirnya
__ADS_1