
[ Hahaha... Benar! Aku tau itu. Lihatlah mata lapar mereka, kurasa rudal sudah dalam posisi siap. Siap untuk meluncur. Hahaha.... ] Jawab system sambil tertawa.
Bai Luo sudah tau system akan mengejek dan menertawakannya, dia hanya bisa menahan amarah karena system mempermainkannya.
" Ibu, mereka semua memperhatikanmu sejak kita baru saja datang " Ucap Bai Qian sambil tersenyum main-main.
" Qian'er. Itu artinya kau akan memiliki seorang ayah, karena ayahmu berubah menjadi ibumu. Hahaha... " Ucap Chi Fuyun mengejek Bai Luo.
" Eh~... Benarkah? Ibu, apa aku akan mempunyai ayah? " Tanya Bai Qian dengan polosnya.
" Tidak akan! Aku ayahmu, aku berubah karena efek samping dari teknik yang aku ambil dulu di reruntuhan kuno " Jawab Bai Luo dengan tegas.
Sebelum datang ke kerajaan Hui, Bai Luo menyuruh Bai Qian untuk meninggalkan Thunder Eagle di sekte guna untuk melindungi sekte.
Tetua yang ikut ke kerajaan Hui hanya Chi Fuyun, Bai Luo, Ling Tong dan Cao Cao, Dian Wei dan 1000 murid yang berada di ranah Qi Gathering dan Foundation Etablishment.
Sekte Nether memperkenalkan diri mereka semua lalu menuju tempat yang sudah disiapkan oleh sang raja, arena kompetisi seperti Colosseum.
Setelah sekte Nether sudah sampai tempat yang disiapkan, sang raja merubah aturan kompetisi.
Sang raja mengumumkan kalau tahun ini dia akan membuka alam 'Beast Mountain', dan aturannya adalah: tetua harus menemani muridnya untuk pergi kedalam.
Bai Luo langsung mengerti maksud dari raja, dia hanya tersenyum menghina tapi tidak ditunjukan oleh wajahnya.
Bai Luo hanya membawa 5 murid, Chi Fuyun membawa 500 murid, Dian Wei membawa 400, Cao Cao membawa 95 murid.
Bai Luo hanya membawa murid di ranah Qi Gathering termasuk Bai Qian. Setelah memasang rencana seperti itu, dia pun langsung memasuki alam 'Beast Mountain'.
Para sekte yang hadir juga mengikuti termasuk Pangeran Yi dari kerajaan Hui. Pangeran Yi berada di ranah Mature Soul tahap 5, yang berarti dia lebih kuat dari Long Zi.
Para tetua dari sekte lain ada yang di ranah Youthful dan Teenage Soul, tahap mereka juga ada yang mendekati tahap puncak dan ada yang sedikit lagi melangkah ke tahap puncak.
'Beast Mountain' adalah tempat berkumpulnya beast spiritual, ranah mereka tidak jauh berbeda dengan yang ada di alam rahasia milik Bai Luo. 'Beast Mountain' juga menempatkan orang secara acak, di sana yang paling kuat adalah beast spiritual kera tipe es dan ranahnya berada di Mahayana tahap 3.
Setelah Bai Luo memasuki 'Beast Mountain', dia di tempatkan di dekat danau yang di tengah-tengahnya ada sebuah gunung. Gunung itu di bagian kakinya terdapat Gua besar.
Di 'Beast Mountain', Bai Luo terkagum dengan tempat itu. Dia juga berpikir, kenapa 'Beast Mountain' ini lebih baik dari alam rahasia miliknya.
Disisi lain dari Bai Luo, semua anggota sekte dan pangeran mereka semua punya tujuan yang sama. Tetua sekte lain memerintahkan murid-muridnya untuk pergi mencari pengalaman dan mereka sendiri mencari Bai Luo. Sedangkan tetua sekte Bulu Biru, mereka semua di perintah oleh Kung Lao untuk mencari keberadaan Bai Luo begitu juga dengan Kung Jin.
Kung Jin dan Hui Yi adalah yang paling menginginkan Bai Luo dari semua orang yang hadir, dia (Kung Jin) berada di ranah Youthful tahap puncak.
__ADS_1
Bai Luo memerintahkan murid yang dia pilih termasuk Bai Qian untuk pergi mencari pengalaman bertarung. Tidak lupa, dia juga memberikan Giok Komunikasi untuk mereka jika ada hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.
Mereka semua menangguk mengerti dan langsung pergi begitu juga dengan Bai Qian, gadis kecil berusia 4 tahun yang sangat polos.
Bai Luo sendiri menjelajahi 'Beast Mountain' dengan berjalan kaki. Saat dia sedang berjalan kaki, dia bertemu dengan Hei Ting.
Dia menekan kultivasinya agar bisa memasuki 'Beast Mountain' untuk membunuh Bai Luo. Dia tau dari jiwa Bai Luo, dia adalah orang yang pernah bertarung dengannya di 'Lembah Kematian' bersama Long Zi dulu.
" Hahaha... Ternyata kau adalah anggota dari sekte Nether. Meskipun wujudmu berubah, aku tetap bisa mengenalimu " Ucapnya.
" Oohh... Bukankah kau adalah orang tua yang beberapa waktu lalu itu? yang hampir menghancurkan inti energiku? " Tanya Bai Luo.
" Jadi selama ini kau adalah seorang wanita ya? Kalau begitu, akan menyengkan bagiku untuk bermain dengan mu " Ucapnya dengan mata nafsu.
Murid-murid yang di bawa Hei Ting juga menginginkannya untuk bisa bermain dengan Bai Luo.
" Dengar para murid. Setelah aku puas bermain dengan dia, kau bisa melakukannya juga " Lanjut Hei Ting sambik menunjuk Bai Luo dan memberitahu murid-muridnya.
Para murid yang mendengar gurunya berbicara seperti itu menjadi sangat senang dan bergembira.
" Aku bukan diriku yang dulu lagi pak tua. Sekarang aku bisa membunuhmu dengan sekejap mata " Ucap Bai Luo dengan sombong.
" Seperti biasanya. Kau memang menarik, itu membuatku semakin ingin bermain denganmu " Ucap Hei Ting lalu dia mengeluarkan artefak berupa cermin dari cincin penyimpanan milinya.
'Cermin Surgawi' adalah cermin yang bisa memenjarakan seseorang dan memantulkan serangan lawan, juga memunculkan seseorang. Maksudnya adalah memunculkan tiruan lawan, contoh kecilnya adalah : Jika Bai Luo terkena/terpantul di cermin, terserah pengguna apakah dia ingin memenjarakannya atau memunculkan dirinya.
Hei Ting memilih untuk memunculkan tiruan Bai Luo dengan kekuatannya yang sama persis namun tidak semua kekuatan Bai Luo yang dapat di salin oleh 'Cermin Surgawi'.
" Aku ingin tau, apakah kau bisa mengalahkan dirimu sendiri atau malah sebaliknya " Ucap Hei Ting lalu dia mengeluarkan tiruan Bai Luo.
Bai Luo terkejut melihat tiruannya yang sangat cantik, dia sedikit terpana dengan tiruannya sendiri.
' Tidak. Itu adalah tiruan diriku, aku harus fokus ' Pikir Bai Luo sambil menggelengkan kepalanya.
" Kau ingin aku melawan tiruanku? Haha... Aku sangat ahli dalam menyakiti diriku sendiri, bahkan bisa dibilang sangat profesional " Ucap Bai Luo lalu menyerang tiruannya.
Saat memukul tiruannya, Bai Luo juga merasakan sakit dan dia terkejut.
" Hahaha... Apa kau terkejut? Cermin Surgawi ini sama seperti kau menyakiti dirimu sendiri. Kau bilang kau sangat profesional bukan, maka seranglah. Haha... " Tawa Hei Ting mengejek Bai Luo.
Bai Luo terus-menerus menyerang tiruannya dan dia juga terkena dampaknya. Meskipun dia terkena dampaknya, dia tetap menyerang.
__ADS_1
20 Menit terlewati. Tidak hanya dampaknya, kekuatannya juga sama seperti miliknya. Bai Luo merasa sangat kesal dengan kegunaan Cermin Surgawi.
' Hah... Hah... Sial, aku harus mencari cara ' Pikirnya sambil kelelahan.
Bai Luo mencari cara bagaimana dia bisa menghadapi tiruannya dan pandangannya jatuh di Cermin Surgawi yang dipegang Hei Ting.
Bai Luo menggunakan mata ilahinya untuk mengambil Cermin Surgawi dari tangan Hei Ting dan diapun mendapatkannya.
Ukuran cermin tersebut jika diletakkan di tanah, bisa memperlihatkan semua anggota tubuh dari kepala hingga kaki.
Hei Ting terkejut karena Bai Luo sangat cepat untuk mengambil Cermin Surgawi dari tangannya.
Bai Luo langsung menghancurkan cermin tersebut barulah saat itu tiruannya menjadi luntur seperti tinta dan berceceran ditanah.
" Ka-Kau... Bagaimana bisa kau dengan beraninya mencuri dan menghancurkan 'Cermin Surgawi' milikku... Teknik apa yang kau gunakan!? " Tanya Hei Ting dengan ngeri.
" Beberapa tahun lalu, beberapa tahun lalu kau juga menggunakan teknik aneh itu. Empat tahun lalu kau berada di ranah Nascent Soul dan sekarang kau berada di ranah Youthful. Tidak hanya itu, kekuatanmu juga sangat menakjubkan. Benar-benar sangat berbakat dan jenius, aku tidak boleh membiarkanmu tetap hidup! " Lanjutnya dengan serius dan waspada.
Segera. Hei Ting memerintahkan murid-murid yang telah dia bawa untuk menyerang Bai Luo.
Bai Luo menggunakan teknik 'Seribu Pedang Terbang' untuk menyerang murid yang melangkah maju ke arahnya.
Teknik 'Seribu Pedang Terbang' milik Bai Luo. saat di keluarkan olehnya, itu terlihat seperti 'Dewa Pedang'. karena pedang itu melingkar dibelakangnya seperti lingkaran cahaya 'Halo' namun dengan posisi rentang.
Semua murid yang dibawa Hei Ting ketakutan melihat teknik milik Bai Luo dan tidak ada satupun dari mereka yang berani maju.
Hei Ting yang melihat murid-muridnya tidak mau maju, mengancam mereka dan keluarganya.
Para murid sangat tidak mau mematuhi perintah Hei Ting, tapi mereka tidak punya pilihan lain lagi.
' Pak tua itu menjijikan, dia mengancam orang yang tidak mau menurutinya ' Pikir Bai Luo sambil melihat tingkah laku Hei Ting.
Bai Luo langsung mengayunkan tangannya saat semua murid yang di bawa Hei Ting menuju kearahnya dan mereka semua mati.
200 Murid langsung mati terkena teknik 'Seribu Pedang Terbang' milik Bai Luo. Mereka semua tergelatak di tanah dengan darah yang mengalir dari tubuhnya, terlihat seperti pembantaian masal.
" Energi-mu terlihat seperti tidak terbatas ya. Setelah bertarung dengan tiruanmu, kau hanya sedikit kelelahan " Ucapnya.
" Cukup disini saja bicaranya pak tua, cepatlah jika ingin menyerang aku sudah muak berurusan denganmu " Ucap Bai Luo.
" Hahaha... Baiklah kau wanita tidak sabaran, sebentar lagi aku akan bermain denganmu bersabarlah sedikit lagi. ' Tiger Art Style : Claws Rip the Sky' ku akan kugunakan untuk merobek pakaianmu. Hahaha... " Ucapnya dengan sangat sombong.
__ADS_1
Bai Luo hanya melambaikan tangannya dengan malas, kemudian Hei Ting menerjang kearah Bai Luo.
~Selesai Juga Akhirnya