System Di Dunia Naruto

System Di Dunia Naruto
episode 1


__ADS_3

"Maaf tapi kau sudah mati, seharusnya kedua orang tua mu yang mati, dan entah kenapa malah kamu yang mati.


*Flashback


Perkenalkan namaku Yuki, seorang gadis yang bisa di bilang pengangguran, aku berumur 19 tahun dan seharusnya aku bekerja, tapi aku malah mengurung diri menonton anime dan membaca komik.


Seperti hari biasa aku mengurung diri dan menonton anime...


Tapi tanpa aku sadari alaram kebakaran di rumah kami dan itu membuatku terkejut dan berlari keluar kamar.


Aku langsung melihat keluargaku Ayah, Ibu dan adikku.


Aku melihat ibuku tak sadarkan diri di dapur dan api itu sudah membakar setengah dari dapur, di situ juga ada ayahku yang mencoba untuk membantu ibu.


Aku langsung berlari kearah mereka berdua untuk membawa ibu keluar.


"Kalian tidak apa apa, di mana Kaname?" Kataku pada ayah.


"Dia sudah keluar terlebih dulu"kata ayah.


Api semakin membesar dan kami bergegas dari rumah untuk menyelamatkan diri, hampir setengah rumah kami terbakar.


"Aku tak menyangka ini akan terjadi,sial" batinku.


Banyak terdengar suara orang orang yang terlihat panik dari luar dan suara sirine mobil pemadam kebararan.


"Kalian cepatlah" kata petugas kebakaran yang berusaha menyelamatkan kami.


Kami sampai di depan pintu aku, tapi aku mendengar sesuatu seperti benda yang bocor dan aku sadar itu adalah tabung gas yang akan meledak karna terkena api.

__ADS_1


Aku langsung mendorong ayah dan ibuku keluar rumah tapi aku terlambat untuk keluar dari rumah dan tabung gas meledak dan rumah di lahap oleh api.


...Sfx* Duarrr...


"*Sial" kataku sebelum terkena ledakan.


*Flashback end


Setelah beberapa saat dia menjelaskan mengapa dia berkata yang seharusnya terbunuh itu kedua orang tuaku dan juga tentang insuden kebakaran itu.


Seseorang didepanku yang sedang menjelaskan kematianku ini terlihat seperti gadis kecil, tapi dia berkata kepadaku bahwa dirinyalah yang mengatur takdir.


"Jadi kebakaran itu adalah takdir yang telah kamu tentukan untuk mengubah jalan hidupku dari pengangguran menjadi pekerja yang teladan, begitu?" Kataku mempersingkat penjelasan yang dia berikan.


"Emmm.... bisa di bilang begitu" katanya mengangguk.


"Maafkan atas kesalahanku ini" katanya yang terlihat menyesal.


"Bukan begitu, jika saja kamu tidak mati kamu akan berubah dan menjalani kehidupan yang bahagia" katanya meyakinkanku dan membuat dirinya terlihat bersalah.


"Baiklah untuk menebus kesalahanku aku akan menghidupkanmu kembali tapi tidak ke dunia lamamu dan kamu bisa meminta apapun kepadaku" katanya yang tiba tiba terlihat ceria.


"Benarkah aku dapat di hidupkan kembali dan memilih dunia yang aku inginkan" kataku bersemangat.


"Tentu saja,kamu bisa memilih di dunia mana kamu ingin di lahirkan asal tidak di dunia lamamu" katanya.


"Baiklah aku memilih ke dunia naruto apa itu bisa di lakukan" tanyaku bersemangat.


"Tentu saja,itu perkara mudah" katanya dengan percaya diri.

__ADS_1


"Jadi kapan kamu ingin di lahirkan,apakah kamu ingin lahir pada saat yang sama dengan naruto" katanya sambil meminum teh yang tiba tiba di tangannya.


"Kalau begitu aku ingin di lahirkan setahun setelah Uchiha Shisui di lahirkan" kataku dengan semangat.


Salah satu alasan kenapa aku ingin di lahirkan setelah Shisui di lahirkan karna dia adalah karakter favoritku.


"Terus apa yang kamu inginkan, aku kan mengabulkan keinginanmu" katanya membuatku berpikir kembali.


"Aku hanya ingin membawa Smathphone dan earphone miliku" kataku.


"Itu bisa aku kabulkan tapi kamu tidak bisa menghubungi dunia lamamu, tapi kamu bisa melihat informasi di dunia lamamu" katanya khawatir mengecewakanku.


"Baiklah smartphone milikmu sudah aku modifikasi, smarthphonemu hanya perlu kau aliri chakra untuk mengisi daya" katanya


Aku terkejut tiba tiba muncul smartphone dan earphone dan di tanganku yang mirip milikku dulu


"Baguslah, tapi aku khawatir smartphoneku akan hilang atau di curi orang lain" kataku khawatir.


"Kamu tenang saja, yang bisa menggunakan itu hanya kamu, kalah smartphone mu hilang atau di curi itu akan kembali lagi ke tanganmu" katanya meyakinkanku.


"Apa ada lagi yang kamu inginkan" katanya .


"Hmm, kurasa ini sudah cukup" kataku dengan dengan santai.


"Tapi kamu bisa meminta apapun lo" katanya yang sedikit terkejut.


"Tidak aku tidak ingin yang lain" kataku menolak.


Dia menatapku sepertinya dia berpikir kalau aku hanya bercanda.

__ADS_1


Tapi aku membalas tatapannya dengan serius untuk meyakinkannya.


"Hmm baiklah kalau begitu aku akan memberikan system untuk pemandumu, sampai jumpa" katanya lalu kesadaranku mulai menghilang*.


__ADS_2