
"Shisui, yuki mencintaimu" kata hiromi berteriak di sela sela pertarungan mereka.
Yuki yang mendengar hal itu memerah dan pertahanannya jadi goyah, shisui yang melihat yuki lengah langsung berlari ke arah belakang yuki dan menggenggam kedua tangannya lalu merobohkannya ke tanah.
"Menyerahlah.... hahh... hahh..... hahh" kata shisui kelelahan.
"Shisui adalah pemenangnya hihihi" kata hiromi menyeringai.
Shisui melepas genggamannya di kedua tangan yuki dan langsung terduduk karena kelelahan mengatasi serangan yuki.
"Ibuu..." kata yuki cemberut pada hiromi.
Yuki marah karena ibunya mengganggunya yang mengakibatkan shisui memenangkan pertandingan.
"Emmm... ada apa?" tanya hiromi polos.
Yuki menghela nafas melihat kelakuan ibunya, yuki tidak bisa mengatakan apapun tentang itu.
"Sekatang sesuai perjanjian, yuki akan melakukan apapun yang di inginkan shisui" kata hiromi senang.
"Hahh... baiklah" kata yuki menghela nafas.
Shisui terlihat berfikir lalu berdiri dan berjalan ke arah yuki, yuki yang melihat shisui mendekat ke arahnya lalu menutup matanya.
"Apakah shisui akan menciumku, kyaaaa..." pikir yuki.
Yuki terus menutup matanya tapi tidak merasakan sesuatu yang aneh, yuki hanya merasakan ada yang memainkan pipinya.
Yuki membuka matanya dan melihat shisui memainkan pipinya dan mencubit hidungnya.
__ADS_1
"Lain kali aku tidak ingin kamu menawarkan diri sebagai taruhan, aku dengan senang hati bertanding denganmu, jadi jika kamu ingin bertanding denganku datanglah kapanpun kamu mau" kata shisui.
"Baa... baik" kata yuki malu karena sudah berfikiran macam macam.
Hiromi yang melihat mereka kelelahan segera mengambilkan air dan cemilan untuk gadis kecilnya dan menantu masa depannya.
"Kalian beristirahat saja dulu" kata hiromi sambil membawakan minuman dan cemilan untuk yuki dan shisui.
Yuki dan shisui mengangguk dan mengambil minuman yang di bawa hiromi, mereka berbincang bincang hingga sore hari dan setelah itu shisui pulang.
***
Di Tempat Lain
Seseorang muncul dari tanah di belakang seseorang menggunakan topeng.
"Aku merasakan chakra yang sangat besar" kata zetsu hitam.
"Itu berasal dari konoha, berasal dari anak kecil bernama yuki" kata zetsu hitam.
"Hemmm.... apakah dia akan mengganggu rencana kita" kata obito terlihat tidak peduli.
"Tidak, rencana kita berjalan dengan lancar" kata zetsu hitam.
"Baguslah" kata obito.
"Apakah kau tidak tertarik" tanya zetsu hitam melihat obito tidak peduli dengan hal itu.
"Tidak, aku hanya ingin rencana kita berjalan lancar, jadi kamu lakukan sesuai rencana" kata obito.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu...." kata zetsu hitam lalu masuk ke dalam tanah.
Setelah zetsu hitam pergi keadaan menjadi hening.
"Rin... aku akan membuat dunia yang damai dan indah untukmu" kaya obito.
***
Yuki Pov
6 bulan sudah berlalu sejak pertarunganku dengan shisui.
Dalam beberapa bulan ini shisui di kenal sebagai jenius uchiha, dua akan lulus kurang lebih 1 tahun lagi jika aku tidak salah ingat.
Saat ini aku berjalan menuju ke kelas ku.
"Lihat itu si tempat sampah" kata anak berumur 6 tahun menunjuk ke arahku.
Ya aku mendapatkan julukan itu, mereka meletakkan sampah kertas, daun kering dan lainnya di tempatku dan oleh karena itu aku di juluki tempat sampah.
*flashback
Aku memasuki kelas dan melihat ke tempat duduk ku, aku melihat tempat duduk ku di penuhi sampah.
Aku terkejut dengan hal itu tapi kembali tenang.
"Hahhh..." aku menghela nafas dan berjalan ke arah tempat duduk ku yang di penuhi sampah.
Aku merasa banyak senyum puas dari para murid yang berada di kelasku.
__ADS_1
Aku membersihkan tempat dudukku dan membuang sampah, aku ingin menghajar mereka tapi mengingat statusku di desa ini aku tidak bisa melakukannya, aku tidak ingin membuat masalah untuk ibuku.
*Flashback end