
Aku membuka pintu kelasku banyak tatapan menghina mengarah padaku, aku mengabaikan mereka dan berjalan ke tempat dudukku.
"Selamat pagi yuki" sapa seseorang yang sangat ku kenal, dia adalah shisui.
"Selamat pagi shisui" kataku.
Aku duduk di tempat dudukku di samping shisui dan ya, banyak tatapan iri dan menghina mengarah padaku.
***
Guru iruka masuk ke kelas dan menyapa kami semua.
"Hari ini kita akan menguji kekuatan kita dengan melakukan latih tanding, jadi semuanya akan menuju ke tempat latihan" kata iruka.
Semua orang mendengar apa yang di ucapkan iruka hanya mengangguk dan menuju ke tempat latihan.
Di arena latihan satu persatu murid berlatih tanding di atur oleh guru iruka.
Selanjutnya adalah giliranku dengan shisui, entah ini takdir atau kebetulan.
"Shisui uchiha melawan yuki" kata guru iruka memanggil kita berdua.
Aku masuk ke arena dan melihat shisui sedang menatapku.
"Sepertinya takdir membuat kita bertanding sekali lagi" kata shisui.
"Sepertinya begitu" kataku.
"Kalian berdua, apakah kalian sudah siap" kata guru iruka di balas anggukan kami.
__ADS_1
"Mulai" kata guru iruka.
Aku hanya berdiam diri membuat semua orang bingung termasuk guru iruka dan shisui, shisui yang sadar aku mengambil posisi bertahan langsung menyerangku tanpa basa basi, aku yang melihat shisui menyerangku hanya menggeser tubuhku ke samping dan serangan shisui melewatiku.
"Shisui apa kamu yakin kekuatanmu meningkat, aku rasa kamu semakin lemah" kataku mengejek shisui.
"Benarkah, kurasa tidak begitu" kata shisui.
Shisui terus menyerang dan menyerang, aku hanya menahan serangan shisui.
Aku yang melihat shisui kelelahan karna terus menyerang hanya tersenyum.
"Baiklah, sekarang giliranku" kataku menerjang ke arahnya.
Aku langsung meloncat saat berada di dekatnya dan langsung menendang kepalanya tapi di hadang tangan shisui.
Aku mendarat di tanah dengan mulus lalu mundur beberapa langkah.
"Hehehe aku tau itu, selalu" kataku langsung menerjang ke arahnya.
Aku memukul ke arah bahunya, shisui yang terkena pukulanku langsung mundur dan menjaga jarak.
"Apa kamu perempuan?" kata shisui dengan nada mengejek sambil menahan sakit di bahunya.
"Tentu saja aku perempuan" kataku kesal.
Shisui berlari ke arahku, aku yang melihatnya berlari ke arahku langsung berlari ke arahnya saat jarak kami sudah dekat kami beradu pukulan demi pukulan kami.
"Hahh.... hahhh... hahhh kurasa" sebelum shisui menyelesaikan kata katanya aku sudah mengarahkan pukulanku ke arahnya.
__ADS_1
"Kamu tau kalau kita sedang bertarung, bukan beradu mulut" kataku.
"Hahh.... hahh.... baiklah" kata shisui sambil menghindari setiap pukulanku.
Aku maju ke arah shisui, dan saat di depan shisui aku memegang kerah bajunya dan membantingnya ke tanah.
Aku menaiki shisui agar shisui tidak dapat bergerak dan siap mengarahkan pukulanku untuk membuatnya menyerah.
"Yuki yang memenangkan pertandingannya" kata iruka langsung mengumumkan pemenangnya.
Aku menurunkan tanganku dan menatapnya.
"Kamu tau yuki" kaya shisui.
"Apa?" tanyaku.
"Jika kamu terus seperti ini maka kita akan di anggap sebagai kekasih" kata shisui.
Aku yang mendengar kata shisui langsung sadar kalau saat ini aku berada di atasnya.
"Ahhh maaf maaf" kataku yang saat ini wajahku memerah karena malu lalu turun dari badannya.
Shisui berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor lalu menepuk nepuk kepalaku.
"Tadi itu sangat hebat" kata shisui.
"Ya" kataku.
"Kalian berdua tadi itu sangat hebat, sekarang buatlah tanda perdamaian" kaya guru iruka.
__ADS_1
Kami mengangguk dan membuat simbol perdamaian.