
"Sepertinya kau sangat bekerja keras" kata hokage ke tiga melihat yuki kelelahan.
"Tuan hokage aku masih bisa bertarung" kata yuki.
"Tidak, kamu baru saja sadar tadi pagi dan sekarang kamu sudah menghadapi ribuan ninja kumogakure, beristirahatlah" kata hokage.
"Tidak ak..." sebelum yuki menyelesaikan kata katanya, seseorang memukul belakang leher yuki dan membuat yuki pingsan.
"Bawa dia ke rumah sakit, dan juga beritahu hiromi" kata hokage ke tiga pada seseorang yang memakai topeng.
Dia adalah salah satu anbu hokage ke tiga, dia adalah uchiha shisui, saat shisui tahu yuki sedang berurusan dengan kumogakure, shisui langsung mengikuti hokage ke tiga.
Shisui menggendong yuki seperti tuan putri dan melompat dari dahan ke dahan pohon lainnya menuju rumah sakit konoha.
"Gadis kecil yang hebat, dan juga dia sangat kuat" kata hokage ke tiga setelah shisui membawa yuki pergi.
Lalu hokage berbalik melihat ninja kumogakure.
***
Di rumah hiromi
*Tokk... *Tokk... *Tokk...
Shisui mengetok rumah hiromi dan teuchi.
Seseorang membukakan pintu dengan wajah mengantuk, dia adalah ibu yuki atau hiromi.
"Ada apa datang larut malam begini" kata hiromi mengantuk lalu terkejut setelah melihat shisui yang datang.
"Aku ingin memberi tahu sesuatu" kata shisui.
__ADS_1
"Apa ada yang serius sampai datang selarut ini" kata hiromi.
"Kalau begitu masuklah, kita akan membicarakannya di dalam" kata seseorang dari dalam, itu adalah teuchi.
Shisui masuk ke dalam dan mereka duduk bertiga karena ayame sudah tidur, shisui memberitahu keadaan yuki dan juga apa yang terjadi, hiromi dan teuchi tentu saja sangat terkejut dan juga khawatir dengan keadaan yuki.
***
Yuki Pov
Aku membuka mataku dan aku melihat ruangan yang sama seperti kemarin, aku berada di ruangan rumah sakit.
Seingatku aku sedang melawan ninja kumogakure setelah itu hokage muncul lalu ada yang memukulku dari belakang yang membuatku tidak sadarkan diri.
Aku merasakan tangan dan kakiku tidak bisa di gerakkan dan seperti ada yang menahannya.
Aku menoleh ke arah tanganku dan melihat rantai yang mengikat kedua tangan dan kakiku.
(Suara pintu di buka)
Pintu di buka dan aku melihat ibu dan shisui masuk dan melihat ke arahku.
"Syukurlah kamu sudah sadar, ibu sangat khawatir padamu" kata ibu mendekat ke arahku bersama shisui.
"Aku tidak apa apa ibu, aku baik baik saja" kataku.
"Baguslah kalau begitu" kata ibu tersenyum.
Ibu meletakkan bawaannya di meja sebelah kasur yang aku tempati dan duduk di sampingku.
"I...ibu" kataku ragu ragu.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya ibu.
"Emmm.... apakah ibu yang memasang ini" kataku gugup sambil melihat rantai yang terikat di tanganku.
"Ya memangnya ada apa" kata ibu datar.
"Ibu.. bisakah ibu melepaskan ini, kumohon" kataku.
Jujur saja suasana saat ini sangat tegang.
"Memangnya kamu mau kemana" kata ibu menyipitkan mata.
"Emmm aku.... aku ingin jalan jalan" kataku gugup melihat tatapan ibu.
"Shisui, ambilkan cambuk" kata ibu.
"Baik bibi" kata shisui tanpa bertanya untuk apa itu di gunakan.
Aku meneguk air liur melihat sikap ibuku.
"Baik baik aku akan tetap di sini" kataku tergesa gesa.
"Bagus, kamu anak yang baik" kata ibu lalu setelah itu mencari sesuatu di bawaannya.
Aku menghela nafas panjang lalu melihat ibu yang mengambul sesuatu di bungkusan bawaannya.
Ibu mengambil sebuah buku kecil lalu membukanya dan membolak balik halaman buku itu.
"Lihatlah apa yang kemarin malam kamu lakukan" kata ibu datar sambil memperluhatkan buku itu padaku.
Aku melihat ke arah buku itu dan melihat profil tentangku lalu melihat bagian terakhir yang membuatku sangat terkejut.
__ADS_1
"Apaa.., 300 ribu ryo" teriak yuki.