System Di Dunia Naruto

System Di Dunia Naruto
episode 7


__ADS_3

Setelah selesai menulis cerita aku dan ibu makan malam, ini pertama kalinya aku makan makanan semain roti, aku tak menyangka karna makanan di sini dan di duniaku dulu berbeda tapi ini sangat enak.


"Sayang kalau makan jangan cepat cepat" kata ibu sambil membersihkan makanan yang ada di pipiku.


"Maaf ibu, soalnya ini sangat enak" kataku.


"Makan lah yang banyak" kata ibu mencubit hidungku.


Setelah aku menghabiskan makananku aku melihat ke arah ibu.


"Ibu aku ingin menjadi shinobi" kataku yang membuat ibu terkejut.


"Maaf sayang, mungkin kamu tidak bisa menjadi shinobi" kata ibu sambil mengusap usap kepalaku.


"Apa karna kita dari desa lain" kataku


"Begitulah sayang, maaf ibu menghancurkan harapanmu" kata ibu.


"Tidak apa apa ibu, aku akan mencoba membujuk tuan hokage agar aku bisa menjadi shinobi" kataku yang membuat ibu terkejut karna aku tidak menyerah.


Setelah itu kami kembali ke kamar kami dan tidur untuk esok hari.


_______________________________________


Pagi Hari


"Yuki bangun sayang, kita harus pergi menyerahkan ceritamu ke penerbit buku" kata ibu menepuk nepuk pipiku.


"Hoaammm.... baik ibu" kataku yang masih setengah tidur.


Aku di angkat ibu ke kamar mandi lalu memandikanku.


Setelah bersiap siap kami pergi keluar untuk sarapan terlebih dahulu sebelum ke penerbit buku.


Setelah sarapan kami pergi ke penerbit buku, karna ibu tidak tau tempatnya, ibu bertanya pada warga.


*

__ADS_1


*


*


Akhirnya kami sampai ke tempat penerbit buku, terlihat cukup besar dengan bangunan dua lantai.


Kami masuk ke dalam dan seseorang menyapa kami.


"Ada yang bisa saya bantu, kata seseorang yang suaranya adalah perempuan.


"Kami ingin menerbitkan..." Sebelum ibu menyelesaikan kata katanya sudah di potong oleh perempuan lainnya.


"Anda mau menerbitkan buku bukan, baiklah kemari" kata perempuan yang tiba tiba masuk dalam pembicaraan.


"Nona chiharu mengapa anda di sini?" tanya perempuan yang pertama kali menanyai kami kepada perempuan yang tiba tiba datang.


"Ayane ayolah, aku bosan" kata chiharu kepada perempuan yang menanyai kami.


"Baiklah nona chiharu" kata ayane.


"Kalian berdua, ikuti aku" kata chiharu pada kami.


Aku mengikuti ibu yang menggandeng tanganku dan kami pergi ke sebuah ruangan yang banyak tumpukan kertas dan dokumen yang menumpuk.


"Baiklah silahkan duduk, oh ya perkenalkan namaku chiharu" katanya memperkenalkan diri.


"Nama saya hiromi dan ini anak saya yuki" kata ibu yang memperkenalkan dirinya dan aku.


"Salam kenal" ucapku dengan sopan.


Chiharu mendekat ke arahku dan menatapku.


"Wahh... imutnya" katanya memelukku dan menggesekkan pipiku ke pipinya.


Ibu yang melihat hal itu terkejut melihat ekspresi yang di keluarkan chiharu.


"Nona chiharu kami di sini ingin menerbitkan sebuah cerita" kata ibu yang melihat chiharu tidak mau lepas dariku dan aku tak bisa berbuat apa apa hanya bisa pasrah.

__ADS_1


"Ahh... maaf aku tidak bisa mengendalikan diriku" katanya tidak tahu malu.


Setelah nona chiharu duduk, aku berdiri dan pindah di pangkuan ibu.


"Bolehkan aku melihat ceritanya?" Kata chiharu pada kami.


"Tentu saja..." kata ibu sambil menyerahkan beberapa lembar kertas.


Chiharu mulai membaca ceritanya dan beberapa saat dia terkejut dan melanjutkan membaca ceritanya.


"Cerita ini sangat bagus kamu bisa menerbitkan cerita ini, kamu bisa menjadi penulis terkenal hiromi" kata chiharu dengan semangat karna mendapatkan kesempatan emas bagi perusahaannya.


"Begitukah, tapi yang membuat cerita ini bukan saya" kata ibu


"Lalu siapa?" kata chiharu penasaran.


"Yang membuat ceritanya adalah yuki, saya hanya menulis ceritanya" kata ibu sambil mengelus kepalaku.


"Hahh... yang benar saja, tidak mungkin anak kecil bisa menulis cerita seperti ini" kata chiharu terkejut dan tidak percaya.


"Tapi itu adalah kenyataannya" kata ibu meyakinkan.


"Itu benar, aku yang membuatnya" kataku imut.


Lalu aku mengambil kertas yang aku bawa dan meminta ibu melanjutkan ceritanya mengikuti ucapanku yang membuat chiharu terkejut.


"Baiklah aku percaya, walaupun itu aneh tapi itu kenyataannya" kata chiharu mengeluarkan dua lembar kertas.


"Baiklah ini kontraknya, kalian akan mendapatkan uang setelah bukunya di terbitkan" kata chiharu yang tanpa basa basi karna tak ingin melepaskan orang yang berbakat.


"Ibu yang akan mengurus semuanya" kataku.


Ibu hanya mengangguk dan mulai membaca isi kontrak dan menandatanganinya.


"Oh ya nona chiharu, aku ingin agar identitasku di rahasiakan tidak apa apa bukan" kataku.


"Tentu saja, aku tidak ingin malaikat sepertimu di ambil perusahaan lain" katanya sambil mencubitku.

__ADS_1


"Kalau begitu karna urusan kami sudah selesai kami pamit undur diri" kata ibu mengambil selembar kertas yang berisi kontrak.


"Baik... datang lagi, kalian akan selalu di sambut di sini" kata chiharu melambaikan tangan.


__ADS_2