T.T.M Tuan Ar Dheo [BL]

T.T.M Tuan Ar Dheo [BL]
Malu [1]


__ADS_3




Pagi hari yang cukup sejuk dengan pemandangan fajar yang hendak terbit terpancar begitu indah dari halaman rumah Risaliani.


Tapi didalam sana masih ada yang tertidur diatas ranjang yang super empuk


***


"Eugghh..."


Alzzy mengulat sambil merenggangkan otot-otot tangannya sembari mengkerutkan kedua alisnya karna merasakan sangat pusing lalu mengusap pelipis perlahan , lalu langsung memeluk sesuatu yang ada di sebelah kanan ia tidur


Heum..? Apa ini kenapa sangat empuk dan ini pahatan apa? Perasaan kasur ku ga begini bentuknya


Batin Alzzy bertanya-tanya ketika ia menyentuh dada bidang Ar Dheo lalu tangannya yang sedikit nakal itu turun ke bawah yaa... Tepat diatas perut Ar Dheo yang sixpack itu.


Dengan posisi tidur Ar Dheo yang tidak lagi tengkurap membuat tangan Alzzy jadi sangat nakal berkeliaran diatas sana


Alzzy membuka matanya perlahan dengan tangan yang masih ada diatas badan Ar Dheo


"Hhmmpph???"


Alzzy yang terkejut tangannya sudah meraba tubuh atletis Ar Dheo sontak langsung menutup mulutnya dengan tangan sendiri dengan bola mata yang sangat melebar dan langsung bangun sekarang posisinya ia sedang duduk sambil menyender diatas ranjang


apa apaan ini? Kenapa aku ada disini? Ya ampun apa yang terjadi semalam?.. ya ampun mahkota ku??


Pikiran Alzzy kemana-mana sampai-sampai ia berfikir Ar Dheo telah melakukan hal-hal tidak senonoh kepada dirinya lalu ia langsung melihat tubuhnya dari dalam selimut dan semua masih memakai pakaian tapi kok ada yang aneh?.. Alzzy ga pakai baju ini semalam. Semalam itu ia pakai baju warna abu-abu tapi kenapa sekarang jadi warna hitam? Lalu ia langsung membangunkan Ar Dheo yang masih tertidur disebelahnya


"Heii..!! Bangun.. bangun cepat"


Ucap Alzzy mengguncangkan tangan Ar Dheo agar terbangun


"Heum???"


Ar Dheo hanya balas dengan deheman karna ia sangat kelelahan malam tadi


"Bangun.. ayok cepat bangun.!!!"


Ucap Alzzy sedikit emosi alih-alih dia menabok lengan Ar Dheo sampai Ar Dheo terbangun


"Heum?? Ngapain si bangun-bangunin? Masih capek tau , pada pegel nih!"


Sahut Ar Dheo sambil mengerutkan alisnya


hah capek? Pegel? Astaga apa yang sudah terjadi diantara kita semalam??


Batin Alzzy heran dengan alis yang menyatu dan mata yang membulat lebar


Pikiran ia saat ini semakin tidak karuan dan dengan perasaan yang sangat emosi kesal dengan keadaan saat ini


"BANGUN AR DHEO... BANGUN!!"


Ucap Alzzy dengan lantang dengan nada tinggi


ya ampun si rubah ini sangat menggangu aarrghh , lihat saja akan ku balas kau!


Ucap Ar Dheo dalam hati dan ia terpikirkan hal-hal yang licik untuk mengerjai si Alzzy ini karna sedari tadi mengganggu nya tidur


Ar Dheo pun membuka matanya lalu berbalik menghadap Alzzy dengan posisi tidur miring dan kepala ditopang segitiga dengan tangannya Dan menatap dalam-dalam mata Alzzy dengan ekspresi wajah liciknya


"Kenapa si? Pagi-pagi udah marah-marah aja? Hm"

__ADS_1


Ucap Ar Dheo dengan lembut dan tersenyum tipis


Alzzy hanya menatapnya Ar Dheo dengan kesal sambil memegangi selimut yang sedari tadi ia tarik untuk menutupi tubuhnya


"Apa yang kamu lakuin ke aku tadi malam? Hah? Jawab!"


Ucap Alzzy dengan tegas dan dengan pandangan yang tidak berubah tetap memandang Ar Dheo dengan kesal , tanpa ia sadari ada tanda merah dilehernya dan ada banyk tanda merah di badan dan dileher Ar Dheo


"Loh... Kok malah nanya ke saya? Seharusnya saya dong yang nanya ke kamu , apa yang kamu lakuin ke ke saya tadi malam?


Ucap Ar Dheo yang membuat Alzzy semakin bingung


Sehingga Alzzy semakin mengkerutkan alisnya dan berfikir keras untuk mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi semalam?..


Flashback On


Tadi malam.


kok masih susah tidur ya.?? Padahal badan udah cape banget ini..


Gumam Ar Dheo dalam hati sambil menopang kepalnya dengan lengannya dan menatap langit-langit kamar


"Aduhhh.."


Ringis Ar Dheo karna merasakan ada yang menendang pangkal pahanya


"Ckckck... Tidurnya ga bisa anggun apa ya ni anak?"


Gumamnya pelan sambil memindahkan kaki Alzzy dari atas pahanya


sampai lupa kalau masih ada orang lain dikamar ini , enaknya diapain ya?.. ahh iya


Kini Ar Dheo mempunyai pikiran usil ke Alzzy lalu ia beranjak turun dari ranjang dan berjalan pelan-pelan ke arah meja belajar untuk mengambil spidol permanen warna merah disana dan bedak baby pula... Ntah punya siapa ia pun bingung kenapa dari kemarin ada disitu tapi itu sangat membantunya untuk sekarang


Gumamnya licik sambil menghadap Alzzy yang masih tertidur dengan spidol permanen warna merah ditangannya kanannya dan bedak ditangan kirinya


Lalu ia langsung melakukan aksinya membuat dua bulat-bulat dileher Alzzy dan menambah bedak lalu menghapusnya lagi ntah dapet dari mana ide itu tapi memang benar coretan itu tidak hilang meskipun di usap berkali-kali kecuali pakai air


Lalu ia melakukan lagi ditubuhnya sendiri membuat beberapa tanda itu dileher dan dibadan.


Setelah semua selesai ia kembali meletakkan alat-alat tadi tapi ia benahkan dikolong ranjang agar tidak ketahuan dan ia kembali mencoba untuk tidur dan tidak lama kemudia ia pun tertidur pulas dengan senyum yang menempel pada bibirnya.


Flashback Off


"Udah inget belum? Hm"


Tanya Ar Dheo dengan posisi yang sama dan terus memandangi wajah Alzzy yang tampak sulit untuk mengingat kejadian semalam


"NGGA! aku ga bisa inget kejadian semalam kepalaku sakittt.. pusing.."


Sahut Alzzy sambil memegang kepalanya sendiri dan menunduk


"Masih ga bisa nginget apa-apa?"


Tanya Ar Dheo dengan nada sangat lembut


Alzzy hanya menggeleng dan menatap Ar Dheo dengan bingung


"Ini.. ini.. dan juga ini..? Kamu masih bisa lihat pakai mata kan?"


Ucap Ar Dheo sambil menunjuk tanda merah disekujur badannya pada titik-titik tertentu


Alzzy langsung membulatkan matanya dan dengan mulut yang terbuka lebar karna terkejut melihat dan menyadari semua tanda-tanda merah yang ada ditubuh Ar Dheo terutama dibagian leher


"Dan disitu juga ada.."

__ADS_1


Ucap Ar Dheo lagi sambil menunjuk leher Alzzy dengan lirikan matanya , lalu Ar Dheo langsung bangun dari posisi dan duduk menyender didinding ranjang tepat disamping Alzzy


Alzzy langsung turun dari atas ranjang dan berdiri didepan lemari baju Ar Dheo yang 1pintunya itu full dengan cermin , lalu Alzzy melihat semua tanda yang ada dibagian lehernya itu ya memang sedikit tapi ia sangat kesal karna tanda itu tidak hilang setelah ia usap-usap beberapa kali jadi apa yang dikatakan Ar Dheo itu tidak cuma sekedar lelucon semata


"Aarrgghhhh!!! Kau!?"


Teriak Alzzy depresi lalu langsung menghadap ke arah Ar Dheo dan menunjuk Ar Dheo dengan wajah yang sangat emosi


Ar Dheo hanya senyum sinis dengan tatapan kemenangan ke arah Alzzy yang tampak sangat emosi dengan wajah yang kini memerah seperti kepiting rebus


"Kenapa? Kesal? Kok marah si? Jadi disini yang salah siapa? Dan yang berhak untuk marah itu siapa?"


Tanya Ar Dheo penuh penekanan


Alzzy yang merasa kepalanya sudah berasap itu langsung mengambil bantal sofa yang ada di sofa dekat meja belajar Ar Dheo lalu langsung melempar nya ke arah Ar Dheo tapi tampak dua kali melempar selalu melesat dan akhirnya ia mengambil satu bantal lagi yang tersisa lalu menghampiri Ar Dheo yang terduduk diatas ranjang sambil melipat tangannya didepan dada , Alzzy menatap Ar Dheo sebentar lalu langsungngin memukul Ar Dheo dengan bantal tapi nihil tangannya sudah ditahan dengan Ar Dheo , Alzzy sempat berontak karna merasakan cengkraman Ar Dheo yang sangat kuat menahan tangan sehingga ia tidak bisa melepaskan tangan Ar Dheo dari tangannya


"Iishh lepassss kamuu yang salahhh kamu yang salah!! Lepass sakittt! Aww!"


Ringis Alzzy sambil memukul-mukul tangan Ar Dheo dengan tangan kirinya dan dengan cepat Ar Dheo langsung mencengkram kembali tangan kiri Alzzy yang sedari tadi memukuli tangannya yang mencengkram tangan kanan Alzzy


Sekarang Alzzy tidak dapat berontak lagi karna kedua tangannya sudah didalam cengkraman Ar Dheo. Lalu Ar Dheo langsung bangun dari duduknya dan mendorong Alzzy dengan sedikit hentakan ke dinding kaca yang ketika dibuka akan menembus balkon


Lalu Ar Dheo mengunci kedua tangan Alzzy ke atas dengan satu tangan kirinya , dengan tatapan membunuh perlahan Ar Dheo mendekatkan wajahnya ke wajah Alzzy sehingga kini jarak wajah mereka hanya satu jengkal tangan balita


Alzzy yang nampak ketakutan itupun langsung memalingkan wajahnya ke sebelah kanan sambil memejamkan matanya dan mengulum bibirnya


"Kk—kaamuu Mm—mau ngapain? Jangan deket-deket!"


Ucap Alzzy yang semakin panik sambil tetap memejamkan matanya


"Biasakan kalau bertanya dengan seseorang itu dilihat wajah orangnya jangan memalingkan wajah dan memejamkan mata , lantas kamu sedang berbicara atau bertanya dengan siapa kalau reaksinya seperti itu?"


Sahut Ar Dheo dengan suara berat nya lalu menarik dagu Alzzy dengan tangan kanannya dengan hati-hati , kini wajah Alzzy pun berhadapan dengan wajah Ar Dheo tapi dengan mata masih terpejam karna ia tidak berani menatap wajah Ar Dheo saat ini karna cukup menyeramkan bagi Alzzy


"Sampai berapa lama kamu akan memejamkan matamu seperti itu?"


Tanya Ar Dheo dengan suara berat


Lalu Alzzy membuka matanya perlahan dan ya wajah mereka sangatlah dekat , kini wajah Alzzy sudah merah merona bukan karna marah tapi lebih ke menahan malu karna baru pertama kali nya ditatap oleh seseorang yang selama ini ia dambakan dan kini ia sangat terpaku oleh tatapan Ar Dheo tanpa mengedip sedikit pun.


"Jadi siapa yang salah disini? Dan siapa yang sudah bersikap tidak senonoh?"


Tanya Ar Dheo dingin dengan tatapan datar , padahal didalam hati Ar Dheo ia sangat tertawa terbahak bahak karna merasa kemenangan memihak kepada dia


"Akuuu..."


Sahut Alzzy dengan polos sambil tetap menatap Ar Dheo.


Ntah kenapa diposisi Ar Dheo dan Alzzy yang sekarang Ar Dheo merasakan hawa-hawa panas dan nafsu yang bergejolak didalam tubuhnya sehingga ia ter arah melihat lekuk leher Alzzy yang sangat menggoda itu dan benar saja Ar Dheo langsung menerobos begitu saja leher Alzzy dan membuat tanda kepemilikan disana. hanya satu tapi sangat istimewa bukan?


"Aahhhkkrgh!!"


Ringis Alzzy sambil memejamkan matanya dan membuyarkan lamunannya ketika Ar Dheo menggigit dan mengulum lehernya sontak Alzzy langsung mencengkram pundak Ar Dheo sangat kuat dengan kedua tangannya


Karna sedari tadi Ar Dheo memang sudah merenggangkan kuncian tangan Alzzy


Lalu Ar Dheo menarik kembali wajahnya dari leher Alzzy dan menatap wajah Alzzy dengan senyum miring


"Kauuu...!! Keterlaluan banget si? Apa kurang yang semalam itu?!"


Ucap Alzzy seolah-olah ingat dengan kejadian lelucon yang Ar Dheo lakukan semalam kepada dirinya


"Itu hukuman karna kamu sudah menuduhku yang tidak-tidak dari kita di Bar kemarin malam!"


Ucap Ar Dheo yang langsung pergi meninggalkan Alzzy yang masih terdiam ternganga dengan perkataan Ar Dheo.

__ADS_1


__ADS_2