T.T.M Tuan Ar Dheo [BL]

T.T.M Tuan Ar Dheo [BL]
Negatif Thinking


__ADS_3



Setelah selesai menemui pertemuan dengan hans Ar Dheo langsung beregas pulang dan ingin cepat memberi tau kabar bahagia ini kepada mama nya.


"Mah.. mah.."


Seru Ar Dheo dengan binar dan mengelilingi setiap ruangan mencari Risa


"Loh Mama kemana si? Kok ga dirumah"


Ar Dheo terpengarah kepada tv yang masih menyala iya langsung menghampiri tv dan hendak mematikannya tapi tiba-tiba muncul berita yang menunjukkan bahwa terjadi kecelakaan didepan pom bensin jalan TH , 2 korban meninggal dan 3 luka luka


Ar Dheo terkejut dan langsung membuka WhatsApp dan melihat apakah Risa memberitau kemana ia pergi atau tidak.


Dan ternyata benar risa memberi tau Ar Dheo dengan mengirimkan pesan karna ia pergi ke swalayan untuk belanja bahan pokok , Ar Dheo baru mengingat bahwa ke swalayan tersebut melewati pom bensin dijalan TH


"Dheo mama mau ke swalayan dulu ya , mama mau beli bahan bahan buat stok udah mau abis soalnya"


begitulah isi pesan Risa yang diberikan kepada Ar Dheo


Ar Dheo langsung shok dan terkulai lemas dilantai sambil menatap pesan mama nya


"MAMAA!"


Teriak Ar Dheo mengisi ruangan , dengan sigap ia langsung bangkit dan dengan cepat menghampiri motornya lalu memakai helmnya dan menancapkan gas ke lokasi kecelakaan


Depan Pom Bensin


Ar Dheo langsung memarkirkan motornya disembarang tempat tapi tidak menghalangi jalan , ia langsung menerobos gerombolan orang orang yang melihat kecelakaan tersebut


seketika ia menatap lemas tas kantong mayat berwarna oren , Ar Dheo hendak menerobos garis kuning pembatas yang sudah dibuat oleh polisi tapi ia langsung dihadang


"Maaf pak anda tidak bisa melewati batas ini"


Ucap polisi dengan tegas


"Tapi pak , saya mau melihat itu mayat mama saya atau bukan"


Sahut Ar Dheo dengan panik


"Maaf pak anda tetap tidak bisa , kalau anda ingin memastikan silahkan anda datang ke ruma sakit central medika karena korban kecelakaan ini akan di beri pertolongan dirumah sakit tersebut dan mayatnya akan di otopsi di rumah sakit tersebut juga"


Penjelasan pak polisi tersebut dengan detail


Tanpa lama lagi Ar Dheo langsung meninggalkan tempat kejadian tersebut dan berterima kasih kepada bapak polisi

__ADS_1


Ya allah , semoga itu bukan mama


Batin Ar Dheo memohon kepada Allah semoga nethink nya ini bukan kenyataan


Ia melajukan motornya dengan kecepatan 60 cc , tanpa ia sadari air mata sudah membasahi pipinya , helm lah saksi bisu yang merasakn basah dipipi Ar Dheo




Dirumah sakit


setelah Ar Dheo memarkir motornya ia langsung menghampiri gerombolan petugas yang sedang mundar mandir membantu petugas lainnya memindahkan mayat dan korban luka luka kedalam rumah sakit , Ar Dheo berusaha tenang sambil memegangi helm nya dan melihat banyaknya korban dari kecelakaan itu , ia menahan air mata yang ingin keluar , dan dengan cepat ia langsung menghampiri kantung mayat tersebut


"pak.. pak.. maaf saya boleh ga liat jenazah ini?"


ucap Ar Dheo memelas


"maaf mas jenazah ini ingin segera kami urus"


sahut perawatan pria sambil hendak melanjutkan jalannya


"tapi pak saya mohon saya mau lihat sebentar aja pak , barang kali ini mama saya"


ucap Ar Dheo sabil menahan petugas tersebut


sambil membuka kantung mayat tersebut Ar Dheo tercengang , bahwa itu bukan mayat ibu nya


"jadi? apa ini ibu mas?"


tanya petugas tersebut


"maaf mas i itu bukan ibu saya , terimakasih udah mau kasih lihat"


jawab Ar Dheo sambil menggelengkan kepalanya dan mengucapkan terimakasih




lalu ia langsung terkulai lemas didepan rumah sakit tersebut , sehingga air mata yang iya tahan kini banjir membasahi pipinya , ia letakkan helm disebelahnya lalu ia memeluk dengkulnya dengan sangat kuat dan menjambak rambutnya dengan frustasi


entah mau bagaimana ia sekarang pikirannya sudh sangat kacau yang ia harapkan sekarang hanya mama nya masih hidup dan dia ingin langsung memeluk nya


"MAMAAAA! hiks hiks mama dimana maa?!"


teriak Ar Dheo frustasi

__ADS_1


kini ia jadi perhatian banyak orang karna menangis didepan rumah sakit seorang diri




didalam rumah sakit


"terima kasih pak"


ucap Risa sambil menerima kertas tanda pembayarannya


dan ia mendengar teriakan yang ga asing ditelinga nya , lalu ia langsung keluar dan melihat apakah yang teriak itu anaknya atau hanya kebetulan saja


setelah diluar Risaa melihat kekanan dan kekiri tepat ditepi sebelah kiri risa melihat Motor gede Ar Dheo dan pria yang sedang meringkuk frustasi dengan cepat ia langsung menghampiri pria tersebut , risa langsung menepuk pundak pria itu dan dengan cepat pria itu menengok ke arahnya


"Dheo.."


ucap Risa terkejut


"Mama?"


ucap Ar Dheo tak kalah terkejut karna doa yang ia panjatkan kepada Tuhan terkabul


Ar Dheo langsung memeluk erat mamanya dan menangis sejadi-jadinya


"mama kemana aja? mama gapapakan? mama baik baik ajakn? mah jawab mah?!"


berbagai macam pertanyaan Ar Dheo keluarkan sambil memeluk mamanya


"ii iya mama baik Yoo tapi lepas dulu mama ga bisa nafas"


Risa merasa sesak dipeluk sangat erat oleh Ar Dheo


Dengan perlahan Ar Dheo melepas pelukan nya dan menyerka air matanya yang membasahi pipi


"kamu kenapa? kok nangis nangis gini?"


tanya Risa dengan sabar


"t tadi Dheo kira ma ma.."


ucap Ar Dheo sesegugakn


"shutt.. oke oke kita pulang , kita obrolin dirumah oke? kamu mau naik mobil sama mama? atau sama si ganteng kamu aja?"


"dheo sama motor dheo aja"

__ADS_1


lalu mereka langsung bergegas pulang dari rumah sakit.


__ADS_2