T.T.M Tuan Ar Dheo [BL]

T.T.M Tuan Ar Dheo [BL]
Kerja sama dengan Hans


__ADS_3




Setelah pergi dari rumah Alzzy , Ar Dheo langsung menancapkan gas motornya ke sebuah kafe yang tidak jauh dari perusahaan HansGroup , ia di telpon oleh sekertaris CEO perusahaan tersebut untuk menemui CEO perusahaan tersebut karna akan membahas suatu bisnis yang sangat penting untuk diri Ar Dheo kedepannya


Setelah sampai disebuah kafe itu Ar Dheo langsung menuju ruang VIP sesuai dengan petunjuk yang sekertaris itu kirim lewat chat ponsel Ar Dheo.


Tok tok tok


"Masuk anak muda"


Ucap Hans dengan sangat sopan menyambut Ar Dheo


Padahal disitu posisinya yang lebih terhormat ialah dirinya tapi ia sangat baik dalam memperlakukan Ar Dheo seperti anak sendiri.


Hans Jaladara Marba siapa yang tidak kenal dengannya? Seorang pengusaha muda yang sukses di kota K dengan seluruh cabang-cabang toko swalayan atau pun toko lain yang semuanya diatas naungan dirinya


"Terima kasih om"


Sahut Ar Dheo yang langsung duduk dihadapan Hans karna memang sudah dipersilahkan


"Maaf om sebelumnya , emangnya ada masalah apa ya? Sampai Dheo diundang kesini? Maaf ni sebelumnya"


Tanya Ar Dheo dengan sopan dan sangat hati-hati


Hans yang mendengar pertanyaan Ar Dheo bukannya tersinggung tapi ia malah tertawa lepas karna melihat Ar Dheo yang begitu tegang setiap sedang bersamanya , padahal mereka bukan sekali dua kali bertemu tapi sikap Ar Dheo yang seperti itu hanya menunjukkan rasa hormatnya kepada Hans saja tapi Hans malah menyuruh sebaliknya untuk bersikap biasa saja dan selalu bilang "anggap saja aku ini Papa mu"


"Ga usah tegang gitu kali Dheo biasa aja , kamu itu ya kebiasaan banget selalu aja setiap ketemu om itu bawaannya tegang terus om ga bakal bunuh kamu Dheo anggap aja om ini sebagai Papa kamu jadi santai aja"

__ADS_1


Ucap Hans dengan nada yang masih bergetar karna masih menahan tawanya


"Ehehe maaf om Dheo ga biasa ketemu orang hebat kayk om gini sebelumnya jadi ya begini deh"


Sahut Ar Dheo sambil mengusap kepalanya yang tak gatal


"Oke oke.. jadi kita langsung ke intinya aja ya , jadi tujuan om kali ini menyuruh kamu buat nemuin om.. om mau bahas tentang yur dream.. kamu mau punya perusahaan sendiri kan?"


Tanya jelas Hans kepada Ar Dheo dengan srius


Seketika suasana sunyi karna sekertaris serta dua bodyguard yang ada didalam ruangan itu semuanya tercengang mendengar perkataan bos mereka tentang mimpi Ar Dheo yang ingin mempunyai perusahaan sendiri diusianya yang masih muda masih sangat muda


"iya.. saya mau punya perusahaan sendiri om , lalu? apa hubungannya dengan pertemuan kita hari ini?"


sahut Ar Dheo kikuk , karna ia masih bingung dengan perkataan Hans


"ya pasti ada lah hubungannya dengan rapat kita hari ini , jadi om mau kasih kamu saham 80% di dalam perusahaan yang nanti bakal om bangun buat kamu"


semua sekertaris dan bodyguard yang ada di dalam ruangan terbelalak mendengar perkataan sang bos termasuk Ar Dheo yang sangat terkejut mendengar hal itu bahwa mimpinya terwujud kn


"om..? om ga lagi bercanda kn?"


tanya Ar Dheo ragu


"sejak kapan om mu ini bercanda Ar Dheo?


sahut Hans dengan santai sambil meminum es soda


"sriusly? om ga bakal nyesel bangun perusahaan DheGrup buat Dheo? om ga curiga kalau Dheo bakal nipu om? dan ap.."


belum selesai Ar Dheo menyelesaikan bicaranya Hans langsung menghampiri dan memeluknya dengan erat

__ADS_1


"om ga bakal nyesel om ga bakal takut kamu tipu om ga curiga tentang hal apapun dari kamu Yoo , karna om udah anggap kamu sebagai anak kandung om sendiri maka dari itu om berani berbuat lebih sana kamu Yoo"


ucap Hans sedikit sesak karna menahan air mata agar tidak terjatuh tapi nihil karna suasana saat ini terlalu haru


"om.. terima kasih banyak atas semua usaha om yang udah om percayakan ke Dheo , makasih ya om udah mau anggap Ar Dheo sebagai anak kandung om sendiri dan Dheo juga udah anggap om sebagai Papa kandung Dheo sendiri"


ucap Ar Dheo yang kala ikut mengeluarkan air mata dan curahan hatinya


"iyaa Yoo sama-sama , yaudah sekarang kamu pulang kamu kasih tau mama kamu Yoo , om juga akan ngurus semua hal yang seharusnya om urus"


ucap Hans sambil melepas pelukannya dan mengelap air matanya sendiri


" iya om Dheo akan kasih tau kabar gembira ini ke mana om"


sahut Ar Dheo sambil menyalami tangan Hans lalu pergi dengan hati gembira.


Dirumah


Risa yang tengah menonton tv sambil memainkan ponselnya seketika terkejut karna teringat bahwa hari ini ia belum belanja bahan bahan makanan untuk dirinya dan Ar Dheo lalu dengan cepat Risa langsung cekatan keluar rumah dan pergi ke supermarket yang lengkap untuk membeli semua keperluannya


setelah ia ambil mobil dari garasi ia langsung menancapkan gas nya tanpa iya sadari tidak mengunci pintu dan mematikan tv yang masih menyala


satpam penjaga rumah ke Diaman Risaliani itu langsung dengan cepat membukakan gerbang untuk sang majikan dan kembali menutupnya dengan rapat setelah Risa menjauh dari halaman rumah


diperjalanan Risa mengendarai mobilnya dengan santai dan kecepatan sedang , setibanya di lampu merah ia terhenti menunggu lampu berubah berwarna hijau , setelah hijau ia langsung menjalankan kembali mobilnya karna melihat bensin mobilnya sedikit tiris jadi Risa memutuskan untuk ke pom bensin terdekat dulu untuk mengisi bahan bakar minyak di mobilnya kebetulan memang 5km dari situ adalah pom bensin


langsung saja Risa menyalakan lampu sen ke kiri setelah ia memasuki pom bensin tersebut


Bruggh..


terjadi kecelakaan yang tidak terduga , mobil truk pembawa pasir menabrak mobil sedan yang ada didepannya karna supir mobil berangkutan pasir itu mengantuk makanya ia menabrak mobil didepannya karna kehilangan keseimbangan.

__ADS_1


__ADS_2