![T.T.M Tuan Ar Dheo [BL]](https://asset.asean.biz.id/t-t-m-tuan-ar-dheo--bl-.webp)
BESEMEND.
Setelah mereka semua selesai makan , mereka pun memutuskan untuk masuk ke kelas masing-masing karna sebentar lagi bel masuk pun akan berbunyi
Mereka semua sudah masuk kekelasnya masing-masing dan menjalani tugas yang telah diberikan oleh guru pada jam ke 3 s/d jam ke 4 yaitu jam pulang
Criiinggg... Criiinggg...
Bel pulang berbunyi dan seperti biasa siswa siswi berkerumun untuk menuruni tangga
Di tengah lapangan
Tangga sudah sedikit sepi lalu Ar Dheo bergegas untuk cepat turun dari lantai 3 lalu menuju ke besemend untuk mengambil motornya dan pulang , sesampainya ia di tengah lapangan Asyaa memanggilnya dari kejauhan dibelakang
"Dheoo.. tunggu.."
Teriak Asyaa tersengal-sengal sambil berlari ke arah Ar Dheo dengan dilirik oleh sebagian siswa
Ar Dheo hanya melambatkan jalannya karna ia mendengar teriakan Asyaa tanpa menoleh sekalipun
"Kenapa jalanmu begitu cepat? Baru tadi aku melihatmu turun tangga"
Tanya Asyaa sambil mengatur nafasnya
"Heumm... Boleh ga aku pulang bareng kamu? Uangku sudah habis jika untuk memesan ojol"
Tanya Asyaa dengan memelas
Mereka ber2 jalan perlahan berdampingan ke arah besemend
"Heii Pria dingin..! Tunggu..!"
Teriak pria dari belakang sana memanggil Ar Dheo , siapa lagi kalau bukan si mulut besar? Iya si Shem
(Mulut besar \= Omongannya asal ucap seenak jidat dia aja. Hehe)
__ADS_1
Shem berlari sambil menarik tangan Alzzy ke arah Ar Dheo dan Asyaa yang berjalan menuju besemend
Asyaa langsung menoleh kebelakang dan melihat siapa yang memanggil Ar Dheo dengan sebutan itu
"Shem..?? Mau apa mereka berdua..?"
Gumam Asyaa perlahan
Mereka berdua? Apa dengan si rubah itu?
Batin Ar Dheo bertanya-tanya
Sesampainya Shem dan Alzzy disebelah kiri Ar Dheo Shem langsung melepaskan tangan Alzzy dan berpindah kesebelah Asyaa
"Ehehe haii Asyaa.."
Seringai Shem menatap Asyaa sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Ada apa? Kenapa kau pindah posisi?
"Ehh , pria dingin izinkan aku untuk mengantar pacarmu ya..?"
Ucap Shem sambil memandang Ar Dheo yang sedari tadi hanya diam dengan muka datarnya tapi terlihat tampan dengan cara jalannya yang sangat santai dan tangan yang ia masuki kedalam saku celananya
Tak mereka sadari mereka sudah sampai di besemend bawah yang tak lain dan tak bukan itu adalah tempat parkir khusus motor para siswa SMK A , jalan mereka terhenti karna Ar Dheo sudah melihat motor Mogenya itu
Barulah Ar Dheo memalingkan pandangannya ke arah Shem dan menatap dengan tatapan tajam dan sedikit mengkerut kan alisnya
"Bawa saja! Siapa yang bilang padamu kalau dia adalah pacar ku? Apa kau mendengar gosip-gosip yang tidak jelas faktanya?"
Tegas dan tanya Ar Dheo yang masih menatap ke arah Shem
Alzzy dan Larassya yang terkejut dengan pertanyaan Shem hanya terdiam sambil mendengan sambungan kata-kata Ar Dheo
"Iya nih asal tebak aja apa telinga mu hanya dipergunakan untuk menguping gosip-gosip tidak jelas?"
__ADS_1
Lanjut Asyaa membenarkan perkataan Ar Dheo
"Ehehe maaf ya maaf aku kira kalian adalah pasangan , sekali lagi maaf ya"
Seringai Shem sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Jadi bagaimana? Kamu mau ga Asyaa?"
Tanya Shem sambil menatap Asyaa
"Hah.. apa?"
...
"Ahh.. itu boleh-boleh , tadinya aku ingin minta Dheo buat nganterin pulang t , tap—"
"Okeoke aku tau sekarang pulang bareng denganku ya , mau kan?"
Shem memutus perkataan Asyaa , dan Asyaa hanya mengangguk yang berarti mengiyakan
Shem dengan cepat langsung menarik tangan Asyaa ke arah motor nya sehingga ia melupakan temannya itu
"Eh eh eh.. tunggu Shem , itu temanmu bagaimana??"
Cegah Asyaa yang mengingat kalau tadi Shem berdua dengan temannya Alzzy
"Temanku? ..... Ahh iya si rubah ugle itu aku sampai melupakannya karnamu... Umphh"
Shem tersadar sambil menghadap kebelakang , dan tersadar ia telah mengeluarkan kata-kata yang membuat Asyaa bingung
"Hah? A , aapa katamu tadi?"
"Aa , ahh tidak itu Zy sudah pulang bersama si dingin , ayok naik"
Alibi Shem sambil memakaikan helm dikepala Asyaa , Asyaa yang terkejut dengan perlakuan Shem ke dirinya sedikit kaget dan hanya diam ketika Shem memakaikan helm kepadanya.
__ADS_1