![T.T.M Tuan Ar Dheo [BL]](https://asset.asean.biz.id/t-t-m-tuan-ar-dheo--bl-.webp)
DIRUANG OSIS.
"Eh eh.. itu kenapa ayok cepat tolong Dheo!"
Perintah Saras dengan cekatan menyuruh anggota yang lain agar cepat menolong siswi yang digendong Ar Dheo itu
"Dia pingsan mungkin tadi kelelahan saat upacara temannya juga bilang ia belum makan"
Jelas Ar Dheo sambil meletakkan siswi itu di bangku panjang yang ada di R.O , dan menyuruh Saras untuk menjadikan paha nya topangan untuk kepala siswi itu , Saras langsung saja duduk dan menahan kepala siswi itu di atas kepala paha nya , dan anggota yang lain langsung cepat membawa minyak kayu putih dan memoleskan kebagian bagian anggota tubuh siswi itu teruta di hidung agar siswi itu cepat sadar
"Heii cantik.. cantik ayok bangun"
Ucap Saras sambil mengelus kepala siswi itu Dan sedikit memoleskan minyak kayu putih nya agar siswi itu dapat mencium aromanya dan segera sadar
Ar Dheo tiba-tiba telah hilang dari pandangan semua anggota OSIS
Kemana si Dheo? Kok dia malah menghilang?
Batin Saras bertanya-tanya sebab tadi ia masih melihat Ar Dheo masih dihadapannya
Ternya Ar Dheo sedang izin keluar gerbang untuk membeli sebungkus bubur ayam untuk si anak perempuan yang sedang masa penyadarannya
Setelah selesai membeli bubur ayam Ar Dheo langsung bergegas kembali ke R.O untuk memberikannya kepada perempuan itu
"Heii.. ayok bangun"
Ucap Saras yang masih berusaha memberi koneksi ke siswa tadi
"Apa dia sudah sadar?"
Tanya Ar Dheo yang tepat tiba didepan Saras dan perempuan itu
"Dari mana saja kau? Ku kira kau meninggalkan tanggung jawab ini tiba-tiba"
Tanya Saras yang sedikit heran ntah habis dari mana Ar Dheo menghilang dari pandangan nya tadi
"Maaf maaf aku habis membeli bubur ayam didepan tadi karna kan siswa ini belum makan makanya ia bisa pingsan"
Penjelasan Ar Dheo kepada Saras agar tidak kesal lagi
Beberapa menit kemudian siswi itu terbangun dan memegang pelipis nya yang sedikit pusing
"Alhamdulillah"
Ucap serentak orang-orang yang ada di dalam R.O karna melihat siswi itu ter sadar
"Bisa duduk ga? Ayok minum teh hangatnya dulu?"
Tanya Ar Dheo kepada siswi yang baru tersadar itu , perempuan yang mendengar ucapan Ar Dheo itupun langsung bangun perlahan dan duduk disebelah Saras
Dengan sigap Saras langsung mengambil alih teh hangat dari tangan Ar Dheo dan memberikan nya kepada siswi itu
"Ayok diminum dulu , pelan-pelan ya"
Ucap Saras tersenyum sambil memberikan teh itu kepada siswi yang telah siuman itu , dan siswi itu langsung menerima teh dari tangan Saras dan meminumnya perlahan-lahan
"Terima kasih , kepala ku sedikit pusing ka"
Keluh siswi itu
"Yaudah sarapan dulu ya abis itu baru kamu minum obat obat nya"
Perintah Ar Dheo sambil membukakan bungkusan bubur ayam yang tadi sudah ia beli , sebelum memberikan bubur tersebut ke si perempuan tadi Ar Dheo menyuruh mereka semua anggota OSIS lainnya untuk masuk kekelasnya masing-masing
"Heum.. kalian masuk saja duluan ke kelas biar dia aku yang urus"
Ucap Ar Dheo dingin sambil menatap ke arah bubur itu
"Baiklah.! Aahhh iya hari ini ada ulangan harian Astaga!"
Panik Saras yang langsung bergegas ke kelasnya dan mengajak anggota OSIS lainnya untuk masuk kekelasnya masing-masing
Ar Dheo pun langsung duduk disebelah Siswi itu yang tengah mengelus pelipisnya
"Apa kepalamu masih pusing?"
Tanya Ar Dheo lembut sambil menatap ke siswi itu
"Masih , tapi sudah agak berkurang tidak sepusing tadi"
__ADS_1
Konsul siswi itu sambil menatap bubur ayam yang dipegang Ar Dheo
"Yasudah sekarang makanlah dulu buburny selagi hangat untuk mengisi perut kosongmu"
Tadinya Ar Dheo ingin menyuapinya tapi ia harus profesional karna ini di lingkungan sekolah agar tidak menimbulkan kesan kemesraan
Lalu siswi itu langsung mengambil buburnya dari tangan Ar Dheo dan memakannya dengan lahap
"Siapa namamu? Dan dari kelas mana?"
Tanya Ar Dheo sambil menuangkan air untuk siswi itu minum , dan meletakan air itu dimeja yang berada disebelah bangku panjang
Lalu Ar Dheo mengambil kursi dan duduk didepan siswi itu ya dengan jarak 1meter kurang
Dengan mulut yang sedikit terisi oleh bubur siswi itu menjawab pertanyaan Ar Dheo
"Namaku Larassya aku dari Xll (12) OTKP 2"
Jawab ia sambil melanjutkan makannya
"Ohh anak OTKP"
Sahut Ar Dheo sambil mengangguk ngangguk paham
Larassya lalu menutup bungkusan bubur tadi yang ia makan dan meletakkannya di atas meja dan mengalih mengambil minum yang sudah diambilkan oleh Ar Dheo
Setelah kenyang dan minum Larassya merapihkan rambutnya seragamnya yang sedikit berantakan
"Terima kasih atas bubur tadi ya aku jadi kenyang"
Sungkan Asyaa tersenyum sambil menatap Ar Dheo
"Iya sama-sama , ah iya minum obatmu dulu baru abis itu aku antar kamu kelas mu!"
Tegas Ar Dheo sambil merapihkan rompi dan dasi nya
Asyaa yang teringat dengan obat itu langsung mengambil nya dan meminumnya
(Larassya atau yang sering dipanggil akrab oleh teman nya dengan sebutan Asyaa)
"Sudah? Ayok ku antar ke kelas mu Lass... Eumm siapa namamu tadi?"
"Larassya panggil saja Asyaa agar mudah mengingatnya"
Jawab Asyaa sambil memakai kacamata photocromic nya dan mencari tas ransel nya
"Dimana tas ku?"
Bingung Asyaa sambil melihat sekeliling R.O
"Tadi temanmu sudah membawanya jadi kau hanya akan membawa tubuhmu saja ke kelas"
jawab Ar Dheo sambil menuju pintu R.O , dan dibelakang Asyaa langsung mengekori Ar Dheo , dan mereka pun langsung menaiki anak tangga
Karna kelas mereka tepat berada di lantai 3 jadi mereka Harus menaiki anak tangga satu persatu untuk ke kelas , bisa saja mereka menaiki lift tapi saat ini lift itu sedang masa perbaikan ya mau gamau harus naik tangga deh
Mereka sudah berada dilantai 2 , kini Ar Dheo sudah ingin menaiki anak tangga untuk ke lantai 3 tapi Asyaa menahan nya
"Heii kau tunggu aku , lelah sekali menaiki anak tangga ini nanti kepala ku bisa kembali pusing"
Keluh Asyaa yang Tersenggal-senggal sambil memegang tembok dengan satu tangannya
Ar Dheo yang mendengar nya langsung menghentikan langkahnya dan kembali kearah Asyaa sambil menuruni beberapa anak tangga
"Apa mau ku gendong?"
Tanya Ar Dheo dengan santai sambil mengantongi ke 2 tangannya di saku celana
"Hah?! Kau gila ya nanti kita bisa jadi pusat perhatian siswa/i disini!"
Celoteh Asyaa karna terkejut mendengar ucapan Ar Dheo yang ingin menggendong sampai kelas
Ar Dheo hanya menatapnya dengan senyum tipis karna melihat tingkah Asyaa yang terkejut
"Sudah sudah tidak usah macam-macam aku masih sanggup menaiki anak tangga ini , lagi pula sudah hampir sampai kan?"
Gumam Asyaa sambil menaiki 6 anak tangga dan sampailah mereka di lantai 3 , dia teringat tadi sempat melewati Ar Dheo begitu saja untuk terus berjalan ke lantai 3
"Ahh iya si tampan itu.."
__ADS_1
Asyaa langsung membalikan tubuhnya dan ya Ar Dheo sudah berada tepat dibelakang nya
"Aahhkk!! Astaga kau ini! Apa kakimu terbuat dari angin? Mengapa aku tidak mendengar langkah kakimu? Untung saja jantungku tidak pindah ke lambung karna terkejut"
Cerocos Asyaa hingga terdengar sampai kelas Xll TataBoga , karna kelasnya tepat sekali didekat tangga
Ar Dheo hanya menahan tawa nya dan langsung membalikan badan Asyaa dan memegang bahu Asya lalu mendorong nya sampai ke kelas seperti sedang bermain kereta keretaan saja , dan ya mereka jadi pusat perhatian
Siswa/i yang berada didalam kelas yang kelasnya itu sempat dilewati Ar Dheo dan Larassya (Kelas TataBoga & Kelas OTKP 3)
Setelah sampai depan kelas OTKP2 Ar Dheo melepaskan tangannya dari pundak Asyaa dan hendak kembali berbalik dan kembali ke kelas nya
Tapi Asyaa memanggilnya
"Heii.. tunggu , siapa namamu? Aku kan belum tau namamu dari tadi?"
"Ar Dheo panggil saja Dheo , sudahkan tidak ada yang ingin kau tanyakan lagi?"
Jawab Ar Dheo sambil menatapnya
"Oke baiklah , tidak ada yang ingin ku katakan lagi"
Ar Dheo pun berbalik lalu hendak melangkah tapi Asyaa kembali memanggil nya
"Eitssh.. tunggu tunggu dimana kelas mu? Kau anak jurusan apa? Hehe"
Tanya Asyaa cengengesan
Ar Dheo yang sedikit jengkel dengan itu langsung membalikan badannya lagi dan menjawab pertanyaan Asyaa dengan detail
"Kelasku di sana , lurus lalu melewati 3 kelas dan sampailah disitu kelas ku Xll BDP3 , sudah? Apa masih ada yang ingin kau tanyakan lagi? Apa kau ingin bertanya sekalian dimana rumahku? Dan Dimana aku lahir?
Sahut Ar Dheo dengan nada jengkelnya
"Hehehe maaf maaf , maaf ya Dheo , aku tidak bermaksud begitu , kau juga si tadi membuatku jengkel dengan tiba-tiba muncul dibelakang ku tak bersuara , ah iya apa tadi? Kau ingin sekalian memberi tahu di mana rumahmu dan tempat lahirmu? Kalau kau ingin silahkan saja aku siap mendengar nya"
Seringai Asyaa yang asik menggodai Ar Dheo yang tengah jengkel itu
Ar Dheo yang sudah sedikit emosian langsung membalikan badan Asya dan mendorongnya perlahan masuk ke kelas nya
Asyaa yang tau Ar Dheo tengah kesal hanya bisa tertawa saja melihat tingkah Ar Dheo kalau sedang kesal , Asyaa kembali keluar dan berteriak
"TERIMA KASIH TEMAN BAIKK!"
Ar Dheo yang mendengar nya hanya tersenyum saja dan tetap fokus kepada langkahnya Sambil mengantongi kedua tangannya kedalam saku celana
Disisi lain ada Alzzy yang memperhatikan nya dari dalam kelas Xll TataBoga , melihat dan terus memperhatikan jalan Ar Dheo hingga Ar Dheo sampai dikelasnya , Ar Dheo sudah tau saat ia lewat kelas TataBoga ada yang memperhatikan nya sedari tadi
Ya ampun dia sangat gagah , tampan , baik , pintar dan tinggi , sangat idaman sekali apakah aku bisa memilikinya?
Batin Alzzy memuji Ar Dheo dan bertanya tanya , tanpa Zy sadari dia tengah tersenyum saat ia sedang menatap Ar Dheo yang sudah hilang dari pandangannya
Ehh.. mikir apa si aku ini mana mungkin dia mau denganku , ah tapi kalau dia tidak mau menjadi kekasih ku jadi teman dekatnya atau TTM an nya pun aku bersedia , ya ampun Ar Dheo pria idaman ku
Batin Alzzy yang semakin meronta-ronta itu terus berkata kemana-mana , sampai dia terus melebarkan senyumnya
PLETAKKK!
"Aaww! s,sakit tau aduhh"
Ringis Alzzy kesakitan sambil mengusap-usap keningnya karna keningnya disentil oleh Shem , karna Shem memerhatikan Zy yang sedari tadi senyum senyum sendiri melihat Ruang kelas XII BDP 3
"Kau ini kenapa si? Dari tadi senyum-senyum sendiri apa kau sudah tidak waras?"
Ucap Shem yang bingung dengan tingkah kawannya itu belakangan ini , Shem pun langsung duduk disebelah Alzzy dan ikut melihat ke arah kelas XII BDP 3
"Heii..!! Apa yang kau lakukan?"
Sontak Zy pun mendorong Shem yang terlalu dekat dengan dirinya
"Aduhh untung aku tidak terjatuh a,aku hanya mengikuti mu memperhatikan kelas XII BDP 3"
Sahut Shem yang kembali menatap kelas itu tapi dengan jarak normal tidak sedekat tadi
"Apa jangan-jangan ada pria yang kau suka ya dari kelas XII BDP 3? Hm?
Bisik Shem tepat ditelinga Zy
"Iihhh... sudah ku katakan jangan terlalu dekat dengan ku , apa telinga mu tuli?"
__ADS_1
Omel Zy yang kesal karna tingkah Shem yang membuat dirinya terganggu saat sedang memperhatikan kelas Ar Dheo , dan hanya dibalas dengan tawa kecil oleh Shem dan mereka pun melanjutkan mengerjai tugas dari guru yang ada dikelas mereka.