
Memeluk tubuh mungil di balik selimut tebal sesekali ia cium pucuk kepala wanita yang paling ia cintai.
Wanita yang sudah 5 tahun menjadi kekasihnya,wanita yang tiba tiba ada di dalam kehidupannya dan berhasil merubah semuanya.
Clara anggrayni itu lah nama nya yang selalu menghiasi hari hari evan renandra abimana.
"Agrrrr"
Clara menggeliat meregangkan otot otot nya yang serasa sangat kaku.
"Love!! Sudah bangun?"ucap clara yang telah membuka matanya dengan sempurna.
Melihat sang kekasih yang sedang memeluknya,ia belai wajah sang kekasih yang menatapnya lekat menatap nya dengan punuh kasih sayang.
"I love you babby."ucap evan tanpa menjawab pertanyaan kekasih nya.
"I love you too."ucap clara tersenyum manis.
"Jangan pernah tinggalkan aku ya babby!"ucap evan mebelai wajah cantik kekasihnya.
"Aku gak akan ninggalin kamu love."ucap clara dengan tulus.
♡♡♡
Sepasang suami istri paruh baya sedang berada di ruang keluarga,entah apa yang sedang mereka bahas yang nampak sangat serius.
"Bagaimana pun cara nya evan harus menikah dengan putri sahabat papa ma!!"ucap pria paruh baya tak lain adalah wahyu abimana.
"Ia pa,mama tau."ucap wanita paruh baya yang tak lain adalah sarah abimana.
Wahyu dan sarah adalah orang tua dari evan renandra abimana.
"Mama akan bicara sama wanita ****** itu pa,wanita itu harus menjauhi evan!"ucap sarah dengan wajah penuh emosi.
"Harus itu ma,mama harus secepatnya menemui wanita sialan itu!"ucap wahyu berdiri dari duduk nya dan mengambil jas miliknya yang ada di soffa tempat ia duduk.
"Papa harus kekantor dulu ma hari ini ada rapat penting,dan otomatis evan akan ikut sama papa dan ini kesempatan mama untuk menemui wanita sialan itu."ucap wahyu
Sarah berdiri mendekati sang suami lalu mengecup tangan sang suami.
Sedangkan wahyu mengecup dahi sang istri dan ******* sedik bibir sang istri.
"I love you"ucap wahyu tersenyum.
"I love you too"ucap sarah yang juga tersenyum.
Hampir 30 tahun pernikahan mereka namun cinta yang mereka punya tidak pernah pudar.
¡¡¡¡¡
__ADS_1
Clara bekerja di caffe sang kekasih sebagai pelayan caffe,sebenarnya evan sudah menyuruh clara untuk menjadi sekertaris nya namun clara menolak ia lebih suka menjadi pelayan caffe dari pada harus melihat tumpuk tumpukan berkas yang sama sekali ia tak mengerti.
Di sini lah ia sekarang sedang mengepel meja yang baru saja selesai di gunakan.
"Clara!!"ucap seorang wanita paruh baya.
Sontak saja clara pun mendongak melihat siapa yang telah memanggilnya.
Ternyata ibunda dari evan yang menemuinya,"selamat siang nyonyah"ucap clara sopan menundukan kepalanya.
"Saya mau bicara sama kamu!"ucap sarah menatap datar clara.
Clara yang di tatap sedemikian langsung menunduk dan jantung berdetak dengan sangat cepat.
"Baik nyonya."ucap clara
"Ayo ikut saya!"ucap sarah membalikan tubuhnya membelakangi clara.
"Ta..tapi saya belum minta izin sama boss saya nyonya."ucap clara gemetar.
"Tidak perlu minta izin,ini caffe punya anak saya berarti saya juga boss nya di sini dan diana itu hanya boss di bawah saya."ucap sarah kembali menatap clara dengan wajah semakin datar.
"Ba..baik nyonya,saya minta maaf."ucap clara lalu mengikuti langkah calon ibu mertuanya itu.
Sarah membawa clara ke caffe the mora milik sang sahabat ia akan berbicara dengan clara.
"Jauhi evan!!"ucap sarah setelah pelayan mengantar dua jus jeruk.
"Ta..tapi nyonyah..."ucap clara tebata dan tidak bisa lagi melanjutkan kata katanya.
"Tulis lah berapa uang yang kau mau!"ucap sarah datar sambil memberikan selembar chek.
Mata clara kembali berkaca kaca,sebegitu buruk kah orang tua evan menganggap dirinya.
"Maaf nyonya saya tidak butuh uang,untuk meninggalkan evan."ucap clara menyeka air mata yang mengalir di wajah cantik nya.
"Sombong"ucap sarah
"Saya mencintai evan dengan tulus bukan karna hartanya nyonyah."ucap clara membuat sarah tersenyum sinis.
"Saya tidak percaya!"ucap sarah menatap lekat kekasih putra nya itu.
"Sekali lagi saya kata kan jauhi evan!"ucap sarah
"Sebentar lagi evan akan menikah dengan wanita yang layak untuk nya bukan seperti mu wanita ******!"ucap sarah menekan kata ****** pada clara.
Clara memejamkan mata nya kala mendengar penghinaan dari ibunda kekasihnya itu.
"Saya tau kamu mendekati putra saya karna dia kaya iya kan?"ucap sarah melotot.
__ADS_1
"Daan kamu berharap menyandang sebagai nyonya muda abimana di keluarga saya jangan harap itu!"ucap sarah penuh emosi.
"Saya mau kamu meninggalkan evan secepat nya atau kau akan menanggung derita ini semua!"ucap sarah mengeluarkan amplop coklat dan memberikan nya pada clara.
"Terima ini dan pergi tinggalkan evan!"ucap sarah lalu pergi.
Clara menatap nanar amplop berwarna coklat yang ada di atas meja dengan mata berkaca kaca.
Jujur ia tak sanggup untuk kehilangan evan,ia benar benar mencintai evan bukan karna harta.
Clara memejamkan mata lalu pergi dari caffe dan meninggalkan amplop yang di berikan sarah.
¤¤¤
Clara kembali ke caffe namun baru saja ia datang,ia di panggil boss nya yaitu diana.
Diana adalah sahabat nya diana lah yang menyuruh clara bekerja di caffe milik evan dan bertemu dengan evan dan akhirnya menjalin kasih.
'Kau begitu bodoh clara'batin clara lalu melangkah ke ruangan diana.
Diana duduk di kursi kebesarannya menatap lekat sahabatnya yang baru saja masuk kedalam ruangannya.
"Duduk lah clara!"ucap diana dengan nada begetar.
Clara tau ada sesuatu yang menggajal di hati sahabatnya itu.
"Aku minta maaf clara"ucap diana dengan mata berkaca kaca.
"Minta maaf?"ucap clara mengulang pertanyaan diana.
"Kamu aku pecat"ucap diana menatap sahabatnya.
Clara tersenyum menatap diana,ia tau sahabatnya tidak mungkin memecatnya tanpa alasan dan ia pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Kenapa?,apa gara gara aku tadi tidak minta izin sama kamu waktu aku keluar?"ucap clara setenang mungkin,diana menggeleng.
"Terus,alasan kamu memecat ku apa?"ucap clara
"Nyonya besar tadi datang ke sini dan menyuruh ku untuk memecat mu clara,aku sudah berusaha mengatakan untuk tidak memecat mu pada nyonya besar,tapi kalau aku tidak memecat mu beliau akan memecat kita berdua."ucap diana menjelaskan pada sahabatnya.
"Kau tau kan clara aku masih sangat membutuh kan pekerjaan ini karna adik ku sakit."ucap diana lagi lagi clara hanya tersenyum menatap sahbatnya.
"Ia aku tau,semoga lili cepat sembuh diana."ucap clara bangun dari duduk nya.
"Ini gaji kamu bulan ini clara."ucap diana menberikan amplop berwarna coklat pada sahabatnya.
"Terimakasih diana."ucap clara mengambil amplop tersebut.
Diana berdiri dan menghampiri sang sahabat dan memeluk sahabatnya dan menangis.
__ADS_1
BeRsAmBuNg...