
Amora membawa clara ke apartemen nya di sana ada suaminya yang sudah bersiap ingin pergi untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dan besok akan kembali ke kuala lumpur.
"Sayang!"ucap suami amora kala melihat pintu apartemennya terbuka.
"Ya honey,ini aku."ucap amora masuk ke dalam apartemennya.
"Clara!!"ucap suami amora ketika melihat clara masuk bersama amora dengan mata sembamnya.
"Ada apa?"ucap suami amora bingung.
"Sudah lah honey sebaiknya kamu pergi dulu untuk menyelesaikan pekerjaan mu abis itu aku akan cerita semuanya!."ucap amora mendekati suaminya yang berdiri di dekat soffa ruang tamunya.
Amora merapikan dasi sang suami lalu mengecup pipi suaminya."i love you"ucap amora tersenyum manis.
"I love you too"ucap suami amora lalu mengecup pucuk kepala istrinya.
"By abang pergi dulu sayang."ucap suami amora tersenyum manis.
"Clara kamu ok?"ucap suami amora menatap sahabat istrinya dengan iba.
Clara tersenyum dan mengangguk.
Amora mengajak clara duduk di soffa yang ada di ruang tamu yang ada di apartemennya.
Setelah suaminya keluar dari apartemennya clara memeluk sahabatnya menangis di pundak sahabatnya.
Amora membiarkan clara menangis untuk mencurahkan isi hatinya amora elus punggung sang sahabat untuk menenangkan sahabatnya.
Merasa sudah tenang clara melepaskan pelukannya mengambil tissu yang ada di meja clara menyeka air matanya dengan tissu.
Clara mulai menceritakan semuanya dari evan yang satu bulan belakangan ini sibuk di luar kota hingga sarah dan areta menemuinya.
"Brengsek."ucap amora menggenggam tangannya menahan emosi yang memuncak.
"Jadi kamu hanya di jadikan pelampisan olehnya?"ucap amora menatap iba sahabatnya.
"Aku gak tau beb,kata bibik sarah setelah ia menikahi pacar masalalunya itu ia juga mau menikahiku."ucap clara air mata kembali menetes.
"Kau ingin di jadikan istri simpanan?"ucap amora
"Aku tidak tau."ucap clara kembali menyeka air mata nya.
Amora memejamkan mata nya mencoba untuk menahan emosi yang meledak merasakan sakit hati sang sahabat.
"Ponsel mu mana cla?"ucap amora
"Untuk apa?"ucap clara tapi mengambil ponsel miliknya dari saku celananya.
"Sini!"ucap amora mengambil ponsel clara lalu berjalan keluar apartemen.
Tak berapa lama amora masuk dengan tangan kosong clara mengerenyitkan dahinya.
__ADS_1
"Mana ponsel ku mora?"ucap clara
"Sudah aku buang."ucap amora duduk di samping sahabatnya.
"Besok kamu ikut aku sama azman ke kuala lumpur di sana kamu bisa bekerja di kedai milik suami ku."ucap amora
Clara menatap sahabatnya dengan tatapan tak bisa di artikan,clara kembali memeluk amora sungguh ia sangat bahagia mempunayai sahabat seperti amora yang selalu ada untuknya.
《》《》《》
Wahyu berjalan sambil menggengam erat jari jemari istrinya,menaiki anak tangga untuk menemui putra semata wayangnya.
Membuka pintu kamar evan,nampak evan terbaring lemah di ranjang berukuran king size.
Sarah yang melihatnya pun segera bergegas mendekati sang putra,ia raba dahi evan membolak balikan telapak tangannya.
"Kamu sakit?"ucap wahyu melihat putranya yang terus memejamkan matanya.
"Tidak"hanya itu yang keluar dari mulut evan.
Ketika sarah kembali untuk memeriksa suhu tubuhnya evan membekap mulutnya,berdiri dan berlari kekamar mandi membuat wahyu dan sarah saling tatap.
"Pa panggil dokter saja,nampaknya evan lagi tidak sehat pa."ucap sarah mendekati suaminya.
"Ya udah papa telfon eza dulu,mama temui saja evan di kamar mandi!,ada apa dengannya itu muntah muntah tidak jelas?"ucap wahyu mengeluarkan ponselnya dari saku celana nya.
Sarah pun bergegas menyusul evan yang masih berada di dalam kamar mandi.
"Evan ada apa sayang?"ucap sarah kembali mendekat ingin mengurut tengkuk leher evan.
"Kenapa?"ucap sarah heran
"Mama keluar saja,evan sudah selelsai bentar lagi nyusul kekamar."ucap evan menyuruh ibundanya keluar.
Sarah menurut saja melihat anak nya bertingkah aneh membuat sarah bertambah bingung.
Evan keluar masih memencet hidungnya duduk di ranjang milik nya sedangkan sarah duduk di soffa yang ada di kamar putranya.
"Mama pakai parfum apaan kok bau nya aneh sih?"ucap evan yang terus memencet hidung mancungnya.
Sarah mencoba mencium bau parfum darinya dengan mengangkat bergantian tangannya.
"Mama gak perna ganti parfum evan,parfum mama ya masih sama dengan yang mama pakai."ucap sarah menurunkan kedua tangannya menatap putranya.
"Bohong,biasanya aku dekat dekat mama gak seperti ini biasa saja."ucap evan berbaring menahan sakit kepala yang masih terasa nyeri.
"Kamu tu yang aneh,bukan bau parfum mama yang bau aneh."ucap sarah
Ketika mereka berdebat masalah minyak wangi wahyu datang dengan membawa seorang pria berjas putih siapa lagi kalau bukan seorang dokter.
Mencoba memeriksa pasien dahi dokter mengerenyit."apa yang kamu rasakan evan?"ucap dokter bernama eza sekaligus teman wahyu.
__ADS_1
"Pusing om,kalau mencium bau aneh perut ku terasa mual ingin muntah,tapi waktu muntah gak ada yang keluar hanya cairan saja."ucap evan masih terus memejamkan matanya.
"Ini om kasih kamu obat pereda nyeri di kepala mu,nanti selesai makan kamu minum obatnya ya!"ucap dokter eza menaroh beberapa obat di atas nakas yang ada di sebelah ranjang evan.
Wahyu mendekati dokter eza ketika dokter eza selesai memeriksa putranya itu.
"Ada apa dengan evan za?"ucap wahyu bersedekap dada.
"Nanti saya ceritakan di luar wahyu,biarkan evan istirahat dulu."ucap dokter eza selesai menaruh peralatannya ke dalam tas nya.
Dokter eza,wahyu dan sarah keluar dari kamar evan mereka berjalan menuju ruang keluarga.
Eza duduk di kursi single sedangkan wahyu dan sarah duduk berdampingan di seberang dokter eza.
"Ada apa dengan eza?"ucap sarah tidak sabar mendengar apa kata teman suaminya itu.
"Apa evan sudah menikah wahyu?"ucap dokter eza menatap lekat wahyu.
"Ya belumlah eza,kalau evan menikah kau tetap aku undang eza."ucap wahyu kesal.
Dokter eza menarik nafas perlahan lalu membuangnya kasar.
"Apa evan mempunyai pacar?"ucap dokter eza lagi.
"Tutup poin saja dokter tidak usah banyak tanya!"ucap sarah merasa jengah terhadap dokter eza.
"Biasanya yang di alami evan itu adalah ketika orang sudah menikah.."ucap dokter eza
"Maksudnya gimana sih?"ucap sarah tidak memgerti.
"Suami yang mengidam istri yang hamil."ucap dokter eza menjelaskan.
"Apa?"ucap wahyu berdiri dari duduknya menatap lekat dokter eza.
《》《》《》
Clara,amora dan azman baru saja tiba di kuala lumpur amora sudah minta izin pada suaminya untuk membawa clara ikut dengan mereka dan azman pun mengizinkan.
Clara menarik koper memasuki rumah super besar ini clara tersenyu,sunggu beruntung amora mempunyai suami seperti azman baik dan tidak sombong.
"Clara anggap saja seperti rumah sendiri!"ucap azman yang merangkul istrinya.
"Ayok babby aku tunjukan kamar mu."ucap amora
Clara tersenyum lalu mengangguk.
"Sayang tak usah lama lama,abang tunggu di kamar."bisik azman di telinga amora.
Clara dan amora pun pergi kekamar tamu yang ada di lantai satu.
"Ini kamar kamu semoga betah ya tinggal di rumah kami babby."ucap amora
__ADS_1
Clara kembali tersenyum,"terimakasih sudah mau menampung aku beb,kalau tak ada kamu aku tidak tau harus gimana dan mau apa."ucap clara memegang tangan sahabatnya.
"Itu lah gunanya sahabat cla,aku kekamar dulu ya suami sudah menunggu."ucap amora sedikit tertawa.