
Dua sejoli masih tertidur saling berpelukan di ranjang yang berukuran king size,sang wanita membenamkan wajahnya di dada bidang pria tanpa memakai sehelai benang pun dan hanya selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
Wanita itu menggeliat dan mengerjabkan matanya dan membuka nya sempurna.nampak wajah pria yang selalu ia cintai sedang tertidur pulas dengan wajah polosnya.
Ia belai wajah tampan yang selalu membuat ia tidak bisa untuk berpaling dari sang kekasih.
"Love aku berharap kita secepatnya menikah dan tidur berdua seperti ini."gumam wanita itu.
Yups sepasang kekasih itu adalah evan dan clara.
"Babby!!,kau sudah bangun?"ucap evan masih memejamkan matanya.
"Eh!,maaf love aku mengganggumu."ucap clara menarik tangan nya dari wajah kekasihnya.
"Tidak babby aku menyukainya."ucap evan membuka mata lalu menarik tubuh mungil clara supaya lebih menempel dengan dirinya.
Ia kecup dahi,hidung lalu bibir tipis clara dan ******* nya sedikit.
"Ingin rasanya aku seperti ini terus babby,bangun tidur bisa memandang wajah cantik mu,bisa merasakan kehangatan tubuh mu."ucap evan dengan wajah khas bangun tidur.
Clara tersenyum,jujur saja ia pun begitu ingin secepatnya menikah dan hidup bersama.
"Kapan kata papa mu kau akan melamar ku love?"ucap clara menanyakan kapan evan dan clara akan bertunangan.
"Papa bilang mungin satu minggu lagi babby."ucap evan mencium leher jenjang kekasihnya hingga membuat kekasihnya mendesah.
"Bagaimana kalau satu ronde lagi babby?"ucap evan berbisik di telinga clara lalu menjilat telinganya.
"Shhh,dasar kau ini kita baru saja selesau pukul tiga pagi love dan sekarang kau mau lagi?"ucap clara dengan mendesah karna evan terus saja mencium leher jenjangnya dan memberi tanda cinta di leher sang kekasih.
¤¤¤
Begitu pun di kamar super mewah di kediaman abimana yang mana baru bangun tidur dan melakukan hal sama dengan sang putra.
Hentakan demi hentakan yang ia lakukan pada sang istri yang terus mendesah dan menjerit akibat serangan dari sang suami.
Bhukkss
Wahyu ambruk di atas tubuh istrinya dengan keringat bercucuran,ia kecup dahi istrinya.
"Semoga saja yang ini jadi ya ma."ucap wahyu kembali ******* bibir istrinya.
Wahyu sangat mengharapkan anak kedua mereka hingga ia harus bekerja lebih ekstra untuk mendapatkan anak kedua nya.
"Semoga saja pa."ucap sarah tersenyum lalu mengecup bibir wahyu.
"Ayo pa kita mandi,areta pasti sudah nungguin kita untuk sarapan."ucap sarah mendorong tubuh kekar suaminya supaya bangun dari atas tubuhnya.
"Di kamar mandi satu ronde lagi ya ma."ucap wahyu duduk di sisi ranjang tanpa memakai baju.
"Tida pa!!,mama capek."ucap sarah berdiri lalu berjalan kearah kamar mandi dengan gontai dan di susul oleh wahyu.
__ADS_1
《》《》《》
Wahyu,sarah dan areta baru saja selesai sarapan pagi dan mereka kini sedang duduk di taman yang ada di kediaman abimana.
Sambil bercerita tentang keluaga areta di eropa,dan juga putra nya mereka.
"Jadi kamu di sana hanya di tugaskan orang tua mu untuk fokus untuk belajar?"ucap wahyu
"Ya begitulah uncle,tapi setelah saya kuliah eh malah di suruh kembali ke indonesia dan bertemu kalian."ucap areta tertawa renyah.
Namun ketika mereka sedang mengobrol tiba tiba seorang datang menghampiri mereka,areta yang posisinya membelakangi pria itu melihat wahyu berdiri ia pun ikut berdiri.
"Evan kamu sudah pulang."ucap wahyu
"Ya pa,aku pulang dan besok kembali lagi ke kota malang."ucap evan tersenyum kecut.
'Su..su..suara i..i..itu.'batin areta dan sekuat tenaga untuk membalikan tubuh nya menghadap kearah evan.
Dua pasang mata beradu pandang dan sama sama saling memandang.
"E...e..evan!"ucap areta terbata melihat pria di hadapannya.
"Re..reta."ucap evan memanggil nama areta dengan sebutan reta.
Membuat wahyu dan sarah saling pandang."mereka saling kenal?"ucap keduanya saambil berbisik.
Areta menatap evan dengan mata berkaca kaca,menatap penuh kerinduan berbanding terbalik dengan evan yang memandang areta penuh kebencian.
4 tahun bertahan dengan keterpurukan hingga ia bertemu clara dan mengubah semuanya.
Menetes sudah air mata areta,ia sangat merindukan pria di hadapannya ini.
Berjalan menghampiri evan lalu memeluknya,evan yang tidak sadar dengan sikap areta yang tiba tiba memeluknya hanya bisa diam dan mematung.
"Aku rindu kamu."ucap areta memeluk erat evan.
《》《》《》
Clara duduk di sisi ranjang sambil memijit keningnya yang mulai pusing,ada apa dengan dirinya ini tiba tiba sakit kepala.
Mengambil minyak kayu putih yang ada di laci di nakas kamarnya lalu ia oles di pelipis dan sedikit ia hirup.
"Kenapa tiba tiba kepala ku pusing?"ucap clara memijit mijit pelipis nya.
"Huff,apa aku telfon evan suapaya dia kesini?"ucap clara menatap nanar ponselnya yang berada di atas nakas.
"Ah,ada apa dengan ku ini,evan baru saja pulang dan aku ingin dia kesini."ucap nya lagi.
"Sebenarnya aku ini kenapa kok aneh sekali,ingin di dekat evan terus?"dengus clara mengambil ponselnya.
Lalu menelfon sahabat nya,ia akan mengatakan kalau ia tidak bisa bekerja karna tidak enak badan.
__ADS_1
Setelah menelfon anisa clara meminum obat sakit kepala yang dua lalu ia beli di apotik.
'Sebenarnya ada apa dengan ku ini?'batin clara lalu berbaring untuk beristirahat.
☆☆☆
Areta menyeka air matanya yang mengalir di pipi nya,bahagia itu lah yang di rasakan areta kala bertemu kembali dengan evan lelaki yang selalu ada di hatinya meski pun sepuluh tahun berpisah.
"Kalian sudah saling kenal?"ucap wahyu setelah menyuruh evan dan areta duduk di kursi taman.
"Hmmm"evan hanya berdehem dengan wajah datarnya.
"Ia uncle,aku sama evan sudah saling kenal."ucap areta
"Kami dulu waktu masih sma sepasang kekasih."ucap areta membuat sarah dan wahyu saling menoleh lalu tersenyu.
"Dan kini pun kami...."ucap areta terputus.
"Sudah tidak lagi!!"ucap evan datar tanpa menoleh kearah areta.
"Evan!!"ucap wahyu menatap evan dengan mata melotot.
"Hufss"evan mengembuskan nafas kasar.
'Kenapa dia ada disini?'batin evan melirik areta tidak suka.
"Lanjutkan areta!"ucap sarah kala melihat evan sudah tidak lagi berbicara.
"Kami berpisah setelah lulus,lalu aku di bawa mami sama papi ke eropa,"ucap areta menarik nafas perlahan.
"Saat berpisah kami tidak ada kata putus aunty,apakah kami ini masih sepasang kekasih atau..."ucap areta terhenti melirik kearah evan.
"Tidak lagi reta!,di saat kamu pergi dan tidak lagi menghubungi di saat itu lah hubungan kita sudah berakhir!"ucap evan menegaskan kalau dirinya dan areta sudah bukan lagi sepasang kekasih.
Menetes sudah air mata areta mendengar perkataan pria yang selalu ada di dalam hatinya itu.
"Dan kenapa kamu ada di rumah orang tua ku?"ucap evan menatap areta tajam.
"Evan!!,apa kamu tidak bisa berbicara sedikit lebih lembut kepada areta?"ucap wahyu membentak evan.
"Tidak bisa pa,aku melihatnya saja sudah tidak sudi apalagi harus berbicara lembut pada dia!"ucap evan menunjuk areta tapi matanya masih menatap wahyu.
Wahyu berdiri lalu.
Plakkk
Wahyu menampar wajah tampan evan dengan kasar."dasar anak tidak tau sopan santun!"ucap wahyu dengan mata memerah.
Areta dan sarah ikut berdiri karna laget akan tindakan wahyu.
"Pa!!"ucap sarah mendekat dan memeluk wahyu untuk meredam emosi suaminya.
__ADS_1
BeRsAmBuNg...