Tabir Rindu

Tabir Rindu
TR 10


__ADS_3

Wahyu duduk di bangku kebesarannya sambil menopang dagunya dengan sebelah tangannya,memikirkan perkataan dokter eza tadi di rumahnya.


Sesekali ia memejamkan mata nya mencerna perkataan dokter eza.


'Apa mungkin wanita itu hami?'batinnya


'Kalau dia hamil aku harus mencarinya!'batinya lagi lalu berdiri meninggalkan ruangannya.


Sebelum memutuskan untuk mencari clara wahyu pulang dulu ke rumahnya untuk mengatakan pada istrinya bahwa ia akan mencari clara.


《》《》《》


Evan yang baru saja memakan martabak yang di belikan oleh areta mencuci tangan nya di kamar mandi lalu kembali ke ranjang nya.


Ia melihat areta yang baru saja selesai mengangkat napan yang ada di nakas kamarnya.


"Makasih ya reta."ucap evan datar areta tersenyum lalu mengangguk.


Evan termenung mengingat bagaimana lahapnya ia memakan martabak yang dulunya ia tak mau memakannya.


Aneh?


Ya memang aneh bagi evan sakit kepala dari mulai bangun tidur hingga pukul 10 pagi.


Menoleh kearah pintu kamar evan mengerenyitkan dahinya ketika melihat pintu kamar tidak tertutup rapat.


"Apa aku sudah bisa keluar kamar"gumam evan tersenyum kecut.


Kalau ia sudah boleh keluar kamar ia akan segera pergi ke apartemen untuk menemui kekasihnya.


Evan kembali berbaring memejamkan matanya untuk tidur siang.


《》《》《》


Wahyu yang baru saja tiba di kediamanya segera mencari keberadaan istrinya ia akan mengatakan pada sarah akan mencari clara.


"Ma!"ucap wahyu membuka pintu kamar namun istrinya tidak ada.

__ADS_1


Wahyu duduk di sisi ranjang terdengar suara percikan air dari kamar mandi,wahyu tersenyum ternyata istrinya sedang mandi.


Wahyu bergegas membuka jaz miliknya melepas jam tangan lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


《》《》《》


Amora dan clara duduk ruang keluarga sambil menonton tv dan terkadang saling mengobrol.


Clara sejenak melupakan masalah percintaan nya ia nampak bahagia ketika sedang bersama amora.


Amora menatap nanar clara yang sedang tertawa.'aku berharap banget kamu segera move on dari evan babby'batin amora tersenyum.


'Semoga kamu memdapatkan pria yang lebih baik dari evan,aku tau ini sangat berat untuk mu tapi percayalah pasti ada pria yang baik hati dan menerima kekurangan mu.'batin amora yang mengetahui kalau clara yang sudah berkorban melepas ke suciannya untuk evan.


"Cla besok kalau kamu sudah gak capek,besok kamu sudah bisa kerja di kedai saya."ucap azman yang tiba tiba saja datang lalu duduk di samping istrinya.


"Iya azman,terimakasih kalaian sudah baik banget sama aku!"ucap clara tersenyum dengan tulus.


"Ia,itu lah gunanya sahabat cla."ucap azman merangkul istri tercintanya.


Clara segera memalingkan wajahnya ketika melihat keromantisan azman dan amora,secara tidak langsung dia mengingat di saat saat mereka sedang bermesraan.


《》《》《》


Evan berjalan menuruni anak tangga dengan wajah pucatnya tak sengaja evan berpapasan dengan ayahnya yang sedang mengenakan piyama tidurnya.


Evan hanya melirik sekilas lalu kembali melanjutkan jalannya,ia masih marah pada ayahnya karena mengurungnya dua minggu belakangan ini.


"Evan!!,mau kemana?"ucap wahyu memutar tubuhnya menghadap putranya yang sedanh menuruni anak tangga.


"Ke apartemen."ucap evan menghentikan langkah kakinya namun tidak menoleh kepada ayahnya.


"Untuk apa?,kamu masih belum sehat lebih baik istirahat saja!"ucap wahyu


"Aku akan istirahat di apartemen saja pa bosan di kamar terus."ucap evan lalu melangkahkan kakinya meninggalkan wahyu yang masih tepaku memandang anak semata wayangnya itu.


'Maafin papa van,karna ke egoisan papa kamu jadi seperri ini'batin wahyu mungkin barj menyadari kesalah yang ia buat untuk memisahkan evan dan clara.

__ADS_1


Evan meminta supir pribadi sang ayah untuk mengantarkan nya di apartemen miliknya..


Evan menyandarkan kepala sambil memejamkan matanya menahan raya mual yang tiba tiba saja datang.


Evan menutup hidungnya dengan tangannya,ada apa dengannya mencium bau mobil saja perutnya sudah ingin mengeluarkan isi perutnya.


tidak lama evan pun sampai ke apartemennya ia membuka pintu apartemen.


sepi??


ya itu lah yang saat ini di rasakannya dengan lesu ia berjalan menuju kamar di mana ia dan clara tidur.


"babby!"ucap evan membuka pintu kamar namun nihil ia melihat kesekeliling yang sedikit berdebu.


"clara!!"seru evan membuka pintu kamar mandi namun nihil.


evan yang memang masih lemah duduk di sisi ranjang."kemana clara?,apa dia belum pulang kerja?"ucap evan berdiri mendekati lemari dan membukanya.


evan melihat isi lemari yang hanya di isi dengan pakaiannya dan beberapa baju gaun yang evan belikan untuk clara.


namun baju yang biasa clara pakai sudah tidak ada lagi.


"babbu,kau meninggalkan ku?"ucap evan memejamkan mata menahan emosi yang hampir meledak.


dua minggu ia tidak memberi kabar dan tidak menemui clara namun sekarang ketika ia ingin menemui kekasihnya.


kekasihnya sudah pergi..


evan memilih duduk di ranjang yang berukuran king size ia sungguh masih lemas untuk beraktifitas ini itu dan juga ingin mencari kekasihnya.


evan menoleh ke arah nakas terdapat satu kertas di atas meja,evan mengambil kertas tersebut.


evan membaca surat yang clara tulis di secarik kertas mata evan memerah menggepalkan tangan menahan emosi.


"aku tidak selingkuh babby!!,aku di kurung papa di kamar ponsel ku di ambil oleh papa mangkanya aku tidak bisa menghubungi mu."ucap evan seakan menjelaskan pada clara.


"kau kemana babby?,aku tak bisa hidup tanpa mu."ucap evan meremas kertas yang sedang ia pegang itu.

__ADS_1


BeRsAmBuNg...


__ADS_2