Tabir Rindu

Tabir Rindu
TR 07


__ADS_3

Seminggu telah berlalu namun evan tidak ada sama sekali menghubungi atau mendatanginya seharus nya ia dan evan akan segera bertunangan.


Pertunangan yang tidak mengundang orang banya dan hanya mengundang keluarga dan teman dekat evan.


Menetes sudah air mata clara,mengingat semua yang di katakan evan.


'Kau membohongi ku love?,ini sudah satu minggu tapi kamu tidak ada kabar sama sekali.'batin clara menyeka air matanya bergegas mengambil mini bag untuk pergi ke tempat kerja nya.


Membuka pintu utama namun clara kaget melihat dua wanita beda umur berada di depan apartemen miliknya.


"Bi...bibik!"ucap clara sedikit gemetar.


Wanita yang di panggil bibik hanya tersenyum kecut lalu masuk ke dalam apartemen clara tanpa di suruhnya.


Sedangkan wanita mungkin seumuran dengan clara mengekor di belakang wanita paruh baya itu.


Clara menarik nafas perlahan lalu membuangnya kasar.


Ia tahu ini semua pasti ada hubungannya dengan evan dan dirinya.


Hingga ibunda evan datang menemuinya.


Sarah duduk bersilang di soffa melirik ke segala arah,dan melihat foto besar yang clara dan evan pajang di ruang itu.


Foto di mana evan memeluk clara dan hidung saling menempel.


Sarah tersenyum kecut,begitu bahagia kah putra nya bersama wanita itu?


Batin sarah yang tidak suka melihat clara dan evan.


"Ada apa bibi kesini?"ucap clara duduk di soffa yang ada di samping sarah duduk.


Sarah melirik clara dengan tatapan tidak bersahabat.


"Tinggalkan evan!!"ucap sarah tegas dan mata menatap clara lekat.


"Kenapa?"ucap clara hanya itu yang mampu ia ucapkan pada sarah.


"Karna evan akan menikah dengan areta pacar evan waktu masih sekolah dulu!"ucap sarah merangkul areta yang duduk di sampingnya sambil tersenyum manis.


"Pa...pacar waktu sma?"ucap clara dengan mata berkaca kaca.


Ya dia dulu mendengar kabar kalau evan sebelum dengan nya mempunyai pacar dan evan di tinggal pergi oleh pacarnya.


"Ya,areta adalah pacar evan mereka berpisah sepuluh tahun lalu dan kini areta sudah kembali..."ucap sarah terputus.

__ADS_1


"Tapi bukan kah aku dan evan akan bertunangan bik?,paman yang menjanjikan itu semua."ucap clara memberanikan diri untuk mengatakan itu semua.


"Ya suami ku memang menjanjikan itu semua clara,tapi apakah kamu tau evan lah yang membatalkan semua perjanjian itu?"ucap sarah tersenyum penuh makna


"karna areta dan evan akan segera menikah."ucap sarah mengeluarkan satu lembar undangan dari tas nya dan menaroh nya di meja.


Clara membaca nama di kartu undangan,air mata yang sedari tadi ia tahan langsung saja menetes.


"Kapan kau kembali?"ucap clara memandang wanita seumuran dengannya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Ia tau kalau evan dulu sangat mencintai wanita yang ada di hadapannya ini.


"Satu bulan yang lalu."dusta areta


Ya areta berdusta karena ia baru hadir disini satu minggu.


Areta sengaja berbohong karena ia ingin mendapatkan kembali evan dan ingin memisahkan evan dan clara.


"Saya mohon sama kamu,tinggalkan evan karna saya..."ucap areta menjeda omongannya membuat clara mengerenyitkan dahinya.


"Apa?"ucap clara yang tidak sabar untuk mendengar kelanjutan dari areta.


"Karna saya sedang mengandung anak evan."ucap areta meremas jari jemarinya sendiri.


Benarkah wanita ini hamil dan kapan evan melakukannya bukan kah selama ini evan berada di luar kota untuk bekerja.


Apakah evan di sana bersama wanita di hadapannya ini?


Clara membayangkan hal hal yang tidak pernah terfikirkan olehnya.


"Saya mohon clara tinggalkan evan biarkan ia menikah dengan areta karena areta sudah mengandung cucu saya anak dari evan!"ucap sarah dengan wajah di buat buat supaya clara percaya akan kebohongan yang mereka buat.


"Tapi evan tidak berbicara apa pun tentang ini bibik."ucap clara


"Ya evan memang tidak akan berbicara apa pun pada mu karna evan berniat setelah menikahi areta ia pun akan menikahi mu."ucap sarah


"Saya mohan dengan sangat sama kamu,tinggalkan evan apa kamu mau hidup di madu kalau saya tidak mau clara."ucap areta


"Kalau saja saya belum hamil,waktu mengetahui evan mempunyai pacar selama saya tinggal kan ke luar negri,saya akan meninggalkan evan tapi sekarang saya..."ucap areta menyeka sedikit air mata yang meleleh di pipinya.


"Akan aku fikirkan."ucap clara datar


"Tidak ada waktu lagi untuk kau berfikir,sebaiknya secepatnya kau meninggalkan kota ini dan pergi sejauh mungkin supaya evan tidak lagi mencari mu!"ucap sarah mengeluarkan amplop berwarna coklat dari tas nya dan menaroh di meja.


"Itu ada sedikit uang untuk kau pergi dari sini secepatnya."ucap sarah berdiri dan di ikuti areta.

__ADS_1


"Besok saya akan kesini lagi dan saya harap kau sudah pergi meninggalkan apartemen milik evan ini!"ucap sarah lalu pergi meninggalkan clara yang terdiam mematung di soffa.


☆☆☆


Evan memukul mukul tembok kamarnya ingin keluar dari kamar namun tidak bisa ia masih di kurung oleh ayahnya di kamar.


Ia sangat merindukan kekasihnya,seharusnya hari ini ia sudah mengajak clara untuk bertemu keluarga besarnya dan menyematkan cincin di jari manisnya,berjanji untuk melamar clara dan bertunangan hanya mengundang keluarga dekatnya dan serta teman teman dekatnya.


Namun semua itu sudah pupus,ayahnya telah membohonginya.


Ceklekkk


Pintu kamar terbuka evan menatap nanar pria paruh baya yang mendatangi dirinya.


Ingin sekali evan memukul wajah angkuh sang ayah.


"Pa!,kenapa papa harus berbohong?"ucap evan ketika melihat papanya duduk di soffa yang ada di kamarnya.


"Papa berbohong apa evan?"ucap wahyu menatap datar putranya.


"Papa sudah berjanji,aku dan clara akan bertunangan bukan?"ucap evan menatap nanar ayahnya.


"Tapi kenapa papa malah mengurungku satu minggu ini,aku mengatakan pada clara satu minggu lagi kami akan bertunangan pa."ucap evan dengan emosi yang sudah meledak ledak.


"Itu salah mu kenapa mengatakan satu minggu lagi bertunagan,padahal papa tidak ada bicara kalau kau akan bertunagan dengannya dalam minggu ini."ucap wahyu santai dan duduk bersilang di ranjang milik evan.


Wajah evan memerah mendengar perkataan sang ayah.


"Bukan nya papa menyetujui hubungan ku dengan clara?"ucap evan menatap sang ayah dengan tatapan bingung.


"Papa hanya mengatakan menyetujui dan papa tidak pernah mengatakan kalau kalian akan bertunangan evan,lagian papa tidak suka kau menjalin kasih dengan wanita yang tidak tau asala usulnya nya itu."ucap wahyu


"Papa!"ucap evan lirih tidak menyangka  bahwa sang ayah telah menipunya.


"Papa lebih setuju kau bersama areta,karna areta sudah jelas asal usulnya evan."ucap wahyu menarik nafas membuangnya perlahan.


"Aku tidak mencintainya pa."ucap evan


"Kau mencintainya evan,hanya saja ego mu itu lebih tinggi untuk mengakui kau masih mencintai areta."ucap evan berdiri dan mendekati anaknya yang berdiri di dekat dinding jendela.


"Tidak pa semenjak clara hadir semua rasa cinta ku pada reta sudah hilang dan di hati ku ini hanya ada clara tidak ada yang lain!"ucap evan sambil memegang dada nya.


"Terserah apa kata mu evan!"ucap wahyu lalu pergi meninggalkan evan sendiri si kamarnya.


BeRsAmBuNg...

__ADS_1


__ADS_2