
3 bulan berlalu
clara baru saja pulang dari bekerja ia duduk di soffa ruang keluarga milik sahabatnya,clara memijit pelipisnya yang terasa sedikit pusing.
ia melirik arjoli di tangannya,yang menunjukan pukul 20:00 namun amora dan azman belum pulang.
namun ketika ia melangkah menuju kamar nya azman dan amora pun datang,azman menggendong tubuh mungil istrinya untuk masuk ke dalam rumahnya membuat clara kaget dan mendekat ke arah amora dan azman.
"azman!,mora kenapa?"ucap clara
"aku gak apa apa kok babby."ucap amora
"bisa gak manggil nya gak usah babby lagi sayang."ucap azman menurunkan amora di soffa ruang keluarga.
"maaf bang,kan kebiasan dari dulu."ucap amora menunduk clara hanya menggelengkan kepala nya.
"sekarangkan kamu bentar lagi jadi ibu sayang,manggilnya sudah bisa di ubah."ucap azman duduk di samping amora yang duduk menghadap ke arahnya.
"mora kamu hamil?"ucap clara kaget yang di jawab anggukan oleh amora dengan senyum bahagianya.
"selamat ya amora"ucap clara senyum bahagia namun senyum itu luntur begitu mengingat akan dirinya yang sudah 3 bulan ini belum datang bulan.
apa ia hamil?
itulah yang ada di benaknya saat ini,amora yang melihat perubahan di wajah sahabatnya pun langsung bertanya.
"kenapa cla?"ucap amora membuat azman pun menoleh ke arah clara.
clara hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya,sebagai pertanda kalau dia tidak apa apa.
"aku ke kamar dulu!"ucap clara bergegas pergi kekamarnya.
di dalam kamarnya clara menggigit ujung kuku kelingkingnya memikirkan apakah dirinya hamil,tapi dalam 3 bulan berlalu ia tidak merasakan apa yang di rasakan oleh sahabatnya.
contohnya seperti tadi amora lemas dan di gendong oleh azman,clara menarik nafas perlahan dan membuangnya kasar.
"sebaiknya aku mandi setelah itu aku hatus membeli tes pack."gumamnya lalu melangkah kekamar mandi.
__ADS_1
《》《》《》
wahyu duduk bersama istrinya di teras rumahnya,menikmati indahnya malam hari sarah tersenyum melihat suaminya ia akan memberi kejutan pada suaminya malam ini.
"ma!"ucap wahyu
"ada apa pa?"ucap sarah masih menatap lekat suaminya.
"papa sebenarnya sedang mencari clara."ucap wahyu membuat sarah kaget menatap suaminya dengan mata melotot.
"apa apaan sih pa?,kenapa papa harus mencari wanita itu?"ucap sarah marah.
"clara sudah pergi dan sebaiknya kita secepatnya menikahkan evan dan areta."ucap sarah
"ma,papa harus mencari tau apa clara sedang hamil anak evan atau tidak."ucap wahyu meninggikan suaranya membuat sarah semakin kaget sebelmunya wahyu tidak pernah seperti ini padanya.
"papa!!"ucap sarah dengan mata berkaca kaca.
wahyu yang sadar dengan dirinya telah membuat istrinya kaget pun mendekati sang istri memeluk dan mengelus lembut kepala sang istri.
"papa hanya takut kalau clara hamil anak evan ma."ucap wahyu
"biarkan saja pa,clara juga sudah pergi kan."ucap sarah mendongak menatap suaminya.
"tidak ma bagaimana pun itu anak evan,kita tidak boleh lepas tanggung jawab begitu saja."ucap wahyu
"tapi sudah tiga bulan ini clara pergi,kalau pun ia hamil pasti dia sudah ke sini untuk minta pertanggung jawaban evan."ucap sarah sejenak evan terdiam apa yang di katakan istrinya memang benar.
tapi dengan keadan evan yang sudah 3 bulan belakangan ini sering muntah sakit kepala dan ingin memakan makanan yang harus segera di tunaikan membuat wahyu sakit kepala memikirkan ada apa dengan putranya itu.
"gini aja deh pa kalau dua bulan lagi wanita itu gak datang kesini untuk meminta pertanggung jawaban evan kita harus segera menikahkan evan dengan areta."ucap sarah
ketika mereka sedang asyik mengobrol evan datang dengan melangkah gontai melintas orang tua nya.
"evan mau kemana?"ucap sarah kala melihat anak nya.
"cari seblak"ucap evan menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"kamu belum sehat evan diam sajam di rumah biar papa suruh pak momon cariin kamu seblak."ucap wahyu melepas pelukan pada istrinya.
"bosen di rumah terus evan mau cari udara segar."ucap evan masih terus membelakangi orang tua nya.
"evan!!"ucap wahyu
"udah lah pa evan bosan diam di rumah."ucap evan
"ya sudah kamu hati hati ya."ucap sarah yang masih duduk di kursi nya.
"hmm"evan hanya berdehem lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
《》《》《》
evan duduk di kursi yang ada di warung tak jauh dari rumahnya,entahlah evan pun tidak tau dengan dirinya beberapa bulan terakhir ia suka sekali makan makanan pinggir jalan.
"pak seblak satu sama teh es nya satu."ucap evan mengeluarkan ponsel milik nya melihat kenangan kenangan indah bersama kekasih tercintanya.
"kamu kemana babby?"gumam evan mengelus layar ponselnya yang mellihatkan clara sedang tertawa.
tidak lama makanan yang ia pesan pun datang evan mulai memakan seblak.
ketika evan sedang menikmati seblak,seseorang datang menghampirinya.
"tuan evan!"ucap seseorang tak lain adalah diana.
"diana"ucap evan menyeka mulutnya dengan tissy.
"tuan lagi apa?"ucap diana ramah
"lagi pengen makan seblak diana."ucap evan
"ayo duduk!"ucap evan menyuruh diana duduk di kursi yang ada di hadapannya.
"ia tua"ucap diana duduk di kursi yang ada di hadapan evan.
BeRsAmBuNg...
__ADS_1