Tabir Rindu

Tabir Rindu
TR 04


__ADS_3

Satu bulan berlalu evan yang sibuk di kantor dan jarang menghabiskan waktu bersama sang kekasih,untuk beberapa hari kedepan evan semakin di sibukan oleh proyek terbaru dari sang ayah.


Evan sendiri heran kenapa papa nya itu menyuruh nya ini itu kandang hafus menggantikan nya bertemu denga rekan bisnis.


Sebelumnya evan tidak pernah melakukannya.


Berdiri sambil memperhatikan orang orang bekerja,melirik arjoli di tangannya menunjukan waktu makan siang.


"Ya sudah kita makan siang dulu habis itu baru lanjut kerja!"ucap evan menjauh dari bangunan yang sedang di kelola itu.


Duduk di caffe sebrang tak jauh dari bangunan miliknya,evan mengeluarkan ponsel dan akan melakukan vidio call dengan sang kekasih.


"Hy babby"ucap evan menatap kekasihnya di layar ponselnya.


"Hy love,lagi apa?"ucap clara tersenyum menatap wajah tampan calon tunangannya.


"Lagi makan siang babby."ucap evan lesu jujur saja ia sangat merindukan belaian sang kekasih sudah berapa hari ini ia tidak mengunjungi nya.


"Love!!,ada apa?"ucap clara yang melihat raut wajah sangkekasih.


"Aku..."evan menjeda omongannya dan menatap clara dengan memales.


"Love ada apa?"ucap clara yang juga menjadi tegang.


"Aku...aku rindu kamu."ucap evan lalu tertawa.


"Evan!!"ucap clara menahan senyumnya.


"Apa babby?, aku rindu kamu udah hampir satu minggu kita gak ketemu aku rindu tau gak?"ucap evan membuat clara tersenyum lalu membelai wajah tampan evan dari balik layar ponselnya.


"Ya love aku juga merindukan mu."ucap clara


"Cla!!,ayok kita kembali ke mini market jam makan siang sudah hampir habis!"ucap teman clara yang baru saja kembali dari toilet.


"Iya nis."ucap clara menoleh sebentar ke arah sahabatnya yang berdiri di sampingnya.


"Ups!,maaf gak tau."ucap anisa menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.


"Love,aku mau kembali bekerja,kamu di sana hati hati ya!"ucap clara yang kembali menatap layar ponselnya.


"Yes babby,i love you."ucap evan jujur saja sebenarnya ia masih ingin berbicara panjang bersama kekasihnya namun apalah daya pekerjaan harus memisahkan mereka sementara waktu.


"I love you too"ucap clara lalu mematikan sambungan telfonnya.


"Hy babby,hy love."kikik anisa menggoda sahabat baru nya.


"Nisa!!"ucap clara dengan wajah memerah.

__ADS_1


☆☆☆


Di kediaman abimana baru saja kedatangan tamu wanita yang sangat cantik,memakai pakaian yang serba bemerek dan berkelas.


Duduk anggun di kursi ruang tamu dengan di temani sarah dan wahyu.


"Orang tua mu tidak ikut ke indonesia?"ucap wahyu menatap wajah cantik putri sahabatnya itu.


"Tidak uncle,papi masih banya pekerjaan."ucap wanita itu lembut.


"Kalau mami mu?"ucap sarah


"Mami harus menemani papi di sana aunty."ucap nya tersenyum manis.


"Ah,papi mu itu selalu sibuk apa dia tidak kangen sama uncle?"ucap wahyu


Wanita itu hanya tersenyum tidak tau harus berkata apa pada sahabat papi nya itu.


"Oh iya cantik siapa nama mu?"ucap sarah yang memang tidak mengenali anak sahabat suaminya itu.


"Nama ku areta aunty."ucap wanita yang bernama areta itu.


"Cantik seperti orangnya."ucap sarah


"Mulai sekarang kamu akan tinggal disini,anggap saja seperti rumah sendiri ya."ucap sarah tersenyum teramat manis pada areta.


"Ma,nanti telfon evan dan suruh pulang saja!"ucap wahyu


'Evan'batin areta mengerenyitkan dahinya.


"Papa akan kembali kekantor ada rapat penting."ucap wahyu berdiri merapikan jaz nya yang sedikit berantakan.


"Hati hati di jalan pa!"ucap sarah yang juga berdiri dan di susul areta yang ikut berdiri.


Wahyu kecup dahi wanita yang paling ia cintai itu."areta uncle kekantor dulu,semoga kamu betah tinggal di rumah uncle."ucap wahyu tersenyum manis pada areta.


"Ya paman."ucap areta juga tersenyum.


♡♡♡


Clara sibuk memasukan barang belanjaan pelanggannya kedalam kantong plastik,hari ini clara sangat sibuk melayani orang yang sedang belanja di mini market tempat ia bekerja.


Ya selepas di pecat oleh sarah clara bekerja di mini market,dengan alasan pada evan ingin mencari pengalaman baru.


Clara memberikan kantong plastik pada seorang wanita paruh baya.


"Terimakasih"ucap clara tersenyum ramah pada pelanggannya

__ADS_1


"Sama sama cantik."ucap wanita paruh baya itu.


Seorang pria memberikan satu botol minuman bersoda sambil tersenyum manis pada clara.


lalu ia mengeluarkan selembar uang berwarna merah menaroh di atas meja kemudian pergi begitu saja.


"eh,tunggu!"ucap clara menghitung uang kembaliannya lalu berlari kearah pria yang berada di pintu keluar.


"maaf tuan,ini kembaliannya."ucap clara memberikàn beberapa lembar uang pada pria itu.


"Thank You"ucap pria itu berlalu pergi clara terpaku menatap kepergian pria itu.


《》《》《》


"*besok evan pulang"ucap evan memijit mijit keneningnya yang terasa pusing.


"kenapa harus besok,sekarang!"ucap sarah membentak evan,membuat evan menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"evan masih ada kerjaan ma,kalau besok evan pulang kan besok hari sabtu."ucap evan masih kekeh untuk pulang besok.


"terserah kamu lah evan,mama capek ngomong sama kamu."ucap sarah langsung memutuskan sambungan telfonnya*.


"dasar orang tua,kalau maunya aja mau di turuti terus."ucap evan ngomel ngomel tidak jelas.


"tunggu ke datangan ku babby nanti malam."kekeh nya


ya evan sengaja mengatakan ke pada mamanya untuk pulang besok,karna malam ini ia akan bersenang senang bersama wanita tercintanya.


evan senyum senyum sendiri membayangkan nanti malam ia bersama kekasihnya."ah,babby malam ini kau tidak akan ku biarkan tidur nyenyak sudah satu minggu aku tidak merasakan belaian mu."bergumam sendiri.


"maaf tuan,apa kariawan sudah bisa pulang?"ucap mandor yang biasa mengawasi kariawan bekerja.


"hmm"evan hanya berdehem lalu melihat arjoli di tangannya yang sudah menunjukan pukul lima sore.


"lucky!,kalau papa ku menelfon bilang saja aku besok baru pulang dan sedang jalan jalan di kota ini!"ucap evan pada sekertarisnya


"baik tuan."ucap lucky


kemudian evan berlalu pergi untuk ke rumah miliknya yang ada di kota kecil ini,bersenandung ria memasuki rumah mewah milik orang tuanya itu.


"kalau sudah nikah,aku mau mengajak clara tinggal disini saja,disini terasa aman damai dan tentram."kekeh nya


akhir akhir ini evan memang terlihat aneh,sering berbicara sendiri kadang melihat orang yang kesusahan ia sedih.


entahlah apa yang saat ini di rasakan oleh evan,yang jelas evan merasa ia bahagia saat ini.


memasuki kamar mengambil handuk berlalu kekamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


BeRsAmBuNg...


__ADS_2