Tabir Rindu

Tabir Rindu
TR 06


__ADS_3

Clara mondar mandir tidak jelas di kamarnya sesekali ia melirik ponselnya,sudah tiga hari evan tidak ada memberi ia kabar dan tidak juga mengunjunginya di apartemen.


Clara lagi lagi melihat ponsel kekasihnya yang menandakan 15 menit yang lalu online,dan evan tidak menghubunginya sama sekali.


'Ya tuhan ada apa ini?'batin clara menggigit ujung kuku kelingkingnya.


"Apa evan sudah bosan dengan ku dan apa dia akan meninggalkan ku?"ucap clara yang bebuat dada nya sesak.


"Tidak mungkin,bukankah evan sangat mencintai ku dan kami akan bertunangan empat hari lagi."ucap clara   sungguh saat ini ia sangat pusing memikirkan ini itu.


Namun tiba tiba pintu bell berbunyi membuat ia sedikit berlari untuk melihat siapa yang datang.


Mungkin evan,tapi bukan kah evan mempunyai kunci cadangan.


Ceklekkk


Clara membuka pintu,berdirilah seorang wanita berambut pendeek sebahu dan sedikit di beri pewarna,menatap dirinya dengan wajah tak bisa di artikan.


Begitupun dengan clara yang melihat wanita di hadapannya dengan mata berkaca kaca.


《》《》《》


Evan mengacak acak rambutnya dengan frustasi sudah tiga hari evan di kurung di kamar nya,semnjak kejadian ia bertemu kembali dengan areta.


"Ah,,gimana kabar mu babby?"ucap evan memejamkan mata membayangkan wajah wanita paling ia cintai.


Ponsel evan di ambil oleh ayahnya membuat evan tidak bisa untuk menghubungi kekasihnya.


Evan ingin kabur namun ia berada di lantai dua melompat dari jendela bisa bisa ia mati.


Pohon pohon yang ada di dekat kamar evan sudah di potong oleh suruhan ayahnya.


Ceklekkk


Pintu kamarnya terbuka nampak areta berjalan menghampirinya membawa napan berisi sepiring nasi dan satu gelas air putih.


Evan hanya melirik sekilas areta lalu kembali menatap gelapnya langit tanpa bintang dari jendela kamarnya.


"Van ayok makan dulu!"ucap areta dengan lembut.


"Taruh aja di situ nanti saya makan."ucap evan terus menatap di luar jendela.


"Van!!"ucap areta mendekati evan.


"Aku tau kamu marah pada ku,aku minta maaf."ucap areta memeluk evan dari belang menempelkan pipinya di punggung evan.

__ADS_1


evan menarik nafas pelan dan membuangnya kasar,jujur saja dia sangat risih dengan kedatangan areta di rumahnya.


"saya akan memaafkan mu tapi dengan satu sarat!"ucap evan menepis kasar tangan areta yang melingkar di perut sispack nya.


"apa?"ucap areta


"suruh papa saya,untuk saya keluar dari sini!"ucap evan datar.


"aku akan coba bica sama uncel nanti."ucap areta tersenyum tipis.


"dan satu lagi reta,berhentilah untuk mendekati ku!"ucap evan dingin dan datar.


"why?"ucap areta menatap sayu pria yang masih di anggapnya kekasihnya itu.


"aku mencintai seseorang dan sebentar lagi kami akan bertunangan."ucap evan mengingat wajah cantik kekasihnya membuatnya tersenyum sendiri.


areta memgerenyitkan dahinya,yang ia tahu adalah evan dan dirinya di jodohkan dan sebentar lagi akan bertunangan dan menikah.


apakah evan mengerjainya?


itulah yang ada di fikiran areta saat ini.


"evan!,apa kau tau aku di suruh datang kesini untuk apa?"ucap areta menatap evan lekat.


areta hanya tersenyum menatap evan."cepatlah makan,makanannya nanti keburu dingin!"ucap areta berjalan ke arah pintu.


'aku akan mencari tau siapa wanita yang sudah berasil merebutmu dari ku evan'batin areta lalu keluar dari kamar evan dan kembali menguncinya.


《》《》《》


memeluk sahabatnya yang sudah terpisah tiga tahun lalu karena sang sahabat menikah dengan seorang pengusaha di negri tetangga.


"mora!!"ucap clara meneteskan air matanya.


entahlah ada apa dengan clara yang sedikit sedikit ingin menangis itu.


"why babby?"ucap amora melepas pelukanya menatap manik mata sang sahabat,nampak dari pancaran mata sang sahabat yang mengatakan kalau dirinya tidak baik baik saja.


"kamu kenapa cla?"ucap amora


"tidak apa apa mora,aku rindu kamu."ucap clara yang masih menyembunyikan kebenaran beban yang ia fikirkan.


"kamu kapan pulang ke sini?"ucap clara antusias.


"kemarin malam,dan suami ku lagi ada kerjaan di sini."terang amora

__ADS_1


"ah coba saja evan mengijinkan aku ikut bersama mu pasti aku sudah ikut kamu ke kuala lumpur."ucap clara tertawa renyah.


amora menatap wajah sahabatnya,terlihat dari wajah sahabatnya kalau ia sedang ada masalah.


"kenapa cla? cerita sama aku kamu kenapa?"ucap amora


clara tertunduk lalu menatap sahabatnya dengan air mata berkaca kaca."duduk lah dulu mora!"ucap clara


mora pun duduk di soffa begitu pun dengan clara yang duduk di sebelahnya.


"cerita babby!,aku kembali ke sini untuk mu."ucap amora lagi lagi clara memejamkan mata untuk menguatkan hatinya.


"sebenarnya aku dan evan sebentar lagi akan tunangan beb."ucap clara menarik nafas lalu membuangnya kasar.


"terus?"ucap amora


"tapi sudab tiga hari ini evan menghilang,menghubungi ku tidak ada walaupun ponselnya sedang online,mengunjungi ku apartemen pun juga tidak ada beb."ucap clara jatuh sudah air mata clara yang ia tahan sedari tadi.


"apa mungkin evan sudah punya yang baru beb,karna waktu itu ibu evan mendatangi ku dan untuk menjauhi evan."ucap clara


"dan aku tidak melakukan itu,mungkinkah ibu evan sudah berasil mencarikan pengganti yang sepadan dengannya?"ucaap clara


amora memeluj erat sang sahabat ia pun ikut menangis,merasakan sakit hati sang sahabat.


amora,clara dan diana adalah sahabat semenjak mereka sekolah smp hingga sekarang,bagi amora clara dan diana adalah keluarga nya.


"sudahlah babby tak usah kau fikirkan,semoga sana evan hanya sibuk dengan pekerjaannya dan tidak sempat mengunjungi dan mengabari mu."ucap amora mengelus rambut panjang sahabatnya.


"tidak mora,sesibuk apa pun evan,ia tetap menghubungiku walaupun hanya sebatas chat menanyakan kabar."ucap clara melepas pelukan sahabatnya.


"kapan kalian akan tunangan?"ucap amora


"empat hari lagi."ucap clara menyeka air matanya.


"kalau empat hari ia masih tidak mengabari mu,tinggalkan evan babby dan ikutlah dengan ku ke kuala lumpur!"ucap amora clara memggeleng jujur saja ia tidak bisa meninggalkan kekasihnya itu.


"kau harus melakukannya babby!,kalau dia beneran cinta sama kamu maka ia akan mencari mu.'ucao amora menyeka air mata clara dengan ibu jarinya.


"kau wanita kuat cla,kau pasti bisa menghadapi ini semua."ucap amora terus menguatkan sang sahabay.


"sebelum suami ku mengajak ku pulang ke indonesia,aku sangat merindukan mu dengan diana namu hati kecil ku mengatakan rindu ku ke kamu lebih besar babby,ingin bertemu secepat nya dan ternyata kau sedang tidak baik baik saja babby."ucap amora


"aku di sini mungkin hanya satu minggu cla,kau harus bisa memikirkan apa yang ku ucap kan pada mu tadi."ucap amora mengelus pundak sahabatnya.


BeRsAmBuNg...

__ADS_1


__ADS_2