Tabir Rindu

Tabir Rindu
TR 08


__ADS_3

Sebelum di mana sarah dan areta menemui clara.


Areta yang baru saja keluar dari kamar evan segera menemui sarah yang sedang berada di kolam renang.


Sarah sedang memperhatikan pak dudung sedang membersihkan kolam renang.


"Aunty!!"ucap areta di ambang pintu sarah menoleh dan tersenyum.


"Hy areta sini!"ucap sarah melambaikan tangan pada areta.


Areta menurut saja dan segera mendekati sarah berdiri di pinggir kolam renang.


"Ada apa ar?"ucap sarah


"Apa aunty tau pacar evan?"ucap areta menatap sayu sarah.


Sarah terdiam,sebenarnya ia sangat tidak suka membahas soal clara wanita yang di anggap oleh sarah sebagai wanita ****** itu.


"Ya aunty tau siapa pacar evan ar."ucap sarah duduk di pinggir kolam renang dengan kaki di masukkan kedalam kolam.


Pak dudung yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya pun segera pergi.


"Siapa aunty?"ucap areta


"Dia adalah wanita yang hanya bekerja di caffe milik evan ar."ucap sarah memandang liri areta.


"Aunty sudah menyuruhnya untuk meninggalkan evan tapi dia tetap tidak mau,dan malah ia nekat pergi kesini bersama evan memperkenalkan dirinya sebagai kekasih evan."ucap sarah menatap langit yang cerah.


"Jadi wanita yang berhasil mengambil hati evan hanya wanita kampung aunty?"ucap areta


"Ya begitulah ar,"ucap sarah mengedikkan bahu areta duduk di samping sarah.


"Apa kau masih mencintai evan ar?"ucap sarah menatap areta berharap areta masih mencintai putranya.


"Ya aunty,aku masih mencintai evan sampai kapan pun aku mencintai evan aunty."ucap areta menatap sarah sambil tersenyum ketika menyebut nama pria yang selalu ada di hatinya itu.


"Kalau begitu kau harus membantu tante untuk menjauhkan evan dari wanita sialan itu!"ucap sarah dengan wajah berbinar.


"Tapi gimana cara nya aunty?"ucap areta menatap bingung sarah.


"Kau harus pura pura hamil areta dengan begitu ia akan meninggal kan evan,bilang saja kau adalah kekasih evan waktu sekolah dulu,dan kau datang kesini sudah satu bulan."ucap sarah


"Satu bulan belakangan ini evan sibuk keluar kota dan jarang menemuinya di apartemen,dengan begitu ia pasti percaya kalau kau hamil anak evan."ucap sarah tersenyum penuh kemenangan.


"Kalau clara bertanya berapa bulan kau halim bilang saja baru dua minggu!"sambung sarah.

__ADS_1


"Namanya clara aunty?"ucap areta menanyakan nama wanita yang berhasil merebut hati evan darinya itu.


"Ia nama nya clara,apa kau mau membantu aunty areta?"ucap sarah berharap areta mau membantunya.


"Ya aunty,areta akan membantu tante demi mendapatkan hati evan kembali."ucap areta menatap sarah dengan semangat 45 itu.


¤¤¤


Setelah kejadian di mana sarah dan areta menemui clara.


Duduk di restoran ternama yang ada di jakarta sarah dan areta tertawa lepas merasa sudah berhasil menemui clara dan menjalankan rencananya dengan sempurna.


"Aku berharap clara secepatnya meninghalkan kota ini aunty."ucap areta tertawa.


"Ya aunty pun juga sama ar,berharap besok ia sudah tidak ada lagi di apartemen evan."ucap sarah meminum jus jeruk nya.


"Kalau wanita itu sudah keluar dari apartemen milik evan baru lah evan di bebaskan oleh papanya ar."ucap sarah


"Aku berharap setelah clara pergi evan dan aku segera bersatu kembali aunty,aku tidak sabar."ucap areta tertawa membayangkan dirinya dan evan segera menikah dan mempunyai anak.


《》《》《》


Clara memasukan satu persatu pakaian dan barang barangnya kedalam koper ia akan pergi dari apartemen milik kekasihnya itu.


"Apa benar evan kau menghamili kekasih mu waktu sma itu?"ucap clara dengan air mata yang terus menetes.


"Sudah percaya dengan mu,padahal kau hanya menganggap ku pelampiasan mu? karna kau di tinggal kekasih mu dulu."ucap clara selesai memasukan semua barang barang miliknya.


Menyeka air mata yang terus mengalir di wajah cantik nya,lalu mengambil ponsel untuk menelfon sahabatnya sebelum menelfon sahabatnya ia melihat chat nya bersama kekasihnya air mata mulai menetes kembali.


"Kamu sedang online love,tapi kau sama sekali tidak menghubungi ku."ucap clara sedikit tertawa,tertawa dengan hati yang begitu remuk.


"Sudahlah mulai sekarang aku akan belajar melupakan mu semoga kau bahagia love bersama pacar masalalu mu itu."ucap clara lalu menelfon amora.


"Haloo"ucap amora di sebrang telfon.


"Mora..hiks..hiks..."ucap clara kembali menangis.


"Ada apa babby?"ucap amora dengan nada khawatirnya.


"Jemput aku sekarang mora!"ucap clara bergetar menahan tangis nya.


"Baiklah aku akan menjemput mu,kau di mana?"ucap amora


"Di apartemen,cepat ya mora."ucap clara

__ADS_1


"Ok,tunggu aku ya cla."ucap amora lalu memutuskan telfonya.


Clara memandang foto fotonya bersama evan yang ada di kamarnya,lagi lagi air mata clara meluncur begitu saja.


"Aku akan meninggalkan mu,terimakasih sudah hadir di kehidupan ku love,kamu akan selalu ada di hati ku meski pun kita sudah tidak bersama."ucap clara mengelus foto evan.


《》《》《》


Evan terbaring lemah di king size miliknya ia sudah berapa kali bolak balik ke kamar mandi untuk menuntaskan muntah cairan bening.


Membuka mata menatap langit langit kamarnya,nampak wajah sang kekasih yang tersenyum kearahnya.


"Babby aku rindu kamu."ucap evan kembali membekap mulutnya dan berlari kekamar mandi dan memuntahkan cairan bening.


'Tuhan ada apa dengan ku ini,aneh sekali terasa mual dan kepala ku pusing?'batin evan memijit mijit pelipis nya.


Kembali kekamar duduk di sisi ranjang mengatur nafas lalu mengambil air putih untuk meminumnya.


Selesai meminum pintu kamarnya terbuka,seperti biasa areta masuk membawa napan berisi makanan.


Evan mencium aroma tidak sedap dari makanan yang areta bawa,evan kembali membekap mulutnya dan berlari kearah kamar mandi.


Hoekkkk


Hoekkkk


Lagi lagi hanya cairan bening yang di muntahkan evan.


Areta yang duduk di sisi ranjang bangun dari duduknya lalu menghampiri evan.


"Van,kau tak apa apa?"ucap areta berdiri di samping evan yang sedang membasuh mulutnya.


Evan tidak mengubris lalu keluar dari kamar mandi dan areta hanya memgekor.


Sambil menjepit hidungnya dengan tangannya duduk di sisi ranjang."evan kau ini aneh sekali,ada apa?"ucap areta melihat tingkah evan yang tidak seperti biasanya.


"Saya tidak apa apa,bisakah kau bawa makan itu keluar,dan belikan saja saya martabak."ucap evan masih menjepit hidungnya dengan tangannya.


"Apa?,kau ingin martabak?"ucap areta kaget pasalnya ia tau kalau evan tidak menyukai martabak.


"Ya,cepat lah carikan aku martabak yang ada di dekat mini market!"ucap evan


'Jadi selama kau pacaran dengan wanita kampung itu selera makan mu juga sudah menurun evan kau menyukai makanan pinggir jalan'batin areta menatap lirih evan.


"Kau ini aneh sekali evan."ucap areta menggeleng lalu membawa kembali napan berisi makanan yang ia bawa tadi.

__ADS_1


"Aku aneh?"ucap evan menggelengkan kepala lalu berbaring dan memejamkn matanya.


BeRsAmBunG...


__ADS_2