Tabir Rindu

Tabir Rindu
TB 02


__ADS_3

Clara menatap lekat pemandangan dari jendela kamar yang ada di apartemen milik sang kekasih,ia masih memikirkan perkataan sarah untuk meninggalkan evan.


'Maafkan saya nyonya,saya tidak bisa untuk menjauhi evan.'batin clara memejamkan mata untuk menguatkan hati nya.


Clara membuka mata,namun tiba tiba tangan kokoh dan kekar memeluk pinggangnya.


Clara hanya tersenyum tau siapa yang memeluknya saat ini.


"Hy babby"ucap nya mengecup pucuk kepala wanita yang paling ia cintai.


"Hy love"ucap clara mendongak menatap wajah tampan sangkekasih.


"Tadi aku mau menjemput mu ke caffe,tapi kata diana kamu sudah pulang dari tadi."ucap evan memutar tubuh **** clara.


Clara hanya tersenyum menatap evan laki laki yang teramat ia cintai.


"Maafkan aku love karna tidak mengabari mu."ucap clara mengelus wajah tampan evan.


"Ok,tak masalah"ucap evan memeluk erar sang kekasih.


"Minggu depan aku akan memperkenalakan mu dengan orang tua ku babby."ucap evan dengan tersenyum manis sedangkan clara hanya tersenyum tipis.


Tidakkah evan tahu,bahwa ia baru saja bertemu dengan ibundanya dan meminta sang kekasih menjauhinya.


Evan mengerenyitkan dahi nya ketika melihat wajah sangkekasih yang hanya tersenyum tipis.


"Babby!!"ucap evan membelai wajah cantik clara.


"Hmm"clara hanya berdehem menikmati setiap sentuhan pria yang sangat ia cintai.


"Kamu tidak senang untuk bertemu orang tua ku babby?"ucap evan sontak clara membuka mata dan menatap wajah tampan evan.


"Tidak love,hanya saja aku..."clara tak mampu melanjutkan ucapannya.


"Hanya saja apa?"ucap evan


"Aku takut orang tua mu tak menyukai ku love."ucap clara menjauh dari kekasihnya duduk di sisi ranjang yang berukuran king size.


Evan duduk bersimpuh di lantai sambil memenggenggam erat tangan wanita yang teramat ia cintai itu.


"Tidak akan babby orang tua ku pasti menyukai mu,karna kamu baik lemah lembut dan cantik."ucap evan mencium jari jemari clara.


'Tidak evan ibu mu tidak menyukai ku'batin clara yang hanya tersenyum tipis melihat sang kekasih.


"Setelah menemui orang tua ku kita akan bertunangan setelah itu menikah dan hidup bahagia."ucap evan berdiri lalu duduk di samping clara memeluk nya mencium pucuk kepala clara penuh dwngan kasih sayang.

__ADS_1


"I love you clara"ucap evan


"I love you too evan"ucap clara membalas pelukan sang kekasih.


'Aku berharap kita akan seperti ini terus evan'batin clara terpejam menikmati pelukan hangat evan.


¤¤¤


Sarah menyenderkan kepalanya di dada sang suami sambil memain mainkan bulu bulu halus yang ada di dada bidang wahyu.


Wahyu mengelus lembut rambut panjang sang istri sesekali ia kecup pucuk kepala sarah menandakan betapa ia mencintai ibu satu anak itu.


"Ma! Gimana tadi bertemu wanita sialan itu."ucap wahyu


Sarah masih terus memainkan bulu halus yang ada di dada bidang sang suami.


"Mama udah bilang buat dia jauhi evan,dan mama juga sudah memecat dia dari caffe milik evan."ucap sarah


"Papa berharap dia menjauhi evan ma,bulan depan anak teman papa akan datang ke indonesia."ucap wahyu


Sarah mendongak menatap suaminya lalu mengecup sekilas bibir tipis suaminya.


"Kalu wanita ****** itu tidak mau menjauh dari evan,biar nanti mama akan membuatnya menyesal pa."ucap sarah dengan mata penuh amarah wahyu hanya tersenyum lalu mengecup bibir sarah.


"Sudahlah ma,lebih baik kita membuatkan evan adik dari pada memikirkan wanita sialan itu."ucap wahyu lalu meluamat bibir sarah penuh nafsu.


Evan baru saja menyelesaikan mandinya di apartemen yang di tinggali jekasih tercinta nya, dan di susul clara yang juga selesai mandi.


Yufs mereka baru saja menyelesaikan mandi bersama nya.


Setelah selesai memakai pakaian evan mengambil kunci mobil yang ada di nakas dan menghampiri clara yang sedang duduk di kursi meja rias.


"Babby aku tidak nginap malam ini aku akan pulang."ucqp evan


Clara tersenyum lalu mengangguk."ya sudah hati hati ya love."ucap clara


"Yes babby aku akan selalu hati hati."ucap evan sedikit tertawa lalu mengecup bibir clara lalu pergi.


Clara hanya menatap punggung kekasihnya yang keluar dari kamarnya.


Clara mulai memoles wajah nya dengan cream malam,clara tersenyum melihat lehernya yang nampak memerah akibat ulah evan lalu ia menggeleng mengingat  ia bersama evan yang mengabiskan waktu mandi bersama sambil bermesraan.


Wajah yang tadi tersenyum bahagia mendadak menjadi tegang."astaga kenapa aku bisa lupa?"ucap clara berdiri lalu berjalan kearah nakas dan membuka laci mengambil kotak obat.


"Astaga ternyata aku sudah empat hari gak minum pil anti hamil,bagaimana ini."ucap clara mulai khawatir.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku hamil?"ucap clara


"Evan sih setiap ketemu selalu minta jatah tak peduli siang atau malam dasar laki laki."ucap clara mengambil beberapa obat lalu meminumnya.


¤¤¤


Evan yang baru saja tiba di rumah nya berjalan sambil bersenandung ria,namun tiba tiba wajahnya memerah karna mendengar suara dari kamar orang tuanya.


Evan yang kebetulan ingin pergi kekamarnya yang melintasi kamar orang tua nya tiba tiba memperlambat langkahnya.


Tepat di depan pintu kamar orang tua nya evan berhenti lalu menggelengkan kepala nya.


"Dasar orang tua,sudah tau mau begituan pintu gak di kunci pantesan aja suara nya kedengeran keluar."ucap 3van yang melihat pintu kamar orang tuanya sedikit terbuka itu.


Namun tiba tiba evan tersenyum jail lalu melangkah maju.


"Astaga,dasar orang tua pikun sudah tau mau bikin dedek pintu malah gak di tutup,apa gak malu?"ucap evan yang hanya menapakan kepalanya di dalam kamar orang tuanya.


Untung saja sarah dan evan berada di dalam selimut yang hanya menampakan kepala mereka.


"EVAAANNNNNNN"teriak wahyu membuat evan terkikik lalu menutup pintu dan berlari.


Evan menggelengkan kepala masi tertawa karna sudah berhasil menjahili orang tuanya.


"Astaga evan dasar kau ini"ucap nya pada dirinya sendiri lalu berbaring di ranjangnya.


Menatap langit langit membayangkan dirinya dengan sang kekasih menghabiskan waktu berdua di atas ranjang.


Ceklekkk


Pintu kamarnya terbuka dan menampakan wahyu berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang menatap nanar pada evan.


Sedangkan yang di tatap hanya cengar cengir menatap sang ayah.


'Tamat lah sudah riwayat mu evan'batin evan lalu duduk di ranjangnya.


"Ikut papa ke ruang kerja papa!"ucap wahyu dingin lalu pergi.


"Yes papa."ucap evan berdiri  mengikuti langkah wahyu ke ruang kerja nya.


Wahyu duduk di kursi kebesaranya sedangkan evan duduk di depan di seberang tempat duduk wahyu.


Evan menarik napas kasar lalu membuangnya."evan minta maaf pa sudah mengganggu papa sama mama tadi."ucap evan tertunduk tak mampu menatap wajah tampan ayahnya.


Wahyu menatap nanar evan sungguh ingin rasanya wahyu memukul wajah tampan anak semata wayangnya itu.

__ADS_1


BeRsAmBuNg..


__ADS_2