Tabir Rindu

Tabir Rindu
TB 03


__ADS_3

Sepasang suami istri memandang sepasang kekasih dengan tatapan yang tidak bisa di artikan,begitu pun dengan sepasang kekasih yang saling bergenggaman untuk menguatkan hati masing masing.


"Sudah berapa lama kalian saling kenal?"ucap wahyu dingin menatap datar sepasang kekasih.


"Kita kenal sudah enam tahun pa."ucap evan masih menggenggam tangan kekasihnya.


"Enam tahun?"ucap wahyu mengerenyitkan dahi nya.


"Ia,satu tahun berteman lima tahun pacaran."ucap evan menjelaskan.


"Bukan berteman tapi sebatas atasan dan bawahan saja."ucap sarah ketus membuat dada clara bergemuruh.


Wahyu menatap sekilas sarah untuk tidak membahas masalah itu terlebih dahulu.


Wahyu menarik nafas perlahan lalu membuangnya dengan kasar.


"Kamu berasal dari mana?"ucap wahyu menatap datar clara.


Clara menatap wahyu yang duduk di hadapan kekasihnya."saya berasal dari desa paman."ucap clara bergetar wahyu tersenyum kecut.


'Berasal dari desa dan berharap menjadi anggota keluarga abimana jangan harap itu.'batin sarah menatap tajam kekasih putra semata wayangnya.


"Oh dari desa.."hanya itu yang keluar dari mulut wahyu.


"Pa kenapa harus bertanya begitu?"ucap evan merasa tidak suka dengan pertanyaan sang ayah.


"Emangnya kenapa evan?"ucap wahyu


"Tidak bole?"sambung wahyu menatap penuh tanya sang anak.


"Bukannya begitu pa tapi..."ucap evan terhenti.


"Dia pacar mu kan,kau akan serius dengan nya kan?"ucap wahyu yang di jawab anggukan kepala oleh evan.


"Kalau begitu wajar papa bertanya seperti itu,karna papa harus tau asal usul wanita yang menjadi kekasih mu itu."ucap wahyu tegas.


"Apa dia benar benar mencintai mu? Atau dia hanya ingin mengintai harta mu saja?"ucap wahyu penuh penekanan dan berhasil membuat hati clara terasa di tusuk tusuk beribu jarum.


Ia bukan wanita seperti itu,ia sadar dirinya bukanlah orang kaya seperti evan tapi ia juga tidak mencintai evan karna hartanya.


Clara sangat mencintai evan melebihi apa pun.


"Sudahlah pa lebih baik kita makan malam saja dulu,setelah itu baru lanjut mengobrol lagi."ucap sarah mencoba untuk bicara selembut mungkin.


Jujur saja sarah ingin sekali menarik paksa clara dan mengusirnya dari rumah mewah milik nya itu.

__ADS_1


☆☆☆


Setelah acara makan malam di kediaman keluarga abimana,evan mengantar kekasihnya pulang ke apartemen miliknya.


Duduk di soffa di depan tv menyenderkan kepala di dada bidang evan sambil memainkan kancing baju milik evan.


"Kamu dengar tadi babby,kata papa kita akan bertunangan dalam beberapa bulan kedepan tapi dengan syarat aku tidak boleh tinggal di sini dengan mu."ucap evan mengelus rambut panjang kekasihnya dengan lembut.


"Tapi kamu tidak usah khawatir babby,aku akan sering kesini dan menginap lalu menghabiskan malam panjang bersama mu."kekeh evan membuat clara kesal lalu mencubit perut sispack evan.


"Babby aku bercanda."ucap evan memegang tangan clara yang mencubit perutnya itu.


Clara mendongak menatap manik mata evan,betapa ia sangat mencintai pria di hadapannya ini dan ia tidak dapat membayangkan jika suatu hari harus berpisah dengan sang kekasih.


Evan mengecup dahi clara lalu beralih mengecup hidung dan terakhir ******* bibir manis kekasihnya.


"Evan!!"ucap clara ketika evan baru saja melepas ciuman mereka.


"Hmmm"evan hanya berdehem sambil memperhatikan wajah cantik clara.


"Apa kita benar benar akan bertunangan dan akan menikah?"ucap clara penuh dengan keraguan ia tidak tau apa rencana sarah untuk memisahkan dirinya dan evan.


Clara tau ibunda evan tidak menyukai dirinya.


"Aku yakin babby,papa tidak mungkin akan mengingkari jani nya."ucap evan penuh percaya diri.


"Mama mu nampaknya tidak menyukai ku."ucap clara, evan membelai wajah cantik clara.


"Tidak babby,mama memang seperti itu kalau baru kenal."ucap evan tersenyum manis.


'Tidak evan mama mu itu tidak menyukai ku'batin clara


'Apa kamu tidak tau kalau mama mu yang menecat ku di caffe supaya menjauhi mu?'ucap clara dalam hati


"Ya sudah aku pulang atau kita menghabiskan malam berdua di sini?"ucap evan menggoda kekasihnya membuat wajah clara tersipu malu.


"Ih,pulang aja sana aku capek tau!!"ucap clara mendorong dada bidang evan.


"Bagaimana kalau satu ronde?"ucap evan membiuat wajah clara bertambah merah.


"Tidak ada ya evan,tadi sebelum berangkat ke rumah orang tua mu kita sudah melakukan nya."ucap clara membuat evan tertawa.


"Please babby"ucap evan memales.


"Evann"uvap clara

__ADS_1


"Ia ia,aku cuma bercanda babby."ucap evan yang selalu gemas melihat wajah malu sang kekasih.


"Aku pulang ya babby."ucap evan mengecup dahi,hidung dan terakhir bibir clara.


"Hati hati di jalan love,aku cinta kamu."ucap clara mengecup pipi evan.


"Aku juga cinta kamu babby."ucap evan lalu pergi meninggalkan apartemen nya.


☆☆☆


Setelah makan malam bersama clara kedua orang tua evan sedang beradu mulut,sarah tidak terima akan keputusan suaminya yang merestui hubungan evan dengan clara.


Bukankah sebelumnya wahyu yang meminta istrinya untuk menjauhkan evan dari clara?


Tapi kenapa sekarang wahyu yang menyetujui hubungan clara dan evan?


Dan sebenarnya ini semua adalah rencana suaminya,ia tidak mungkin untuk mengatakan tidak setuju.


Kalau ia mengatakan tidak setuju maka ia pasti menjamin evan juga tidak akan setuju di jodohkan dengan anak sahabatnya.


"Dengerin papa dulu ma!"ucap wahyu ketika istrinya bersedekap dada sambil memalingkan wajahnya tidak ingin menatap wajah suaminya.


"Kita akan membuat evan membenci clara."ucap wahyu sontak saja sarah menatap suaminya yang duduk di sampingnya di soffa yang ada di kamarnya.


"Maksud papa?"ucap sarah yang penasaran.


"Nanti mama juga akan tau apa maksud papa,dan sekarang papa mau mama melayani papa."ucap wahyu menarik tubuh istrinya supaya lebih dekat dengannya.


Wahyu mulai mencium leherjenjang istrinya dan beraloh ******* bibir istrinya penuh dengan nafsu.


Namun di sela sela ciuman panasnya sarah mendorong dada bidang sang suami.


"Kenapa?"ucap wahyu bingung.


"Pintu udah di kunci belum?"ucap sarah mengingat kejadian di mana anak nya membuka pintu ketika ia sedang bercinta.


"Sudah,mana mungkin papa lupa setelah kejadian evan membuka pintu kamar kita."ucap wahyu tertawa.


"Apa dulu papa juga seperti itu ketika seumuran evan?"ucap sarah,wahyu menggeleng.


"Waktu papa seumuran evan,ayah sudah tua tidak sanggup lagi untuk bercinta."ucap wahyu terkekeh.


"Kalau kita ini beda,papa sama evan nampak bukan anak dan ayah tapi seperti abang dan adek."ucap wahyu membiat istrinya mencubit pipi suaminya.


Wahyu dan evan memang seperti abang dan adik jika berdampingan karna evan dengan sang ayah hanya terpaut unur 18 tahun saja.

__ADS_1


Wahyu dan sarah menikah ketika baru tamat sma ketika kuliah mereka sudah mempunyai anak.


BeRsAmBuNg...


__ADS_2