
mengendong bayi yang terus menerus menangis sepanjang hari membuat areta menjadi tidak terurus,ia baru bisa menherus dirinya ketika evan pulang bekerja itu pun hanya menjaganya ketika ia mandi setelah itu ia sendiri yang merawat bayi kecil nya.
areta menyeka keringat yang membasahi wajahnya sambil sesekali terpejam menangan ngantuk,karena dari malam hingga pagi bayi nya itu menangis.
evan menatap datar areta,ada rasa prihatin kepada areta,namun mengingat bagaimana areta menjebak dirinya hingga menikahi wanita yang ada di depannya itu rasa kasihan itu menghilang.
oeeekkk
oeekkkk
evan mendekag ke arah areta yang terus mencoba menenangkan bayinya.
"sini biar saya gendong."ucap evan dingin
evan mengambil alih bayi perempuan mereka yang ia berinama natsha putro abimana.
evan elus wajah cantik bayinya,yang tadi terus menagis perlahan tangis itu mereda evan tersenyum melihat bayinya itu.
'dia ingin kamu evan'batin areta lalu melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri.
evan kecup dahi bayi nya sambil memejamkan matanya.'maafin ayah'batin evan berucap.
'mungkin selama ini kamu ingin ayah menggendong mu tapi ayah malah sibuk bekerja'batin evan menatap sayu bayi nya yang cantik.
tidak lama bayi cantik itu tertidur perlahan evan meletakannya di box bayi yang tak jauh dari ranjang mereka.
tak lama areta keluar dari kamar mandi menggenakan handuk,ia lihat evan sedang memandang bayinya yang tertidur di box bayi.
"sudah tidur?"ucap areta melangkah mendekati lemari untuk mengambil bajunya.
"sudah"hanya itu yang keluar dari mulut evan.
"terimakasih"ucap areta
"hmm"evan hanya berdehem lalu melangkah gontai keluar dari kamar tanpa menoleh ke arah areta yang sedang memakai baju di dekat almari.
《》《》《》
__ADS_1
huekkkk
huekkkk
huekkkk
clara sudah tiga kali bolak balik kamar mandi hanya memuntahkan cairan bening,clara membasuh mulutnya lalu memandang wajahnya di cerimin.
wajah yang biasa terlihat cantik kini berubah menjadi pucat dan tidak terurus,hampir satu bulan clara seperti ini mual muntah,sakit kepala di jam jam tertentu kadang mencium bau aneh ia mendadak ingin muntah dan merasa pusing.
zack masuk ke dalam kamar mandi menatap clara lalu membantunya berjalan menuju ranjang mereka.
"kita periksa ke dokter ya sayang,abang takut kamu kenapa kenapa."ucap zack dengan wajah khawatir nya.
"aku tidak apa abang."ucap clara berbaring di ranjangnya.
"please sudah hampir satu bulan lo kamu kayak gini."ucap zack
clara terdiam menatap manik mata suaminya yang memang sedang khawatir.
"baiklah nanti kita ke dokter."ucap clara meemejamkan matanya menahan pusing.
"hmm"clara hanya berdehem menikmati kecupan dari bibir suaminya.
zack pergi menemui putra sambungnya untuk melihat nya apakah dia sudah bangun atau belum,membuka pintu kamar putranya yang berada di samping kamarnya.
berjalan kearah box bayi dan melihat putra sambungnya masih tertidur pulas.
"morning babby"ucap zack tersenyum mengelus pipi gembul deren.
ketika zack sedang memandang wajah tampan putra sambungnya pintu kamar terbuka nampak ina babby sister deren sedang masuk membawa napan berisi botol dan mangkok makanan bayi.
"eh datok zack."ucap ina menunduk sopan.
"saya permisi mau mandiin dedek bayi."ucap ina sopan.
"tapi dia masih tidur ina."ucap zack bingung.
__ADS_1
"ia,tapi sekarang waktu tuan kecil untuk mandi dan sarapan pagi datom."ucap ina
"oh gitu,ya suadah mandikan deren habis itu bawa kekamar saya!"ucap zack lalu meninggalkan deren dan ina.
《》《》《》
sarah masuk ke ruangan evan,nampak evan sedang duduk sambil menatap laptop mungkin masih mengerjakan pekerjaan.
"evan!"ucap sara duduk di soffa yang ada di ruangan evan.
"ada apa ma?"ucap evan melirik sekilas lalu menatap kembali laptop nya.
"kamu ini,apa mama sama papa ngajarin kamu untuk tidak bertanggung jawab sama anak orang ha?.."ucap sarah murka akan sifat evan.
"aku tidak pernah melepas tanggung jawab ku ma."ucap evan menatap datar sarah.
sarah menggeleng melihat sifat anak pertamanya ini."kamu fikir mama gak tau selama ini haa,kamu melepas tanggung jawab kamu sebagai ayah dan suami,areta tak pernah kau perhatikan apalagi si kecil anak kamu itu."ucap sarah
"kamu membiarkan sarah untuk mengurus putri mu siang malam tanpa ada istirahatnya,kamu mau bunuh areta?"sambung sarah sedangkan evan hanya diam mendengarkan ocehan ibundanya itu.
"mama tau kamu belum bisa move on dari clara."ucap sarah perlahsn mengambil ponsel miliknya yang ada di tas nya.
"kamu harus move on evan!"ucap sarah mulai melebut.
sarah memberikan ponsel miliknya pada evan langsung saja evan mengambil ponsel ibunya.
"sekarang dia sudah bahagia dengan pria yang lebih kaya dari mu."ucap sarah
evan menatap nanar foto sepasang suami istri dengan menggendong seorang anak kecil berumuran 2 tahun.
evan meremas kuat ponsel milik ibundanya emosi melihat wanita paling ia cintai sudah berbahagia dengan pria lain.
"mama mohon terima areta dan putrinya evan,dia sangat mencintai mu jangan buat pengorbananya berakhir sia sia."ucap sarah dengan wajah memohon.
"tapi evan tidak mencintai areta ma."ucap evan
"coba dulu evan,mungkin dengan seiring nya waktu cinta di antara kamu dan areta akan muncul."ucap sarah evan hanya diam memikirkan sejenak apa yang akan ia putuskan.
__ADS_1
BeRsAmBuNg...