
"Hey kamu kalo jalan lihat lihat dong , jangan merem , nanti nambrak pohon , hhhaahaa"
ledek seorang temen sekolah Asti , dia murid SD yang selalu di ejek dan di bully.
itu bayangan Asti saat dia melamun . umur nya sekarang 18 tahun karena baru lulus SMP dia tak melanjutkan sekolah nya karena orang tak mampu
sekilas dia kembali memikirkan masa lalu nya yang begitu pahit.
selalu di katain 'Si Merem' karena matanya sipit 'si kurus' dan beberapa kata lainya yg begitu jelek.
rupa Asti memang tidak begitu cantik jadi dia selalu di ejek teman teman nya .
orang tuanya bercerai sejak dia di bangku kelas 3, dan ibunya bekerja menjadi TKW.
oleh karena itu dia merasa setres dan pendiam karena tidak ada sesosok ibu yang menyayanginya.
Asti mengijinkan ibunya pergi karena dia tau bapaknya bukan pekerja mahal atau seorang serabutan.
__ADS_1
jadi Asti berharap kalau ibunya jadi TKW dia bisa punya keinginan yang tercapai dan bisa membeli bedak agar dia cantik dan tidak di ejek lagi.
mungkin karena itu mereka bercerai alasan ekonomi. Asti yang saat itu masih polos tak mengerti tentang perceraian.
^^^"aku ingin seperti mereka, bisa beli baju bagus agar tidak di ejek sama orang dan terlihat cantik oleh semua orang"^^^
"seandainya tidak ada kata seandainya pasti aku tidak selalu berharap"
setelah lulus SMP ibunya sudah pulang , dan memberi semua yang Asti mau , keinginan Asti tercapai ibunya membuat rumah bagus, kamar yg diinginkan Asti , karena dia sudah mulai mandiri.
baju bagus, perhiasan menempel di tubuhnya ,walau sedikit dia merasa bahagia.
"aku sekarang mendapatkan nya, walau lengkap tapi tak selengkap keluarga yang dulu pernah berkumpul bareng, dan menghabiskan waktu bersama bertiga meski miskin tapi dulu kami bahagia. hingga keadaan yang semakin sulit , hingga akhirnya terbelah sudah dan ego pun menyambutnya.
gumam Asti.
"Asti ,kenapa kamu melamun " seseorang menepuk pundak Asti dari belakang, hingga tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"ehh, Nadin ngagetin aja,"
"lagian kamu sendiri ngapain, bengong Mulu" ucap Nadin, dia sahabat nya Asti sejak kecil, rumah nya sekampung dengan nya, hanya dia yang tidak pernah mengejeknya , dan mereka selalu bersama , setiap ada masalah mereka slalu shareing , dan saling membantu satu sama lain.
"aku heran dengan dunia, kenapa harus ada pertemuan jika harus ada perpisahan ." ucap Asti, langsung dibalas senyuman Nadin dan melirik Asti
"ngapain mikirin itu, setiap manusia pasti sudah di atur dan di tentukan jodoh, umur , rejeki oleh Allah. kita hanya yang jalanin" jawab Nadin dengan pandangan lurus melihat pemandangan di depan nya sawah dan pepohonan.
kebetulan mereka ada di saung (gubuk) tempat paporit nya mereka ketika sedang sedih maupun senang.
"nanti bagaimana dengan kita, kita sudah mulai dewasa, apa kau sudah punya pacar, apa kau selalu memikirkan peria, apa kau selalu berpikir kapan kita akan menua dan menutup mata, apa kau sudah memikirkan masa depan mu harus bagai mana" ucap asti
"hhhhaaa, kenapa buru buru, nikmati saja masa sekarang , jangan pikirkan berapa lama kita hidup tapi untuk apa kita hidup, soal pasangan kalau kamu mau tuh kenalan sama dia" kata Nadin sembari menunjuk seorang petani sedang mencangkul.
"hhhhaaa kau aja tuh sama dia" jawab Asti sambil mendorong tubuh Nadin hingga tersungkur dan di balas nya, sampai mereka kejar kejaran
__ADS_1
Aku selamanya ingin seperti ini, aku bermain sesuka hati , aku bebas aku bisa tertawa semauku tanpa harus memikirkan punya pacar, yang suatu saat akan galau kalau disakiti, atau harus memikirkan uang dapur tinggal berapa jika menjadi seorang isteri, bahkan aku tidak perlu pusing mengurus anak yang tiap hari minta jajan, atau apalah aku selamanya ingin seperti ini dan gak mau cepat cepat dewasa......
Tiba tiba ada seorang bapak bapak yang teriak pada mereka, teriakan nya seperti bernada marah