Takut Dewasa

Takut Dewasa
eps 7


__ADS_3

Asti yang sedari tadi berdiri di tengah jalan sambil menutup muka nya dengan tangan, tak sanggup membuka, karena tak mau melihat dirinya kalau sudah meninggal.


"hey cewek kalau jalan lihat lihat dong, punya mata gak, hampir gue nabrak lu" Teriak seorang peria yang hampir menabrak Asti keluar dari mobil nya.


"Apa .. " Asti yang mendengar suara itu, tersadar dan meraba raba badan nya tidak terjadi apa-apa. "Ternyata aku masih hidup"


Lalu peria itu menghampiri Asti.


"Lu sengaja yah, nabrak diri sendiri, terus mau minta tanggung jawab sama gue, hhhaahaa sudah kebaca, jaman sekarang banyak yang berpura pura ketabrak agar bisa nuntut lalu di ganti dengan uang, iya kan?"


Asti memicingkan matanya, "sa saya tidak berniat seperti itu, maaf kan saya pak saya baru disini"


"Alaah sudah jangan so polos deh, dasar kampungan"


"Lah saya memang dari kampung" jawab Asti bangga.


"huuh sudah, minggir gue mau berangkat kerja, gara gara lu jadi telat nih " ucap peria itu marah marah.


Asti pun menepi ke sisi jalan dan peria itu meninggalkan Asti yang masih kebingungan.


"Orang kota memang sombong"


"Jam berapa ini, gara gara cewe itu, jadi telat berangkat ke kafe"


Celetuk Irgi marah marah dan memukul mukul setir mobil.

__ADS_1


Irgi adalah seorang peria pemimpin restoran terkenal di Jakarta, dia meneruskan usaha milik ayah nya yang sudah pensiun, dia tampan dan berwibawa, tapi sayang dia sombong, Tapi tak jarang para wanita mengejar nya walau Irgi selalu cuek kepada wanita. soal cinta belum pernah ia pikirkan, ia terlalu pokus dengan pekerjaan nya.


Di sebuah kafe....


Irgi memarkirkan mobilnya di depan kafe itu, dan turun dari mobil.


Ia senyum senyum sendiri melihat kafe nya makin ramai, saking ramai nya para pelayan pada kewalahan. Kemudian dia bertemu menejer kafe nya dan berbintang di ruangan khusus.


"seperti nya, para pelayan kewalahan akhir akhir ini." Ucap irgi memulai pembicaraan dengan menejer.


"itulah yang akan saya bicarakan dengan pak Irgi" Jawab menejer "seperti nya kita harus mencari karyawan baru.


"Karyawan?? ya sudah itu tugasmu sekarang mencari nya"


"baiklah pa"


"Duh sudah dua jam, aku belum menemukan rumah bapak, dimana ini" Asti kebingungan setelah turun dari angkot dan dan berjalan di sebuah gang tempat tinggal bapak nya.


"Astiiiiii" Panggil seorang peria di belakang nya.


"Eh bapak, akhirnya ketemu juga sama bapa, aku kangen"


"Tapi kamu kesini sama siapa, dan kenapa tumben mau kesini"


Sambil berjalan pulang kerumah pa Angga (bapak nya Asti), mereka pun berbincang bincang.

__ADS_1


"Oh ibu mu sekarang di penjara, dan kamu sendiri di rumah"


"iya pak, aku tak punya keluarga lain di sana, jadi aku sekarang tinggal sama bapak yah, boleh kan"


"Ya tentu dong, bapak juga kangen sama kamu , maafkan bp yah jarang menengok kamu, sekarang bapa sibuk kerja jadi supir pribadi, jadi bapak harus setiap hari tak boleh bolos, cuma sekarang majikan bapa menginjinkan bp libur, karena tak enak badan, nih obatnya baru beli " ucap pa Angga menunjukkan sekantung plastik obat . Asti pun mengangguk dan akhirnya sampai lah di rumah, rumah bp nya Asti sederhana tapi di huni bersama istri dan anak tiri nya perempuan yang kebetulan seumuran dengan Asti .


"Assalamualaikum"


"Waalailkum salam..." jawab salam dari dalam rumah.


"eh papa sudah pulang, sama siapa??" seorang perempuan membuka pintu dan melihat mereka berdua.


"ini anaku mah, namanya Asti " jawab pa Angga memperkenalkan Asti , dia pun menjulurkan tangannya untuk Salim.


"oh anakmu yang di kampung, ternyata sudah besar yah" ucap Bu Ranti istri nya pak Angga senyum terpaksa.


"Iya Bu" Asti sekilas melihat mata Bu Ratih seperti yang tak suka melihat nya.


Mereka duduk di sofa, tak lama kemudian datanglah seorang gadis berwajah cantik dan berambut panjang masuk ke dalam rumah.


"Eh Dona sudah pulang, kebetulan kenalkan ini Asti anak nya papa, sekarang dia tinggal disini"


"Apaaa..." kaget Dona


"Iya nak, sekarang kalian saudara, Asti akan tinggal di sini" Lanjut pa Angga

__ADS_1


Mereka pun bersalaman, tapi Dona yang melihat Asti berpenampilan kampungan, tak suka melihat nya.


"Don, jaga sikap mu di depan papa, mama tau kamu juga gak suka sama dia, kamu harus terima dia tapi di depan papa doang oke!!" bisik Bu Ranti yang sama saja sipat nya dengan anak nya Dona .


__ADS_2