
Asti memutuskan tidak bekerja hari ini, Dona berangkat sendiri, dia tak merasa simpati sedikitpun pada Asti. tanpa sadar mobil tugas yang dikendarai oleh pak Angga berpapasan dengan motor yang di kendarai Dona. namun Dona tak melihatnya.
"Kok Dona sendiri Asti mana" gumam pak Angga, hari ini pa Angga berkunjung ke rumah karena tidak ada jadwal.
Sampai rumah pa Angga memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk, Bu Ranti yang lagi santai santai terkejut melihat pa Angga namun Bu Ranti segera mungkin memanggil Asti dan menyuruh nya berbaring di kamar dan tutup mulut.
" jangan berani bilang kalau saya yang melakukan nya" Bu Ranti memelototi, Asti mengangguk.
"Mah mamah, apa Asti ada di rumah " panggil pak Angga yang langsung masuk kedalam rumah.
"Iy.. iya pa, Asti gak kerja dia lagi sakit" jawab Bu Ranti yang baru keluar dari kamar Asti.
"Sakit, sakit apa?"
"Ah cuma masuk angin, ibu dari malam merawat Asti" ucap Bu Ranti bohong
"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit?"
"Eh hmmmm Asti nya yang gak mau, padahal mamah sudah membujuknya, papa lagi istirahat yah, ayo makan dirumah"
"Nanti, papa mau lihat Asti"
Pak Angga masuk kedalam kamar Asti dan benar Asti memang lagi sakit, badan nya panas karena kemarin pulang malam, kalau gak di suruh Bu Ranti bekerja mungkin Asti tidak terlalu terlihat lemah.
"Asti kamu sakit apa" tanya pak Angga, Asti tak menjawab tangan nya di sembunyikan kedalam selimut. "Ya sudah kamu istirahatlah bp nanti berangkat lagi kamu baik baik di rumah, jangan telat makan jangan terlalu banyak bekerja yah"
"Iya pa" Asti pun menjawab , pak Angga lega, kemudian dia berlalu dari kamar Asti dan kembali makan, pak Angga tidak mengetahui kalau Asti terluka, selama ini dia percaya pada istrinya kalau Asti baik baik saja.
__ADS_1
Setelah makan pak Angga kembali kerumah Irgi majikan nya.
Sesampainya di rumah Irgi ia melihat Irgi tengah bersantai di kursi santai belakang rumah.
"Permisi tuan! Apa sekarang tidak ada jadwal?"
"Ek pak Angga, saya sekarang mau libur dulu dirumah, apa pak Angga sudah pergi ke rumah bapa?"
"Sudah tuan , ternyata anak saya Asti sedang sakit, untung saya pulang dulu"
"Asti sakit, jadi dia gak bekerja di kafe dong"
"Iya tuan maaf kan anak saya ya"
"Ya sudah, gak apa kalau memang lagi sakit"
Irgi merasa heran dengan ucapan pak Angga, karena tadi malam Dona tega meninggalkan Asti , namun ia tak peduli apa urusan nya dengan dia.
***
Esok hari Asti bangun terasa sangat segar, dia sudah sembuh dari demam walau tangan nya masih sakit dia berniat mau bekerja lagi, karena dia takut kalau dirumah nanti di sakiti lagi oleh ibu tirinya.
"Bagus deh kalau kamu kerja, daripada dirumah pusing saya melihatnya" celoteh Bu Ranti saat melihat Asti mau berangkat.
"Sekarang kamu gak perlu bareng aku lagi deh, mending naik angkutan umum aja" ucap Dona
"Ta tapi aku naik apa" jawab Asti terbata bata
__ADS_1
"Dona kamu bareng saja sama Asti, nanti dilihat papa bisa curiga, kemarin saja hampir papa tau kalau Asti di sakiti sama mama!"
"Emang kemarin papa kesinih?"
"Iyah, kamu Asti bareng lagi sama Dona, tapi kamu janji jangan berani melawan nya"
"Iya Bu, ayo kak kita berangkat"
Mereka pergi berangkat kerja, sampai tiba di kafe Dona merasa bosan setiap hari harus bersama Asti, dia selalu ditertawakan oleh teman teman nya, karena Asti kampungan, dan berpenampilan beda sama orang orang kota. Asti lain dulu lain sekarang dia juga pernah mendapat buly dari teman kafe nya, juga di bantu Dona, hanya beberapa dari mereka yang masih peduli sama Asti, saat Asti kesusahan masih ada yang mau membantunya yaitu Karin, Asti dan Karin menjadi teman dekat dikafe.
Dona melihat Irgi sedang berjalan dihadapan nya, Dona mencari perhatian dari Irgi, dia pura pura terjatuh seolah olah nanti akan di tolong Irgi.
'BRUUKKK' Dona menabrakan diri
"Aduh"
"Eh Dona kamu tidak apa apa?"
"Maaf mas Irgi saya tak sengaja , Aawww!" Dona memegang kepala nya yang tidak sakit.
"Kamu kenapa" Irgi membantu Dona bangun.
"Sa saya merasa pusing mas!"
"Ya sudah kamu gak usah kerja nanti aku panggil papa kamu mumpung masih ada" Dona yang gak mau di anter pa Angga dia pura pura pingsan seolah olah Irgi yang harus menemaninya.
"Eh eh ko kamu pingsan, Dona??" Kemudian Irgi membawanya keruang khusus, dan meletakkan nya di atas kursi. Irgi yang panik, bingung harus berbuat apa, pa Angga juga sudah keburu pergi.
__ADS_1
Akhirnya aku bisa dekat dengan mas Irgi hehehe