Takut Dewasa

Takut Dewasa
eps 3


__ADS_3

"mana benih padinya Bu" tanya Asti saat ingin menanam padi.


"itu ambil di saung" Bu asih menunjuk seikat benih padi di gubuk terdekat.


mereka pun menanam nya bersama



"aawww, iiiu iiihhh geli sekali kaki Bu" keluh Asti saat menginjak lumpur sawah


"kayak ada yang merayap , seperti cacing iiiiiiihhh"


ibu asih yang melihat Asti belum terbiasa hanya geleng-geleng kepala.


"wah meni rajin pisan yah anak mu sekarang mau bantu ibu nya" Panggil seorang ibu paruh baya menyapa mereka, saat sedang lewat.


"iya Bu Iyem, Alhamdulilah anak ku kan sudah besar" Jawab Bu asih.


"nah gitu dong Asti, kali kali bantu ibu mu, dia sekarang hanya bisa kesawah,mencari napkah buat kamu" . lanjut Bu Iyem, sembari istirahat di tepi sawah tempat kerja Asti.


"iya Bu iyem, ngomong ngomong habis dari mana??" tanya Asti


"ibu habis buruh panen bayam punya orang!"


jawab Bu Iyem


"siapa yang tanam bayam, musim hujan gini gak tanam padi??" ucap Bu asih


"itu loh anak pak Dulah!"


"wah memang nya anak pak Dulah bisa ke sawah?"

__ADS_1


"iya Bu asih, mungkin karena ibunya sering sakit sakitan, kemarin aja di bawa ke rumah sakit, nanti sore sudah mau pulang"


"ibu Titin (istri pak Dulah) sakit?? wah saya baru tau, yaudah kalau mereka sudah pulang nanti saya jenguk deh".


"iya Bu asih nanti bareng sama saya " jawab Bu iyem.


Asti yang keheranan karena baru tahu tetangga nya sakit hanya bisa terdiam. sementara itu Bu Iyem beranjak pulang setelah ngobrol dengan mereka.


"Asti nanti sepulang ini kita jenguk Bu Titin yah!"


"iya, Bu Titin sakit apa yah?"


"palingan paktor umur, kan Bu Titin sudah lansia "


"Bu emang kalo udah tua kita selalu sakit yah" tanya Asti , dengan muka ketakutan.


"yah bisa jadi, kan tulang tulang orang tua sudah mulai rapuh, rambut memutih, kulit keriput, dan pikiran orang tua berbeda dengan anak muda! Asti ibu juga sebentar lagi lansia , ibu sudah tidak bisa bekerja berat lagi, kamu mumpung masih muda, jangan sia sia kan hidup mu, ibu nitip badan ibu jika sudah tak lagi bergarak."


"ini saat nya ibu bicara serius, kamu jangan seperti ibu menjadi buruh, kamu harus sukses walau pendidikan mu sampai SMP ibu yakin kamu pasti bisa, atau kamu langsung menikah saja"


"tidak Bu aku takut nikah aku belum siap aku belum bisa berumah tangga "


"lama lama kamu akan terbiasa" ucap Bu asih , setelah selesai bekerja, mereka pun beranjak pulang, dan mandi kemudian menjenguk orang yang sakit.


"Bu Titin sakit apa ?" tanya Bu Iyem menanyakan pada Bu Titin setelah Bu Titin pulang dari rumah sakit dan tetangga terdekat menjenguk nya termasuk Bu asih .


"saa saya cuma su sudah tua"jawab Bu Titin terbata bata


"Bu Titin yang sabar yah, segala hidup pasti sudah di atur sama Alloh " jawab Bu asih di dampingi Asti


"i iya , te terima kasih ibu ib u sudah men menjenguk sa saya!"

__ADS_1


"Bu Titin kalau sudah meninggal pasti tenang, karena kan dia kaya, punya sawah dan anak anak nya bisa kerja semua" bisik ibu ibu di sebelah Asti yang tak sengaja terdengar


"iya pasti" jawab ibu yg satu nya lagi


Setelah itu datanglah seorang gadis anak nya Bu Titin membawa baki minuman dan cemilan menyuguhi para tamu.


"ibu ibu di minum yah air nya, maaf cuman ada ini" kata Puput anak nya Bu Titin.


"iya cantik , wah kamu sudah baik, sopan lagi" jawab ibu ibu


Asti yang merasa sadar ternyata Puput tetangga nya sudah dewasa dan berpenampilan cantik, merasa terpesona dan iri melihat nya.


andai aku juga seperti dia, pasti banyak yang memuji ku, dan terpesona melihatku, tapi aku hanya gadis sawah, muka ku dekil dan kusam.


setelah berbincang bincang akhirnya mereka pulang, karena besok Asti mau kesawah lagi.


keesokan harinya di sawah Asti mulai bekerja lagi menanam padi, entah apa yang dipikirkan Asti dia kerja sembari melamun.


*susah juga kayaknya jadi orang tua, kalau miskin nanti susah kalau sering sakit, kalau gak punya anak , gak ada yang ngurus, secantik apapun seorang gadis kalau udah tua ya keriput , rambut nya putih, jalan bungkuk kaki bertambah tiga alias pegang tongkat, iiiih aku merinding membayangkannya walau nanti aku juga akan mengalami nya.


dan aku bersyukur walau punya wajah sederhana, karena pada akhirnya semua kulit ku kendor dan keriput.


"TOLOOOONGG*"


Asti kaget dan lamunannya pun terbuyar saat tiba tiba ada yang meminta tolong.


"ibu siapa yang meminta tolong, dari mana dia"? tanya Asti pada ibu nya yang juga kaget.


"Ayo kita cari , dari mana asal teriak itu!"


mereka pun mencari yang meminta tolong tapi tak terdengar lagi suara itu.

__ADS_1


tiba tiba


__ADS_2