
Malam hari Asti tidur di kamar terkecil di rumah itu, Bu Ranti yang mengatur nya. sebenarnya pa Angga mengajukan tidur di bersama Dona , tapi Dona menolak nya karena alasan tidur nya selalu mengigau , dan motah.
"cukup lumayan juga disini, hmmmm seperti nya Dona tak senang dengan kedatangan ku" gumam Asti saat merebahkan tubuh nya di atas kasur. Lalu mengambil ponsel nya di dalam tas untuk menelepon ibunya.
"Assalamualaikum Bu??" ucap Asti nelpon ibu nya yang baru di angkat oleh seorang polisi.
"waalailkum salam nak, bagaimana kabarmu disana apa sudah menemukan ayahmu?" Jawab Bu asih di dalam telpon.
"alhamdulilah Bu, aku sudah sampai di rumah bapak tadi siang, sekarang aku baru rebahan"
"syukurlah kalau kamu baik baik saja"
"iya Bu, kalau ibu gimana, baik baik kan disana??"
"ibu baik baik saja, nak hati hati yah selama kamu disana ibu khawatir mee..."
"Bu asih, waktu bertelepon mu sudah habis mari kembali ke tahanan!" ucap seorang peria memotong pembicaraan Bu asih yang terdengar oleh Asti , setelah telepon nya putus tanpa mendengar kan kata kata ibunya lagi, Asti pun mengerti pasti seorang polisi yang tadi bicara dan menyudahi pembicaraan mereka.
ya Allah semoga ibu baik baik saja disana
Pagi hari yang cerah, Tenggorokan nya serasa kering, Asti pun beranjak dari tempat tidur nya, dan terburu buru mengambil air di dapur.
"Ohok ohok..." suara batuk Asti yang kering belum terbiasa dengan suasana Jakarta yang panas.
Mendengar suara batuk itu bapak dan mama tirinya itu menghampiri Asti.
"Kamu kenapa nak" Tanya pa Angga
__ADS_1
"tenggorokan ku kering pa, mungkin karena di sini panas, berbeda kalau di kampung jadi aku belum terbiasa" jawab Asti dengan suara serak.
"Asti disini memang panas jadi harus banyak banyak minum air putih, nanti ibu buatkan teh hangat juga yah ditambah lagi kamu kemarin pasti capek dalam perjalanan kesini" ucap Bu Ranti yang di halus halus kan nada bicaranya,
Asti hanya mengangguk.
"Ya sudah mah buatkan papa kopi juga, sebentar lagi papa sama Dona berangkat kerja"
"Iyah pah" Bu Ranti pun menyiapkan kopi dan sarapan lainya
"memangnya kak Dona kerja apa??" tanya Asti sambil duduk di meja makan bersama bapak nya
"Dona kerja di kafe kebetulan kafe itu milik majikan bapak juga, jadi Dona bisa anterin bpa ke rumah majikan bp lalu dia ke kafe , kami selalu naik motor punya bapak"
"oh dan motor nya selalu di pake kak Dona kerja pulang pergi??"
"iya" jawab bp nya kemudian Dona datang ke meja makan di susul Bu Ranti yang membawa sarapan.
"mah tolong jaga Asti yah, sekarang bapa harus kerja lagi seminggu penuh, papa berangkat dulu" ucap pa Angga lalu Bu Ranti mencium tangan nya "Asti kamu baik-baik yah disini kalau butuh apa apa minta sama mama Ranti"
"Iya pak, bapak hati hati yah disana"
Mereka pun berangkat, saat Asti mau masuk kedalam kamar Bu Ranti memanggil nya tapi bernada kasar.
"Asti mau ngapain, cepat beres beres di meja, dan cuci pakaian di belakang, cepat jangan malas malasan"
Asti pun mengiyakan walau sedikit ada yang aneh karena nada bicara Bu Ranti berbeda tapi ia menurut, dan mengerjakan semua nya.
__ADS_1
Pak Angga tiba di rumah majikannya, ternyata majikan pa Angga adalah pa Irgi .
"tuan sekarang mau berpergian kemana"
tanya pa Angga , mereka berbicara berdua di teras belakang
"hhhmmm saya bingung di kafe saya kekurangan karyawan, apa pa Angga bisa mencari nya" ucap pa Irgi
"Saya punya seorang anak perempuan, tapi dia cuma lulusan SMP, apa masih bisa diterima"
"anak perempuan bukan nya Dona sudah bekerja juga di tempat saya??"
"Iya tuan tapi ini anak yang dari kampung, ini anak kandung saya, sedang kan Dona hanya anak sambung"
"Oh ya sudah , siapapun dia saya terima, karena kerja cuma jadi pelayan, ya sudah pak apa besok putri bapak sudah mau langsung kerja??"
"hmmmm saya akan menanyakan terlebih dahulu tuan"
Di rumah Asti di bentak bentak Bu Ranti karena kerjanya tak benar.
"Aduh Asti kamu bisa ngepel gak sih, masih kotor nih"
"maaf Bu nanti saya bersihkan lagi"jawab Asti menunduk.
"hidup kami sudah susah di tambah ada kamu , kenapa sih kamu datang kesini bikin repot saja"
"ibu kenapa malah marah sama saya"
__ADS_1
"ouh kamu baru sadar yah, kalau aku gak suka Ama kamu, saya cuma baik di depan bp kamu doang, awas yah nanti kalau bp mu pulang, jangan pernah cerita semua ini mngerti"
"iya Bu"