Takut Dewasa

Takut Dewasa
eps 5


__ADS_3

"apa sih bp ini, kalian kan sudah punya istri" jawab Bu asih


"hhaaah kalau gak tau yak ga masalah" kata bp berkumis tebal


"tapi saya tak punya ponsel"


"alah dasar so jual mahal, no hp GK di kasih kalau begitu yang di balik baju mu tuh kasih hahaha" ucap bp yang bermuka polos, sambil teriak dan memegang kerah baju Bu asih. Ternyata mereka terpengaruh alkohol karena dari bau mulut nya.


Asih yang melihat ibunya diganggu teriak dan menghalangi bp bp itu yang hendak membuka baju Bu asih.


"Pergi kalian, jangan ganggu ibuku, lepaskan !" teriak Asti


bp yang berkumis mendorong tubuh Asti dan menarik kembali Bu asih.


"lepaskan saya...."


"diam hhhhaaa"


"Tolong... aawww" ringis Bu asih saat bp itu menampar pipinya dan menggigit leher nya.


"ibuuuuu, lepaskan aku lepas" tangan Asti di pegang oleh bp yang satunya. tapi akhirnya Asti bisa terlepas lagi dan mendorong bp yang bersama ibu dan menarik nya.

__ADS_1


Mendengar keributan di luar, para tetangga melihat dan bertanya tanya, mereka pun kaget dan marah.


"ada apa ini tengah sore mau magrib bikin keributan" ucap pa Rosid tetangga Bu asih


"hey kenapa baju Bu asih kancing nya terlepas, dan kenapa pa Ade dan pa Burhan berada di sini?"


"pa Rosid tolong mereka menggangu ibu saya dan hendak melecehkan nya!" ucap Asti sambil menunjuk ke pa Ade dan pak burhan.


"bohong dia yang menggoda pa Burhan, lalu saya mencoba menolong nya" ucap pa Ade


"Bu asih, gak nyangka ya saya suami orang di gebet , kaya yang gak ada lagi laki laki" kata Bu Neni


"Bu asih kenapa melakukan hal memalukan seperti itu. membuat kampung kita rusuh saja dari dulu" ucap pa Rosid


"ti tidak pak, saya berani bersumpah apa yang mereka katakan semua bo bohong" Jawab Bu asih yang lemas dan terduduk.


"iya pa Rosid, kenapa keluarga kami selalu di pitnah , mengapa harus kami pak mengapa... kalian ini dari dulu tak ada habisnya merendahkan kami, apa karena kami miskin, apa karena kami tak berpendidikan, apakah sehina itu keluarga kami?" kata kata Asti membuat mereka terdiam.


"kalian boleh ejek aku, karena aku jelek, karena aku tak secantik anak perempuan kalian ,tapi aku tak rela kalau ibu yang di remehkan, JADI AKU TEGASKAN KALIAN SEMUA PERGI DARI SINI" Asti pun merasa kesabaran nya hilang dan marah pada warga.


warga pun merasa ketakutan dan mulai memudar satu persatu.

__ADS_1


Tiba tiba datang dua orang ibu ibu yang ternyata istri pak Ade dan pak Burhan.


"heh wanita janda, jangan sembarang bicara yah" teriak Bu Iin istri pak Ade "suami kami tak mungkin menggoda kamu, kami kan sudah cantik tak seperti kamu, jadi mana mungkin suami kita tertarik"


"betul" lanjut Bu Aan istri pak Burhan "Jadi seperti nya laki kita yang di fitnah, betul kan ibu ibu bp bp"


"betul juga yah, dari tampang nya kaya gak mungkin mereka menggoda Bu asih" bisik ibu ibu yang lain "Iyah ya...."


"apa katamu , ibu ku yang berbohong, asal kalian tau yah, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, suami kalian melecehkan ibu saya, dan karena pengaruh alkohol seperti nya. dasar tukang mabuk berani pitnah orang, emang di rumah istri nya gak bisa melayani kalian yah, sampe ibuku yang di Embat" seru Asti tak tahan kesabaran nya.


"heh jaga mulut mu yah bocah" ibu ibu itu berkelahi dengan Asti.


"kalian tuh.. yang.... harus jaga suami... aawww"


"aduuuh.... aww dasar bocah awas yah nanti"


Malam itu menjadi heboh oleh ulah mereka, ibu asih dan suami ibu ibu itu menjadi penengah antara perkelahian mereka.


"sudah cukup, hari mau magrib, apa kalian tak malu dengan waktu, masalah ini bisa di bicarakan dengan baik baik. sekarang kita semua pulang.. pulang semua!!" teriak pak Rosid. dan akhirnya mereka pun pulang


"uuuuuuuuuuuuuwwww"

__ADS_1


__ADS_2