Takut Dewasa

Takut Dewasa
eps 9


__ADS_3

Kriiiiinnnggg...... kriiiiinnnggg.....


Suara telpon berbunyi. "Assalamualaikum" suara dari seberang!


"waalailkum salam pa" Jawab Asti


"Asti kamu sedang apa?" tanya pa Angga.


"Asti lagi beres beres pa!"


"Beres beres , terus mama kemana?"


"Eh hmmmm, ada ibu juga lagi beres beres, jadi aku bantuin ibu" padahal sebenarnya Bu Ranti sedang bersantai nonton TV sementara Asti telponan di belakang rumah jadi Bu Ranti tak mendengar nya, dan Asti mencoba merahasiakannya .


"Ya sudah, bapak cuma bau bilang kamu mau gak kerja sama kak Dona di kafe, karena membutuhkan karyawan baru, apa kamu bersedia nak, bapak cuma bilang di telpon tidak bisa pulang dulu.


"Hmm ya sudah aku mau" jawab Asti setuju karena dia juga gak mau di rumah terus, lebih baik kerja supaya tak merepotkan bapak dan ibu tiri nya.


"bapak akan bicara sama Dona ,nanti kamu kerjanya sama Dona pulang pergi naik motor bersama oke!"


"oke pak"


**


"Selamat pagi pak" sapa Dona kepada Irgi atasan nya.


"pagi juga, oh ya Dona" Sejenak Dona berhenti dari langkah nya dan tak menyangka bosnya akan menyapa balik, karena Dona suka sama Irgi.


"Ada apa pak??" so senyum imut


"Apa kamu punya saudara tiri?"

__ADS_1


"Kenapa bapak bertanya begitu??"


"Saya butuh karyawan baru, jadi kata ayah mu nanti dia kerja disini!"


"ohh, soal itu saya belum mengetahui kalau papa mau memperkerjakan Asti , tapi dia memang baru datang kesini!"


"oh ya sudah, gapapa" jawab Irgi kemudian berlalu dari hadapan Dona, tapi dia tak menghiraukan malah senyum senyum sendiri karena baru kali ini majikan nya sekaligus orang yang disuka ngobrol, jarang jarang pak Irgi berbicara kepada pelayanan.


pulang dari kafe jam 9 malam Dona merebahkan tubuhnya di atas kasur. Saat lagi nyaman nya rebahan dari luar kamar ada yang mengetuk ngetuk pintu, Dona males membuka ya karena lelah, tapi pintu itu tak berhenti nya diketuk lalu terdengar suara memanggil nya.


"Kak, kak Dona??" panggil Asti dan akhirnya Dona membuka pintu itu.


"Duh kamu ganggu banget sih, pulang pulang gedor gedor pintu, males tau!" ucap Dona marah.


"maaf kak, aku cuma mau bilang kalau besok aku ikut kak Asti kerja "


"ya ampun, itu sih gue juga tau , kamu ganggu aja"


mendengar suara berisik Bu Ranti menghampiri mereka berdua.


"Duh ada apa sih, ribut ribut, mau tidur juga udah malem nih" tanya Bu Ranti sambil memicingkan mata nya karena mengantuk.


"Tau tuh dia berisik banget, katanya besok mau kerja ikut aku!"


"bener itu Asti"


"iya Bu , Asti di suruh sama bp"


"tapi kamu harus kerja di rumah nanti siapa yang beres beres" Asti hanya diam


" tapi bagus juga kamu kerja, biar gak terlalu banyak beban di rumah ini"

__ADS_1


"jadi boleh kalau aku kerja Bu"


"Ya udah boleh, kalau di suruh bp kamu!"


Akhirnya mereka pergi ke kamar masing-masing dan tidur.


Hari pertama Asti bekerja, membuat nya bingung dan gugup, untuk menjadi seorang pelayan dia sering melihat di tv tv jadi mungkin kerja nya cuma mengantarkan makanan pikirnya.


Asti dan Dona akhirnya berangkat bekerja.


Di kafe...


Dona memperkenalkan Asti kepada menejer kafe, dan Asti pun mendengarkan pemberian tugas oleh menejer nya.


"Baik pak, saya akan berusaha sebaik mungkin bekerja disini" ucap Asti yang di sambut menejer kemudian berlalu pergi.


Asti bekerja dengan baik walaupun masih gugup, saat dia hendak berbalik badan tiba tiba BRUUKKK Ada seseorang yang menabraknya, dan minuman yang ia bawa tumpah ke baju nya dan orang yang ia tabrak.


"Aduuuh hati hati dong kalau bawa makanan, lihat jadi kotor baj" Irgi belum meneruskan Omelan nya karena kaget melihat orang yang menubruknya, begitu pun dengan Asti dia kaget, sekaligus takut.


"elu.... ngapain disini, kemarin aja nabrakin diri di jalan, Sekarang disini. gila yah setiap ketemu sama lu saat lagi nabrak" omel Irgi


Asti jadi merasa kesal setiap dia yang di tabrak tapi dia yang di marahi.


"Heh kamu tuh yang hati hati, kamu yang nabrak tapi aku yang di salahkan"


mendengar keributan , para pelayan yang lain menghampiri mereka dan bertanya tanya.


"Aduh pa Irgi maaf kan dia, dia belum berpengalaman, ini adik saya yang akan jadi karyawan baru disini pak" ucap Dona sambil memberikan tisu pada Irgi "Asti kamu yang sopan dong, lain kali hati hati ini pak Irgi, pemilik kafe ini!" lanjut Dona.


"Apa ... pemilik kafe" Asti terdiam setelah tau Irgi atasan nya, dia bukannya malu tapi malah merasa menyesal menerima kerja itu.

__ADS_1


__ADS_2