
Asti dan ibu nya masuk kedalam rumah, dan duduk di ruang tamu.
"Ibu gak papa kan??" Tanya Asti khawatir
"Gak papa Asti, ibu hanya syok!"
"ya sudah sekarang ibu istirahat saja yah" ibu asih pun mengangguk.
Di tempat lain...
"Aawww sakit mama, jangan jewer papa aduhh." rengek pak Burhan
"bisa bisanya papa godain Bu asih, apa bagus nya dia, sampai lupa sudah punya istri, malu maluin saja!" jawab Bu Aan
"maafin papa mah, kan papa cuma bercanda"
"bercanda kok sampe heboh sekampung, bikin orang pada ribut"
Pa Burhan hanya mengelus elus telinga nya yang sakit di jewer istrinya.
"Bu asih sudah membuat masalah dengan ku awas saja" gumam Bu Aan.
"Sayur sayuuuur...."
"Eh ada mang sayur, beli" kata Bu Aan yang melihat tukang sayur lewat depan rumahnya, dan tak lama ibu ibu yang lain pun datang.
ibu ibu itu memilih milih sayuran yang tertera di atas gerobak mang sayur.
__ADS_1
"mang ada timun gak" tanya Bu Aan
"Habis Bu adanya terong doang, hhhee" ucap mang sayur tertawa kecil.
"mang !! timun Ama terong sama saja, asal di jagain gak bakal habis, hahaha" jawab ibu Iyem seraya menyindir Bu Aan . ibu ibu yang lain pun tertawa, dan melihat Bu Aan yang sinis.
serasa ucapan ibu ibu menyindir nya, Bu Aan pergi meninggalkan mereka.
"Iih ibu ibu rempong, berani nya ngeledek aku" kesal Bu Aan "Awas yah Bu asih , kamu akan menanggung rasa malu ku ini"
Bu Aan merencanakan niat jahat untuk membalas Bu asih, dia mempitnah Bu asih mencuri barang miliknya dan melaporkan nya ke polisi, Akhirnya Bu asih di bawa ke kantor polisi.
"Jangan bawa ibu saya pak, dia tak bersalah dia di fitnah" seru Asti, sambil menarik tangan ibu nya yang di bawa oleh polisi.
" Barang bukti sudah jelas, Bu asih mencuri perhiasan milik Bu Aan, mari kita selesaikan di kantor" ucap pak polisi.
"Asti tolong ibuuuuu...." teriak Bu asih
"Sudah lah Asti nanti besok kita ke kantor polisi menjenguk Bu asih , kamu jangan menangis, mungkin ini sebuah cobaan." seru Bu Iyem iba kepada Asti
"terima kasih Bu iyem, karena selalu membantu keluarga saya"
"iya, mending kamu istirahat saja dulu"
"iya!!"
"ya Allah cobaan apa lagi yang menimpaku, mengapa kau memberi semua cobaan ini ya Allah... mengapa..." tangis Bu asih di balik jeruji besi.
__ADS_1
**
Esok hari Asti dan Bu iyem menjenguk Bu asih di kantor polisi.
"Ibu maafkan aku yang tak bisa berbuat apa-apa, ibu baik baik saja kan disini"
"Ibu baik baik saja, terima kasih telah menjenguk ibu, makasih ya Bu iyem telah menemani Asti "
"iya Bu Asih, saya juga percaya kalau Bu Asih tidak bersalah, tapi apa daya saya tak berani berbuat."
"Saya juga yakin , Bu Aan sengaja memfitnah saya, memang nya apa salah saya , sehingga dia berbuat seperti itu... hiks hiks..." ucap Bu Asih terisak "Asti kalau begitu kamu pergi temui bp mu di Jakarta, kamu tinggal sama bp mu sementara sampai ibu bebas"
"Tapi Bu , aku tak mau meninggalkan ibu, aku tak mau sama bp kalau ada mama tiri ku"
"Nak, ini cuma sementara, ibu sekarang tak bisa menafkahi kamu, sehari hari kamu nanti bagaimana "
"yasudah Bu, nanti aku cari bp, ibu baik baik ya disini, dan Bu iyem, saya titip ibu kalau terjadi apa apa hubungi saya"
"yasudah, nanti kamu di sana ati ati kahade sing bisa jaga diri diditu nya" ucap Bu iyem
Esok hari pun tiba , ini saat nya Asti pergi ke Jakarta, dia sendirian pergi berbekal uang sedikit dan selembar alamat bp nya.
Saat sudah sampai di Jakarta bis yang mengantarkan penumpang termasuk Asti pun berhenti.
wah ternyata ini Jakarta, baru ngalamin kesini ternyata bisa juga aku kesini hehehe
Saat Asti sedang berjalan jalan mencari alamat nya, dia lengah dan hendak tertabrak mobil.
__ADS_1
"aaaaaaaaaaaa" teriak Asti sambil menutup mata , dia tak sempat menghindar,dan akhirnya dia pasrah kalau nanti dia harus meninggal sekarang.
Ckiiiiitttzzzz sssssseeeooookk (suara mobil mendadak ngerem)