Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku

Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku
takwa dan orang" yg bertakwa dan takut,harap


__ADS_3



Bertakwalah kepada Allah dengan sebagian ketakwaan walaupun sedikit dan jadikanlah antara engkau dan Allah penutup walau pun tipis.




Tidak lah di katakan sedikit sebuah perbuatan yang di sertai dengan ketakwaan. Bagaimana ia dapat du katakan sedikit, sedang kan ia di terima ( di sisinya )




Jika engkau tidak di beri kekayaan, maka janganlah sampai tercegah darimu ketakwaan.




4.wahai hamba hamba Allah, sesungguhnya takwa kepada Allah telah melindungi wali wali Allah dari hal hal yang di haramkannya dan menetapkan dalam hati mereka ketakutan kepadanya. Sehingga, mereka tidak tidur di malam hari, ( bertahajud ) dan haus di siang hari ( berpuasa ). Meraka memperoleh kesenangan dengan penderitaan, kepuasan dengan haus. Mereka menganggap kematian sebagai hal yang dekat, maka mereka pun bergegas mengerjakan amal ( kebajikan ).




Aku wasiatkan kepada kalian, wahai hamba hamba Allah, dengan takwa kepada Allah karena sesungguhnya ia tali kekang ( kendali ) dan tiang penopang. Berpeganglah erat erat dengan talinya dan tetaplah berada dalam hakikat hakikatnya. Bertakwalah kepada Allah, dengan  ketakwaan orang yang berakal ( cerdas ), yaitu yang menyibukan hatinya dengan takafur, yang ketakutannya telah meletihkan badannya, dan tahajud telah menjadikannya terjaga dari sebagian besar waktu tidurnya.




Bertakwalah kalian kepada Allah dengan ketakwaan orang yang bila mendengar ( ayat ayat Allah atau nasehat), hatinya menjadi khusyuk; bila melakukan perbuatan dosa, dia terus mengakui ( bertobatlah ); bila  di takut takuti ( akan siksa Allah ), di cepat beramal; bila di peringatkan, dia cepat cepat ( sadar ); bila di yakinkan ( hatinya ), dia terus berbuat baik; bila di beri nasihat, dia terus mengambil nasihat itu; dan bila di ingatkan, dia terus waspada.




Bertakwalah wahai hamba hamba Allah dari sisi dia telah menciptakan kalian untuk beribadah kepadanya. Dan hati hatilah terhadapnya seukuran dia telah memperingatkan kalian terhadap dirinya.




Allah telah menjadikan sabar sebagai kendaraan keselamatan bagi hambanya dan ketakwaan sebagai persiapan kematiannya.


__ADS_1



Di antara wasiat imam 'Ali a.s kepada al-hasan dan al-husain:




Aku wasiatkan kepada kalian berdua untuk senantiasa bertakwa kepada Allah. Janganlah sekali kali kalian berdua menghendaki dunia sekalipun dunia itu menghendaki kalian berdua, dan jangan pula kalian berdua menyesali sesuatu dari dunia ini yang terlewat dari kalian berdua. Katakanlah yang benar dan beramallah demi mengharapkan pahala ( dari Allah ). Jadilah kalian berdua musuh bagi orang yang zalim dan penolong bagi orang yang di zalimi.




Tidak ada sesuatu yang lebih menyusahkan iblis dari pada ucapan, " la ilaha illallah ( tidak ada tuhan kecuali Allah )," ia  adalah kalimat takwa.




Sungguh, sekelompok orang telah mendahului orang orang lain memasuki surga 'Adn, yang mereka ini bukanlah orang orang yang palinv banyak shalat, puasa, hajinya, dan umrahnya. Akan tetapi, mereka ini memahami tentang Allah urusannya, maka menjadi baik lah ketaatan mereka, lurus ke-wara-an mereka, dan sempurna keyakinan mereka. Oleh karena ithu, mereka mengungguli orang orang selain mereka dengan kemuliaan dan ketinggian ke dudukan mereka.




Sesungguhnya wali wali Allah adalah mereka yang memandang batin dunia ketika orang orang memandang lahirnya. Mereka sibuk dengan urusan akhirat ketika orang orang di sibukkan dengan urusan dunia. Mereka telah mematikan ( ke senangan ) dari dunia ini karena mereka khawatir ia akan mematikan mereka. Dan mereka meninggalkan (ke senangan ) dunua karena mereka tahu bahwa ia akan meninggalkan mereka.






Sesungguhnya Allah memiliki hamba hamba di bumi, seakan akan mereka melihat penghuni surga dalam surga mereka dan penghuni neraka dalam nereka mereka. Keyakinan dan cahaya cahayanya berkilau dalam wajah mereka. Hati mereka senantiasa di liputi kesedihan. Orang orang merasa aman dari kejahatan mereka. Jiwa mereka suci. Kebutuhan mereka sedikit. Mereka ber sabar dalam hari hari yang pendek ( di dunia ) demi kesenangan yang panjang ( di akhirat ).




Adapun di malam hari, mereka berdiri melaksanakan shalat malam. Air mata mereka bercucuran di pipi mereka. Mereka berdoa dengan sepenuh hati kepada Allah SWT. Mulut dan hati mereka telah merasakan manisnya bermunajat kepada Allah. Allah telah bersumpah terhadap dirinya sendiri dengan keagungan kemuliaanya bahwasannya dia akan mewariska kepada mereka kedudukan yang tertinggi di tempat yang di senangi di sisinya.


Adapun di waktu siang hari, mereka adalah orang orang penyabar dan alim ulama, dan orang orang yang berbakti yang bertakwa. Mereka seperti anak panag ( karena kurusnya ), yang bila ada orang yang memandang mereka, niscaya dia akan mengatakan, "mereka adalah orang orang yang sakit," padahal mereka bukanlah orang orang yang sakit. Atau, dia mengatakan," mereka adalah orang orang yang linglung." demi hidupku, mereka ini telah di linglungkan oleh perkara yang besar dan agung.


Takut dan harap


__ADS_1


Dia mengaku menurut anggapannya sendiri bahwasNnya dia berharap kepada Allah. Demu Allah Maha besar, dia telah berkata dusta. ( jika dia berkata benar ), mengapa harapannya kepada Allah tidak terlihat dalam perbuatannya? Sebab, barang siapa yang berharap ( akan sesuatu ), pasti harapannya akan di ketahui lewat perbuatannya. Setiap harapan mengandung aib kecuali harapan kepda Allah Ta'alla. Dan setiap takut bersifat pasti, tetapi ketakutan kepada Allah selalu di seliputi keraguan. Dia berharap kepada Allah untuk mendapatkan hal yang besar, namun dia berharap kepada sesama hamba untuk hal yang kecil. Maka, dia memberi kepada si hamba apa yang tidak di berikannya kepada tuhannya.



Alangkah mengherankannya, mengapa Allah yang maha besar pujiannya di perlakukan kuranf dari pada perlakuannya terhadap hamba hambanya ? Apakah engkau khawatir bahwasanya harapanmu kepadanya adalah kedustaan ? Ataukah engkau beranggapan bahwa tidak ada tempat baginya untuk berharap  kepadanya ?


Demikian pula jika dia merasa takut kepada salah seorang hamba, dia lebih takut kepada orang ithu dari pada kepada tuhannya. Maka, dia membayar ketakutan kepada si hamba dengan pembayaran tunai, sementara dia membayar ketakutannya kepada tuhannya dengan janji janji yang selalu di tunda.


Dan demikian pula bila dunia ini menjadi besar dalam pandangannya dan menempati porsi yang besar dalam hatinya, niscaya dia akan lebih mengutamakannya dari pada Allah Ta'alla, lalu dia pun akan mencurahkan segala pikirannya kepadanya dan menjadi hamba baginya.




Harapan kepada sang pencipta SWT lebih kuat dari pada takut ( kepadanya ) karena engkau takut kepadanya di sebabkan oleh dosamu, sementara engkau berharap kepadanya karena kemurahannya. Maka, ketakutan ithu milikmu, sedangkan harapan itu miliknya. Tajutlah kepada Allah sehingga seakan akan engkau tidak pernag menaati nya, dan berharaplah kepadanya seakan akan  engkau tidak pernah bermaksiat kepadanya.


Takut kepada Allah




Sungguh mengherankan, orang yang takut pada siksaan seorang penguasa, padahal siksaan ithu pendej masanya; sementara dia tidak takut terhadap siksa Allah yang maha kuasa, padahal siksanya terus berkelanjutan (kekal).




Tidak ada benteng yang lebih kokoh dari pada Wara' ( kehati hatian dalam beragama ).




Sudah sepantasnya bagi seorang hamba untuk takut kepada Allah di waktu sendirian ( ketika tidak di lihat orang banyak ), memelihara dirinya dari segala cela, dan bertambah kebaikannya, ketika usianya bertambah tua.




Takutlah kepada Allah di waktu sendirimu, niscaya dia akan menjauhkan dirimu dari segala hal yang membahayakanmu.




Barang siapa yang takut keoada Allah, niscaya akan takut kepadanya segala sesuatu.


__ADS_1



__ADS_2