
" Tet, tet, tet,"
Terdengar suara alarm yg bebunyi, sedangkan di tempat tidur itu terlihat seorang gadis sedang tertidur, ia pun langsung terkejut dan terbangun dari tidur nya.
" Hahhh, sudah jam enam, aku harus segera mandi, nanti terlambat ke sekolah," kata gadis itu.
" Tok, tok , tok,"
Pintu kamar di ketuk orang dari luar, seraya terdengar suara seorang perempuan yg memanggil,
" Teen, teen, ayo lekas bangun hari telah pagi, apakah kau tidak akan berangkat ke sekolah ," seru orang itu dari luar.
" Iya,mi, sebentar Hasteen akan segera mandi ini,!". jawab gadis yg berada di dalam kamar tersebut.
Segera Hasteen Dona membuka pintu kamar nya dan dilihatnya Mami nya sedang berada di depan pintu.
" Ayo sepat mandi, nanti kau terlambat ke sekolah bukan kah hari ini, adalah hari pertama mu masuk sekolah," ucap perempuan itu.
Meski berusia diatas tiga puluhan mami Hasteen Dona itu masih terlihat cantik dan seksi dengan balutan pakaian lingerie nya ia tampak seperti gadis usia belasan tahun.
" Iya Mi, " jawab Hasteen Dona.
Gadis berusia enam belas tahun itu buru -buru masuk kamar mandi dan meninggalkan ibunya itu.
" Hehh, anak zaman sekarang kalau tidak orang tua nya mengingatkan tentu ia akan malas -malasan saja di kamar nya," gumam sang Mami.
Ia pun meninggalkan kamar putrinya itu dan balik ke dapur. Mami menghampiri pembantunya yg tengah menyiapkan sarapan pagi.
" Bi, masak apa hari ini,?" tanya Mami kepada pembantu nya itu.
" Bibi sedang masak telor dadar dan daging goreng, Nyah,,!" jawab pembantunya.
" Untuk sarapan pagi Nenk Hasteen, siapkan roti keju dan susu, ya Bik,," terdengar perintah Sang Mami.
" Beres , nYah,!" jawab pembantunya itu.
Sedangkan Hasteen Dona setelah selesai mandi ia langsung berpakaian seragam sekolah, terlihat sangat cantik putri Fabio Rossi itu, maklum Hasteen Dona memiliki darah campuran Italy dan Sunda.
Papi nya merupakan expatriat berasal dari negeri pizza sedangkan ibunya merupakan asli gadis sunda.
Blasteran dsri Italy dan sunda itu menghasilkan Hasteen Dona yg sangat cantik.
Di ukuran seusianya, Hasteen Dona merupakan paling tinggi dan paling cantik , sehingga tidak heran ia merupakan murid idola bagi teman -teman pria di sekolah nya.
Dan sejak kepindahan tugas Papi nya ke Jakarta, terpaksalah Hasteen harus ikut pindah dan juga sekolah nya .
Dan hari ini adalah hari pertama nya masuk sekolah di Jakarta tempat baru nya setelah selama ini tinggal di Bandung.
" Bibi masak apa ,?" tanya Hasteen kepada pembantunya.
" Anu non , masak telor dadar, kalau sarapan telah bibi siapkan di atas meja," jawab pembantu nya itu.
Hasteen kemudian beranjak ke depan ruang makan, dilihatnya telah tersaji Roti keju dengan segelas susu, ia pun segera menyantap nya.
" Hehh, sudah jam tujuh kurang seperempat, aku harus segera berangkat,". ucap Hasteen Dona.
" Mang , mang, mang karyo cepat keluarkan mobil, kita harus segera berangkat,". teriak Hasteen Dona.
Mang karyo merupakan sopir pribadi keluarga Fabio Rossi sejak dari Bandung.
__ADS_1
" Beres Non, mobil telah siap," jawab Mang karyo dari Garasi.
" Di habiskan dulu sarapan nya , nenk geulis," kata sang Mami dari belakang.
" Sudah Mi, nanti Hasteen terlambat, mana jalanan Jakarta kalau jam segini sering macet,!". jawab Hasteen Dona.
Ia langsung menyambar tas nya dan berjalan keluar dari rumah nya itu.
Sementara di depan rumah telah terparkir sebuah mobil mewah berwarna hitam bermerk Lamborghini.
" Sudah siap , Non?" tanya Mang Karyo.
" Sudah Mang, mari kita berangkat , " jawab Hasteen Dona.
Kemudian Mang karyo menjalankan mobil itu keluar dari pekarangan rumah itu.
Mobil mewah berwarna hitam itu melaju di jalanan kota Jakarta dengan cepat, meski beberapa kali terhambat karena jalanan macet. Terutama di saat lampu merah.
Akhirnya mobil itu tiba juga di kawasan cempaka putih tempat sekolah dari Hasteen Dona.
Waktu telah menunjukkan pukul delapan kurang seperempat , sebenarnya jarak tempuh dsri rumah Keluarga Fabio Rossi ke sekolah tidak terlalu jauh namun karena beberapa kali tertimpa macet, akhir nya hampir satu jam jarak yg tidak jauh itu di tempuh.
Hasteen Dona turun dari mobilnya dan melihat pagar sekolahan telah tertutup.
" Masih jam delapan kurang , pagar sekolah ini telah di tutup,!" ucap nya dslam hati.
" Pak tolong buka pintu nya,!" seru Hasteen Dona.
Ia melihat salah seorang guru yg tengah piket di dekat pintu gerbang itu.
" Pak Surono, bukakan pintu itu," ucap Guru yg tengah piket tersebut.
Penjaga gerbang sekolah yg cukup ternama di Jakarta itu kemudian berjalan menuju pintu gerbang dan membuka nya kembali.
" Mengapa terlambat,?" tanya pak Surono kepada Hasteen Dona.
" Maaf pak, saya murid baru disini jadi tidak tahu jam tutup pintu gerbang,!" jawab Hasteen Dona.
" Alasan, !" gerutu pak Surono.
Hasteen Dona tidak memperdulikan ucapan penjaga gerbang itu, ia melangkahkan kakinya menuju ke meja piket.
" Sebaiknya berhenti dahulu di sini, ehh siapa namamu,!". tegur Guru penjaga piket.
Hasteen Dona menghentikan langkah kakinya dan duduk di hadapan penjaga piket tersebut.
" Nama saya Hasteen Dona, dan saya adalah murid pindahan dari sekolah yg ada di Bandung ,!" jelas Hasteen Dona.
" Sebelumnya perkenalkan nama bapak adalah P pakpahan, panggil saja pak Pakpahan, dan disini jam tutup pintu gerbang adalah jam Tujuh tiga puluh, jadi mulai besok , kau tidak boleh terlambat lagi," ucap Pak Pakpahan.
Guru yg berasal dari Sumatra itu melihat kearah Hasteen Dona, dengan kacamatanya ia kembali mengarahkan pendangan nya kepada putri Fabio Rossi itu.
" Dari sekolah mana kau berasal,,?" tanya Pak Pakpahan.
Sambil menggenggam sebuah pena ia menulis nama dan alamat Hasteen Dona.
Setelah selesai terdengar ia berkata,
" Kau harus menghadap Kepala sekolah terlebih dahulu, kantor nya tepat di ujung lorong ini," ucap Pak Pakpahan.
__ADS_1
" Terima kasih pak, apakah saya sudah boleh pergi,?" tanya Hasteen Dona.
" Sudah, silahkan , silahkan, " jawab pak Pakpahan.
Hasteen Dona kemudian melangkah pergi dari meja piket tersebut dan ia menuju ke trmpat yg ditunjukkan oleh Pak Pakpahan itu.
Ia melintasi kelas-kelas itu menuju ke kantor Kepala Sekolah.
Terlihat diatas papan kecil itu tertulis Kantor Kepala Sekolah.
Dan dibawah nya tertulis nama, Bapak Karyadi, Spd, Mpd.
Kemudian Hasteen Dona melangkah mendekati nya dan setelah tiba di depan pintu, ia pun mengetuk nya,
" Tok, tok, tok,"
" Silahkan masuk,"
Terdengar jawaban dari dalam, Hasteen Dona kemudian mendorong daun pintu itu dan masuk ke dalam ruangan Kepala Sekolah itu.
" Silahkan duduk, ada yg perlu di bantu,?" tanya Pak Karyadi.
" Begini pak, saya murid baru disini, pindahan dari Bandung jadi ingin bertanya kepada Bapak dimana kelas saya,?". tanya Hasteen Dona.
" Oo, jadi kamu murid pindahan itu,?". tanya Pak Karyadi.
" Benar pak, saya yg bernama Hasteen Dona pindahan dari Bandung,!". jawab Hasteen Dona.
" Karena di Bandung kamu berada di kelas IPA jadi disini pun kami akan meletakkan mu di kelas IPA pula tepatya di Kelas IPA satu, !". jelas Pak Karyadi.
" Mari bapak antarkan ke kelas ,!" ucap Kepala Sekolah itu.
Lalu keduanya beranjak dari Ruang Kepala Sekolah itu menuju kelas tempat Hasteen Dona akan belajar.
Sesampainya di Kelas xI IPA 1 maka kedua nya pun langsung masuk , sementara kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung.
" Maaf sebelumnya, Ibu Suryani kami mengganggu sebeentar," kata Pak Karyadi.
" Silahkan, pak, " jawab Ibu Suryani.
" Selamat pagi para murid sekalian," ucap Pak Karyadi.
" Pagi , Paaaak,". jawab murid di kelas iru serempak.
" Perkenalkan hari ini Bapak membawa murid baru yg akan berada di kelas ini ia berasal dari Bandung, silahkan nak perkenalkan diri mu,!" kata Pak Karyadi.
Hasteen Dona kemudian memperkenalkan diri nya,
" Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama ku Hasteen Dona berasal dari Bandung, tepatnya Sma negeri satu bandung dan mulai hari ini akan belajar disini,". kata Hasteen Dona .
" Jadi teman baru kalian ini berasal dari Bandung dan silahkan beri tempat untuk nya, kamu siapa namamu,,?" tanya Pak Karyadi.
Karena ia melihat murid tersebut sendiri duduk nya.
" Nama saya Revi, Pak,!" jawab murid itu.
" Ya , Revi berikan tempat duduk untuk murid baru kita ini,!". perintah Kepala Sekolah.
Kemudian ia menyilahkan kepadae Hasteen Dona untuk duduk, dan sejak saat itu Hasteen Dona telah resmi menjadi murid di sekolah ternama di Jakarta itu
__ADS_1