
Setelah semua pengurus Osis berkumpul di ruangan Osis maka Teddy Riansyah selaku ketua Osis membuka pembicaraan saat itu.
" Assalamualaikum dan selamat siang untuk kita semua,".
" Wa' alaikum salam dan selamat siaaaang,"
jawab yg hadir serempak.
" Oleh karena lu pada kumpul semua jadi hari ini sidang Osis resmi gua buka, tok, tok, tok,"
Terdengar suara meja di ketok oleh sang ketua Osis.
" Ah elu Ted, pake acara resmi -resmian," celetuk Rony.
" Iyalah , Ron, biar kayak sidang paripurna, gitu,"
jawab Teddy.
" Sebenarnya kita dikumpul disini, ngapain siiih,?". tanya Debbie.
" Oke gini guys, gua ngumpulin lu pada adalah untuk ngebahas tentang ide pengadaan Pensi di sekolah yg kita cintai ini,!". terang Ketua Osis.
" Jadi maksud lo, kita akan mengadakan Pensi saat sebentar lagi akan memasuki hari kemerdekaan gitu,?" tanya Daniel.
" Ya, selaku pengurus Osis yg setidaknya, gua ada kerja lah, jika kita vakum berarti organisasi kita nggak jalan dan sama arti nya pengurus tidak becus," terlihat Teddy terdiam sejenak.
Kemudian ia melanjutkan lagi perkataan nya,
" Jadi gua dan kita semua yg jadi pengurus disini tidak mau di cap sebagai pengurus yg gak bener, oleh sebab itu ide Pensi patut kita jalankan, sampai disini ada yg bertanya atau ingin ngajuin pendapatnya,?"
tanya Teddy.
" Gini Ted, kami gak masalah dengan pengadaan Pensi ini tetapi yg jadi masalahnya adalah para pengisi Pensi itu sendiri dan para tamu undangan nya," ungkap Meysari Rahmi.
" Maksud lu, gimana Mey,?". tanya Teddy lagi.
" Gini loh Tedd, acara itu diisi apa saja, dan berapa tamu undangan nya, ato lebih jelas nya lagi siapa yg mau kita undang,?". tanya Meysari Rahmi.
" Itu lah yg akan kita bicarakan kali ini, dan apakah kita yg disini ini telah lengkap,?" tanya Teddy balik.
" Kayak nya belum Tedd, Si Mike tidak kelihatan batang hidung nya," celetuk Reviana Putri.
" Si Mike membidangi apa,?" tanya Teddy.
" Ia bagian ke olahraga aan," seru Siska Prananti.
" Oke tidak masalah kalo si Mike tidak hadir nanti kita dapat menjelaskan jika ia telah masuk," ucap Teddy Riansyah.
" Seperti pertanyaan di depan tadi , Pensi ini akan kita isi apa saja, dan berapa tamu undangannya,?" tanya Meysari Rahmi lagi.
Karena selaku sekretaris Osis ia bertanggungjawab atas kelengkapan acara iru.
" Kalo menurut gua , acara ini akan kita isi tentang kemampuan para siswa di bidang seni seperti menari dan menyanyi kemudian mungkin bisa di tambah kan dengan acara fashion show , kali, jika ada yg ingin memberikan usul ato ide silahkan, kita terbuka disini dalam menerima kritik dan saran,". ungkap sang ketua Osis.
" Bagaimana kalo acara ini kita isi juga dengan Puisi dan olahraga," seru Daniel
" Lo yang mengisi acara itu, ya ,Dann,". celetuk Rony.
" Mengapa mesti gua, disini kan gua memberikan usul, yg ngisi boleh jadi orang lain,"
balas Daniel.
__ADS_1
" Bukan apa -apa, Dann, masak Pensi diisi acara olahraga kurang seru, jadi nya, Pen- SiO,". ucap Rony lagi.
" Apa itu Pensio,?". tanya Siska Prananti.
" Pentas Seni dan Olahraga," jawab Rony sekena nya saja.
" Bagus , bagus , itu ide yg sangat bagus,!"
Ucap Teddy Riansyah.
" Maksud Loh,.?" tanya Debbie
" Maksud gua, ide dan usul si Rony ini sangat brillian, kita masuk kan acara olahraga di dalam nya,". jawab Teddy Riansyah.
" Lu udah gila ya, Tedd, masak Pensi di kolaborate dengan olahraga, mau segimana luas pentas nya, " sergah Siska Prananti.
" Tenang Sis, dalam hal ini, kita harus mampu mempergunakan pentas yg kecil itu untuk mengisi olahraga di dalam nya,!". jawab Teddy Riansyah.
" Olahraga apa yg Lu akan masukkan di dalam pentas minim seperti Pensi itu,?". tanya Meysari Rahmi.
" Sabar dunkz, nona -nona semua nya, ada kok olahraga yg dapat di lakukan di dalam Pensi itu, " jelas Teddy Riansyah lagi.
Ia di serang teman -teman Osis nya karena telah menerima usul dari Rony itu.
" Olah raga apa,?". tanya Debbie.
Sambil memandangi seluruh teman -teman nya yg ada di ruangan itu, Sang Ketua Osis itu kemudian menjawab,
" Yang pertama adalah Pencak Silat, kedua Sepak bola,!" jawab nya tegas.
" Ahhh, lo udah gila kali, Tedd, masak main bola diatas Pensi," sergah Siska Prananti.
" Yang ada , ambruk tuh pentas," susul Reviana.
yang gua maksud main bolanya dengan Freestyle, juga dengan pencak silat dengan Pencak Silat seni, satu ato dua orang yg melakukan nya tanpa tarung , seperti orang yg lagi menari,!" jelas sang Ketua Osis.
Semua orang yg ada di ruangan itu terdiam, Setelah mendengar kan penuturan dari Ketua Osis itu.
Adalah Hasteen Dona yg sedari tadi diam saja tiba -tiba bertanya kepada Reviana Putri.
" Memang Olahraga Pencak Silat itu ada kategori seni nya, Ya , Rev,?" tanya nya.
Memang pertanyaan itu agak pelan tetapi karena suasana di ruangan itu lagi hening, maka ucapan dari Hasteen Dona itu terdengar ke telinga Teddy Riansyah sang ketua Osis.
Belum pun Reviana Putri menjawab pertanyaan itu, Teddy langsung menjawab nya,
" Ada Non, namanya Seni, dan Pencak Silat seni ini tidak bertarung hanya melakukan beberapa jurus saja baik perorangan maupun memakai grup alias lebih satu orang , dan yg dinilai dari Pencak Silat seni ini adalah ketepatan dan keindahan nya, seperti orang yg lagi menari," ungkap Teddy.
" Bagus kan usul Gua, " celetuk Rony.
" Ya memang bagus, dan nanti akan kita tambah lagi dengan Bola Basket Freestyle,!" lanjut Teddy lagi.
" Sampai disini ada pertanyaan ato usul yg lain,?" tanya sang Ketua Osis itu.
" Gimana kalo, cheerleaders juga kita tampilkan,!" usul Siska Prananti.
" Ide yg bagus itu , Sis," ucap Debbie.
" Serta fashion show dengan menggunakan kebaya dan batik, ". terdengar kata kata dari Meysari Rahmi.
" Wah , Pensi kita kali ini akan sangat berbeda dari waktu sebelumnya," Ujar Daniel.
__ADS_1
" Ya, iyalah, siapa coba Ketua nya,?"
kata Teddy sambil menggerakkan tangan nya ke krah baju nya.
" Dan untuk pembawa acara nya nanti kami serahkan kepada mu, Ya, Rev," pinta Rony.
" Mengapa mesti Gue sihhh,?" tanya Reviana.
" Sebab suaru Lu enak di dengar dan sudah terbiasa membawakan acara,!" jawab Teddy.
" Lo aja , Ya, Teen,!" pinta Reviana Putri.
" Kumaha, kok saya ,!" jawab Hasteen Dona.
Ia sangat kaget mendengar permintaan dari Temanya itu.
Wajah nya merona merah, tanda ia tidak mau menerima usulan Reviana itu.
" Lebih baik saya, ikut fashion show saja, kalau tidak jadi cheers pun jadi, asal jangan jadi Host,!" kata Hasteen Dona lagi.
" Ya sudahlah , Lu yg harus jadi hostnya , Rev, biar teman baru kita ini yg akan berlenggak -lenggok diatas pentas,". kata sang Ketua Osis.
" Jadi masalah tamu nya gimana, Tedd,?" tanya Meysari Rahmi.
" Oh iya, bagaimana kalo seluruh orang tua kita undang semuanya,!". jawab Teddy.
" Setujuuuuuu,!". jawab mereka serempak.
" Apakah dana kita mencukupi untuk melaksanakan Pensi ini, Sis,?" tanya Teddy kepada sang bendahara itu.
" Mungkin kita butuh penggalangan dana karena untuk kebutuhan tamu undangan itu tentu dana kita saat ini tidak akan mencukupi, belum lagi untuk decor, dan pakaian,!" jelas Siska Prananti.
" Gimana kita menanggulangi permasalahan dana ini, apakah kita akan membuka kotak infak di depan sekolah ,?". tanya Daniel.
" Ahh lo gila ya, Dann, masak sekolah se Elite ini harus meminta minta di pinggir jalan yg ada, kita dan keluarga besar sekolah ini akan malu di buatnya,!" jawab Siska Prananti.
" Kita akan cari sponsor saja untuk menanggulangi biaya ini, !" kata Meysari Rahmi.
" Bagus, kita minta sponsor aja, terutama nya kepada orang tua murid yg ada di sekolah ini,!" kata Ketua Osis.
" Tulll, dan untuk kali pertama kita akan mengajukan nya kepada Papi dari sahabat gue ini, Si Hasteen, gimana Teen, apakah Papi lo mau jadi sponsor acara Pensi Kali ini,?" tanya Reviana Putri.
" Saya belum tahu, tetapi nanti akan saya tanyakan kepadanya,!" jawab Hasteen Dona.
" Dan untuk sebaiknya, Lu, Mey, catat seluruh pembiayaan dari acara ini dan jangan sampai terlupa, bahwa setelah itu di cetak dan berikan kepada para calon sponsor, mungkin tidak hanya kepada orang tua Si Hasteen saja, dapat juga kepada orangtua yg lain, yg bersedia menyumbang,". kata Ketua Osis.
" Siap, Pak Ketua,!" seru Sang sekretaris Osis itu.
" Satu pertanyaan lagi, yg kalo menurut gue yg paling krusial,!" kata Reviana Putri.
" Apa itu , Rev,?". tanya Teddy.
" Kapan waktu pelaksanaan nya,?" tanya Reviana.
" Waduh, hampir terlupa, kapan menurut kalian waktu yg pas untuk Pensi kali ini,?" tanya ketua Osis itu.
" Menurut gua , pekan depan tepat hari sabtu,!". ucap Rony.
" Gimana,?" tanya Sang Ketua Osis.
" Setujuuuuuu,!". jawab yg lain dengan serempak.
__ADS_1
Dan telah di putuskan bahwa Pensi akan diadakan pada pekan depan tepat hari sabtu.