Teen, Izinkan Aku Mencintai Mu

Teen, Izinkan Aku Mencintai Mu
Pindah Sekolah bag ke lima


__ADS_3

" Mari kita menemui, si Mey, Teen!" ajak Reviana.


" Kita sudah pesan makanan ,?". tanya Hasteen Dona.


" Ngapain buru -buru, non, bentar lagi, Si Memey juga dateng," ucap Teddy Riansyah.


Benar saja yg di Katakan oleh ketua Osis itu.


Tidak terllalu lama, Sekretaris Osis itu pun masuk ke dalam kantin.


" Bakso nya , dua Buk,!". kata Meysari Rahmi.


" Baik , Non," jawab Buk Mirah.


" Mey, sini loo, " panggil Reviana.


" Ada apa,loo memanggil, Rev,?" tanya Meysari Rahmi.


" Gini loh, Mey, berapa sebenarnya kebutuhan untuk mengadakan Pensi itu,?" tanyae Reviana.


" Waduh, Gue gak tahu Rev, loo tanya sama Siska aja, gue kan tinggal nulis ama nyetak aja,". jawab Meysari Rahmi.


" Masak kagak tau Mey,?". tanya Teddy .


" Bener, Sweer, gue kagak tau , Ted,". jawab Meysari Rahmi lagi.


" Ahh, eloo gimana sih Mey, soal gitu aja gak bisa tau, lu kan bisa notal seluruh keperluan yg harus diadakan, mulai art decor, busana dan konsumsi makanan,". jelas Teddy Riansyah.


" Emang kan itu bukan jurusan gue, elu kali yg jurusan IPS yg mempelajari masalah akuntansi, kalo gue kan kagak,". jawab Meysari Rahmi lagi.


" Tenang, Tedd, nanti jika Siska kemari kita dapat menanyakan hal ini kepadanya," ucap Reviana.


" Salah, gua pilih lu jadi sekretaris Osis, Mey," ungkap Teddy Riansyah.


" Loo, jangan main salah -salahkan gitu donk , Tedd, gue kan cuma nulis, yg ngitung kan Siska, nyesel gue terima jabatan sekretaris Osis ini," balas Meysari Rahmi.


" Sssst, sabar , jangan cepat marah , wajar jika kita belum tahu biayanya, karena ini merupakan kegiatan Osis yg pertama buat kalian , bukan ,?". tanya Hasteen Dona.


" Beneeer,". jawab Meysari dan Teddy bersamaan.


" Nah, kalau begitu nanti jika Si Siska juga tidak dapat menentukan nya, kita adakan Rapat Osis lagi guna membahas masalah ini," jelas Hasteen Dona lagi.


" Gue setuju usul, Loo itu , Teen,". sahut Reviana.


" Sama, gue juga setuju," balas Meysari Rahmi.


" Oke, nanti setelah istrahat kedua kita lakukan lagi rapat Osis guna memutuskan masalah ini," kata Teddy.


Akhirnya di sepakati lagi untuk mengadakan pertemuan Osis lagi guna membahas masalah dana.


Selepas istrahat kedua maka para pengurus Osis kembali mengadakan pertemuan .


" Tok, tok, tok,"


Meja di ketok oleh Ketua Osis itu maka kembali pertemuan Osis resmi di buka.


" Assalamu alaikum, dan Selamat siang," ucap Teddy Riansyah.


Kemudian Ketua Osis itu melanjutkan lagi kata -katanya,


" Saat ini kita ngadain pertemuan Osis adalah guna membahas masalah dana untuk Pensi ini, silahkan siapa saja yg mau memberikan usul dan saran.," kata Ketua Osis.


" Gini, Ted, sesuai dengan rencana semula kayak nya, kita memerlukan dana 30,000K, ". tukas Siska Prananti sang bendahara Osis.


" Lumayan besar , Ya, Sis," ungkap Teddy.


" Itu sesuai dengan pos -pos , pertama, untuk Art Decor, membutuhkan 10,000k, untuk Busana, 10,000k dan untuk konsumsi , 10.000k,". jelas Siska Prananti lagi.

__ADS_1


" Gimana ada saran yg lain,?" tanya Teddy Riansyah.


" Kayak nya, itu masih kurang loh , Tedd," kata Debbie.


" Kurang gimana, Deb,?" tanya Teddy lagi.


" Gini, ketua, memang dana yg akan di anggarkan itu masih kurang, mungkin perlu di tambah 20.000k," kata Mike Evans.


" Gak terlalu banyak itu , Mike?" tanya Reviana Putri.


" Kalau menurut ku, itu sudah sesuai," jawab Hasteen Dona.


" Gimana ada usul lagi,?" tanya Teddy lagi.


" Yah, saran si Mike ini sudah sesuai ,Tedd," sahut Siska Prananti.


" Bagaimana kalau kita putuskan, bahwa untuk pendanaan di sepakati dengan dana ,50.000k, ". ucap Teddy.


" Dan gimana ini, siapa saja yg akan jadi sponsor nya,?" tanya Meysari Rahmi.


" Udah lu cetak aja dulu , lima atau sepuluh kemudian baru nanti kita ajukan masing -masing kepada orang tua kita,!" sahut Siska.


" Ahh, elu, kayak tidak tahu saja Sis, kalau cuma segitu, Si Mike bisa nalangin nya, ya kan Mike,?" tanya Reviana.


" Oh iya, hampir lupa, lu kan ingin dapat bagian juga , ya , Teen,?" kata Reviana lagi.


" Ahh, terserah, kalau kalian akan memberikan kesempatan kepada Papi ku, aku tidak akan menolak," jawab Hasteen Dona.


" Ahh, Jangan , masak murid baru langsung jadi sponsor, biar Bokap gua saja yg jadi sponsor nya," ucap Mike.


Sambil melirik ke arah si Hasteen.


" Yg bener kalo ngomong lu, Mike, jangan nanti setelah gue tulis, elu malah menghindar," seru Meysari Rahmi.


" Ahh, lu kagak paham aja, ama si Mike, kalo lihat yg bening -bening mata langsung ijo," tukas Debbie.


" Udah, udah, lu cetak aja empat , untuk di berikan kepada , orang tua dari Si Mike, si Hasteen, si Siska, dan, yg satu nya lagi, untuk,...!" kata Ketua Osis.


Tampak nya ia kurang senang dengan kepemimpinan dari Teddy Riansyah dalam Osis itu.


" Terus terang , Ya, Mike, nyokap gua memang gak punya duit dan gak bakalan jadi sponsor, disini gua hanya ingin sebagai fasilitstor saja,". balas Teddy agak jengkel.


Memang diantara yg ada di situ, sang Ketua Osis yg paling miskin, ia mampu berada di sekolah it berkat bea sisiwa.


" Sudah, sudah, biar mereka bertiga saja yg jadi sponsor nya, lagian pun kalau hanya segitu, si Mike mampu sendiri," kata Meysari Rahmi.


Akhirnya diambil kesepakatan bahwa yg akan jadi sponsor acara kali ini adalah orang tua dari Hasteen Dona, Michael Evans dan Siska Prananti.


Memang ketiganya merupakan anak orang kaya yg bersekolah di tempat itu.


" Jangan lupa, Mey, lu musti cepat ngenyetaknya, berikan kepada mereka bertiga," kata Teddy Riansyah.


" Siap ketua, " jawab Meysari Rahmi.


Kemudian pertemuan Osis itu pun bubar setelah diambil kesepakan oleh mereka.


Seperti biasa, setelah selesai maka bel sekolah pun berbunyi tanda jam pelajaran telah usai.


Semua Anggota Osis dan ketua nya langsung menuju keluar.


Hasteen Dona dengan di temani oleh Reviana Putri keluar menuju pintu gerbang, dan disana telah terparkir mobil Lambo berwarna Hitam metallic.


" Aku duluan ya, Rev," ucap Hasteen.


" Ya , Teen, jangan lupa, lu harus segera konfirmasi jika Papi lu setuju jadi sponsor," jawab Reviana.


" Siipp,". balase Hasteen Dona.

__ADS_1


Kemudian ia memasuki mobilnya itu, mobil lambo itu berjalan dengan cepat menuju bilangan Pondok Pinang.


" Ehh, mang , nanti singgah sebentar di kantor Papi, dulu," katanya kepada sang sopir.


" Beres, non," jawab mang Karyo.


Ia kemudian membawa mobilnya menuju kantor dari Pabio Rossi, papi dsri Hasteen Dona.


Tidak terlalu lama mobil itu memasuki kantor dari pabrikan mobil Lamborghini yg ada di Jakarta.


Hasteen Dona kemudian turun dan langsung menuju ruang resepsionis.


" Ada perlu apa, dek,?" tanya resepsionis.


" Aku ingin bertemu papi," jawab Hasteen Dona.


" Namanya,?" tanya sang resepsionis itu lagi.


" Fabio Rossi,". jawab Hasteen Dona.


" Ohh, consultant manager, ia berada di lantai empat ," jawab resepsionis itu.


Kemudian Hasteen Dona meninggalkan tempat itu menuju sebuah lift. Ia masuk dan memencet tombol empat. Dan tidak terlalu lama ia telah sampai di lantai empat itu.


" Ehh, pak, ruangan bapak Fabio Rossi yg mana,?" tanya nya kepada salah seorang OB.


" Yang itu, non," tunjuk sang OB.


Langsung Hasteen menuju ke ruangan itu.


Sesampainya di depan pintu itu, kemudian ia mengetuknya,


" Tok, tok ,tok,"


" Silahkan masuk ,". terdengar suara dari dalam.


Kemudian Si Hasteen mendorong daun pintu itu dan masuk ke dalam.


" Hi , Papi, how r you, Pi," ucap nya.


Seraya memeluk sang Papi, ia kemudian bertanya,


" Pi, Teen perlu sama Papi nih,"


" What do you want, my sweety,?" tanya sang Papi.


" I want you be a sponsor,!" jawab Hasteen Dona.


" Sponsor apa,?" tanya sang Papi lagi.


" Sponsor Pensi yg diadakan pada sabtu pekan depan," jelas Hasteen.


" How much,?" tanya si Papi.


" No, too much, Pi, kira -kira, dua puluh ribu k ,!" kata Hasteen Dona lagi.


" Ahh, kalau cuma duapuluh ribu , kenapa harus minta Papi,?" tanya Si Papi.


" Dua puluh ribu besar lho , Pi,". ucap Hasteen Dona.


" Ooo, beres, nanti Papi trransfer," jawab Si Papi.


" Benar, Pi,?" tanya Hasteen Dona.


" Iya , mana pernah Papi , bohong pada anak Papi sendiri," kata sang Papi lagi.


" Terima kasih ya, Pi, Teen sayang sama Papi, mmmuaaachh," kata Hasteen Dona

__ADS_1


Sambil mencium pipi si Papi. Ia merasa senang karena Papinya mau menjadi salah seorang sponsor pada acara Pensi kali ini.


Ia kemudian meninggalkan kantor Papi nya itu dan pulang ke rumah di bilangan Pondok Indah.


__ADS_2