
" Mi,tadi kemana kok di telpon gak bisa sih,?" tanya Hasteen Dona
" Tadi telpon mami lowbat, kunaon neng geulis, ada apa kok nelpon,?" tanya si Mami.
" Tadi kan , Hasteen mau pergi sama si Mike jadi minta izin sama Mami, tetapi Mami dan Papi gak bisa di telpon, Hasteen jadi sebeel," ucap Hasteen Dona lagi.
" Ngapain mesti nelpon , tinggal pesan sama bik inah kan beres, Ya kan Pi," jawab si Mami.
" Yes , thats rights," jawab si Papi.
" Iya deh Mi, sekali lagi ,kalau Mami n Papi tidak bisa dihubungi, Hasteen akan tinggalin pesan sama bik inah," jawab Hasteen Dona.
Ia kemudian masuk ke dalam kamarnya, tetapi masih di dengar nya suara Mami bertanya,
" Udah ndahar Neng geulis,?"
" Sudah Mj, tadi ama si Mike," jawab Hasteen Dona.
Kemudian Hasteen Dona asyik dengan Hape nya.
Esok paginya, Seperti biasa Hasteen Dona jogging, sambil menghirup udara segar, dengan ditemani Mami dan Papinya.
Weekend yg menyenangkan buat gadis itu, ia masih teringat kala berada di bandung. Jika hari -hari libur begini di habiskan di tempat _ tempat yg menyenangkan.
Sementara itu, Teddy Riansyah yg lagi tengah mempersiapkan keberangakatan nya menuju ke World Championships di Malaysia sedang melakukan latihan di padepokan Pencak Silat di Taman mini.
Karena waktu keberangkatan nya sudah sangat mepet sehingga mau tidak mau ia harus lebih giat berlatihnya.
Pada hari Senin nya, kembali PTM dilakasanakan ssperti biasanya di Sekolah Sma.yg ada di bilangan Cempaka Putih itu.
Hasteen Dona pun masuk ke ruangan nya dengan wajah berseri -seri.
" Eh Loe seneng banget keliatan nya hari Teen,!" seru Reviana Putri.
Teman sebangku nya itu melihat ada yg lain pada Hasteen Dona.
" Ehh, Loe seneng karena abis di tembak ama si Mike,?" tanya Reviana lagi.
" Mati kali,... di tembak, " sahut Hasteen Dona dengan senyum-senyum.
" Eh loe ya, Teen , pake rahasia -rahasian segala ama gue , bener kan Loe telah di tembak ama si Mike, betul kan,?" tanya Reviana Putri.
" Kamu thu ya Rev, kepo banget, mau tahu aja urusan orang," ucap Meysari Rahmi yg ada di sebelah nya.
" Ahh, e Loe , Mey, gue kan emang pengen tau aja , apakah Hasteen telah jadian ama si Mike , biar tuh orang tidak keganjenan ama si Mike," seru Reviana Putri.
Sambil mencibirkan mulutnya ke arah Siska Prananti. Karena Reviana Putri tahu Siska menaruh hati pada Si Mike.
" Ehh, Rev, apakah Siska memang suka sama si Mike,?" tanya Hasteen Dona.
Reviana Putri mengangguk kan kepalanya, ia juga membisikkan sesuatu ke telinga si Hasteen.
" Temen kita yg satu ini naksir ama Ketua Osis," bisik nya.
__ADS_1
Sambil menunjuk ke arah Meysari Rahmi. Yg dlirik sedang melihat ke arah mereka berdua.
" Loe ya Rev, jangan nyebar hoax, oh iya Teen jangan dengerin ucapan dari Lambe bosok ini," kata Meysari Rahmi.
Ia merasa telah di jadikan bahan ceritaan dari teman nya itu.
" Tapi bener kan , Mey,?" tanya Reviana Putri.
" Apa nya yg bener, mulut mu yg soak itu maksudmu," seru Meysari Rahmi.
" Hubungan mu dengan sang Ketua Osis, apakah memang udah pernah di tembak atau cinta bertepuk sebelah tangan, kayak gini,.." ejek Reviana putri.
Sambil memperagakan tangannya dengan bertepuk sebelah tangan.
" Loe ya Rev, emang bener -bener, iieeeeehh," seru Meysari Rahmi.
Sekretaris Osis itu sangat geram dengan tingkah Temanya itu. Padahal ia berteman cukup akrab dengan Reviana putri bahkan sejak duduk di bangku SMP.
Tetapi sebenarnya , apa yg diucapkan teman nya itu memang benar, ia menaruh hati pada Teddy Riansyah, Ketua Osis itu sejak masih duduk di bangku SMP.
Karena Teddy Riansyah menurut Meysari seorang laki -laki yg perfect alias sempurna di matanya hanya masalah harta saja yg kurang. Jadi cewek mana sih yg tidak suka padanya, kata Meysari Rahmi lagi.
" Hehh, malah ngelamun, tentu sedang mikirin si Eddyy, Yaa," sindir Reviana putri.
Setelah melihat teman nya itu terdiam Setelah kemarahan nya tadi.
" Hussh jangan ngomongin cowok saja, apakah kalian telah selesai mengerjakan PR nya,?" tanya Hasteen Dona.
Sedangkan kedua teman nya itu menatap nya agak heran, sambil berkata,
Hasteen Dona heran atas ucapan teman sebangku nya itu, memanganya ada yg salah katanya dalam hati.
" Bukan kah kita memiliki PR hari ini , apa yg salah dengan ucapan ku tadi ,?" tanya Hasteen Dona lagi.
" Ahh, e Loee ya Teen, emangnya sudah jam berapa, bentar lagi juga istrahat," seru Meysari Rahmi.
" Ehh, iya ya , sebentar lagi istrahat ," sahut Hasteen Dona.
" Tu loe tau, hari ini guru kita gak masuk, ada urusan kalee, sehingga jam ini kita bisa,...be..baas," ungkap Reviana Putri.
Dan benar saja , kemudian terdengar bel istrahat tanda pelajaran telah selesai.
Ketiga orang itu kemudian keluar dan langsung menuju kantin, sementara Hasteen Dona pergi ke toilet, Reviana Putri dan Meysari Rahmi segera mesan makanan.
" Loe pesan apa Teen,?" tanya Reviana Putri.
" Mie ayam, Rev," jawab Hasteen Dona.
Ia sudah ada agak jauh dari kantin itu.
Reviana segera memesan makanan dan minuman tidak lupa memesankan makanan dan minuman juga untuk Hasteen Dona.
Tidak terlalu kantin itu telah ramai apqlagi setelah keluar nya anak -anak IPS, terasa seperti di pasar tanah abang saja.
__ADS_1
" Hehh, Tedd, anggota Loe itu mesti di urus , kayak sedang berada di pasar atau lagi sedang unjuk rasa saja, kasihan itu ibuk kantin," seru Reviana Putri.
Karena ia memang melihat bahwa Sang Ketua Osis itu ada di tengah -tengah para murid anak IPS itu.
" Hi, Rev, hi Mey, ..Loe berdua cepat amat kalau ngomongin makanan , Gercep, udah pada makan lagi, ehh mana murid baru itu,?" tanya Teddy Riansyah.
" Ahh, e Loee ya Ted , kami yg ada disini tidak ditanyain, yg gak ada malah di cari , gimana sih Loe,"seru Reviana Putri.
" Kan tadi Gua udah nyapa kalian berdua, lagian juga e Loe berdua kan udah lama Gua kenal jadi gimana gitu," jawab Teddy Riansyah.
" Gimana apanya Tedd, artinya Loe udah eneg sama kami berdua,?" tanya Reviana Putri lagi.
" Ahh Loe sensi amat sih Rev, tirulah seperti si Mey ini , orang nya kalem ,gak kayak Loe yg nyerocos terus ," ucap Teddy Riansyah.
" Kayak Loe gak tau aja dengan Si Mey ini, ia akan kayak gini jika ada orang yg jadi gebetan nya, jadi nya,.. Ya kalem, ..... kayak lembu, ha ha ha," seru Reviana Putri.
Ia sengaja menyindir Meysari Rahmi, yg tidak akan banyak bicara jika ada Teddy Riansyah di situ. Bahkan cenderung jadi pendiam.
Tidak terlalu lama kemudian datanglah Hasteen Dona , ia langsung duduk di dekat kedua teman nya itu.
" Ini cewek yg Loe cari tadi ," ujar Reviana Putri.
" Ehh, apakah Ketua Osis mencsri ku ya , Rev,?" tanya Hasteen Dona.
" Tanya aja ndiri pada orang nya," jawab Reviana Putri.
" Oh iya, Tedd, apa kamu nyari saya ,?" tanya nya kepada Teddy Riansyah.
" Iya,...Teen, " jawab Teddy Riansyah.
" Ada apa mencari saya,?" tanya Hasteen Dona heran.
Teddy Riansyah sang ketua Osis pun agak kebingungan menjawab nya karena tadi ia iseng saja mengatakan hal itu, namun untuk menutupi kebingungan nya segera ia menjawab,
" Gini , ..Teen, gua mau ngucapin terima kasih atas bantuan Loe dan Papi Loe yg mau jadi sponsor dalam acara Pensi kemarin," kata Teddy Riansyah beralasan.
" It's ok, no problem, Papi saya pun sangat senang telah dapat membantu keberhasilan Pensi kali ini, bahkan ia berjanji akan tetap menjadi sponsor jika ada acara di sekolah ini," jelas Hasteen Dona.
" Wahh, bagus sekali, bukankah sebentar lagi kita kan HUT RI, jadi Papi Loe bisa dijadiiin sponsor lagi," ungkap Teddy Riansyah.
" Tentu saja ia mau ,...kapan pelaksanaan nya agar tidak terlalu terburu -buru ngumpulin nya,?" tanya Hasteen Dona.
" Yg jelas pas 17 agustus donk , bukan Agustin, tetapi maaf ya , kali ini gua tidak dapat bersama kalian,.." ucap Teddy Riansyah.
" Emangnya Loe mau kemana, masak pas Hut Ri gak ada disini,?" tanya Reviana Putri.
" Gua akan berangkat sebelum tanggal 14 ke malaysia ," jawab Teddy Riansyah.
" Ngapain Loe ke malaysia, mau jadi Tki,?" tanya Reviana Putri.
" Ahh Loe kagak tahu aja loh Rev, Teddy kan , atlet pencak silat yg akan mengikuti ajang tournament pencak silat tingkat dunia di Malaysia ," sahut Meysari Rahmi.
" Bener Tedd,?" tanya Reviana Putri.
__ADS_1
" Bener, yg diucapin oleh si Mey memang bener, gua akan bernagkat mungkin pada tanggal sepuluh ini, doa in ya , supaya gua menang dan membawa medali," ucap Teddy.
" Amiiin," sahut ketiganya serempak.