Teen, Izinkan Aku Mencintai Mu

Teen, Izinkan Aku Mencintai Mu
PENSI bag 1


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Hasteen, langsung di tunggu oleh maminya.


" Siang , Mi," ucap nya.


" Siang nenk Geulis, Kumaha teh, jam segini baru pulang anak mami,?" tanya Si Mami.


" So sorry, Mi, tadi Teen singgah ke kantor Papi, " jawab Hasteen Dona.


Ia masuk ke dalam kamarnya dan mulai membuka seragam sekolah nya mulai dari sepatu sampai ia mengganti baju nya dengan menggunakan tank top dan celana pendek.


" Ada apa, dengan putri si Mami harus singgah ke kantor Papi,?" tanya Mami lagi.


" Ahhh, nggak, Mi, Teen perlu bantuan Papi untuk menjadi sponsor pada acara Pensi sekolah pada sabtu pekan depan,". jawab Hasteen Dona.


" Apa jawab , Papi mu,?" tanya Mami .


" Ia bersedia untuk jadi sponsor ,Mi,". kata Hasteen Dona.


" Sana , gih makan dulu , Nenk, jangan sampai telat makan nanti kena maag dan lambung," terdengar perintah si Mami.


" Males , Mi, rasanya perut Teen masih kenyang," jawab Hasteen.


Sambil tiduran ia membuka ponselnya sambil menyalakan lagu KPop favorite nya, yaitu BTS.


Hasteen asyik dengan ponsel nya.


Sementara itu , Teddy Riansyah yg sekembali pulang dari sekolah , ia tengah bersiap akan berangkat lagi.


" Mi, ummi, Tedd, pamit , Mi," seru Teddy.


" Hehh, mo kemane , baru juga kembali kok maen pergi lagi,?" tanya Ummi.


" Iya nih , Mi, Teddy mo latihan," jawab Teddy.


" Tapi kan ini masih hari Jum'at, biasanye lu, latihan , sabtu dan Minggu ,?" tanya Ummi lagi.


" Iya , Mi, karena pertandingan sudah sangat mepet jadi kami harus latihan tiga hari dalam sepekan," jawab Teddy.


" Oh iya, kalo gitu pergi sono, ntar terlambat," kata Ummi.


" Teddy pamit, mi, assalamualaikum," ucap Teddy sambil mencium tangan ibunya itu.


" Wa alaikumussalam," jawab Ummi


Dengan scutter maticnya, Teddy Riansyah keluar dari rumahnya menuju bilangan Taman Mini di padepokan pencak silat. Tempat pemusatan latihan pencak silat tingkat nasional.


Saat ini sebagai ketua umum IPSi alias ikatan Pencak Silat Indonesia di tangani oleh Bapak Prabowo Subianto, merupaakan Menhan yg amat senang dengan olahraga beladiri terutama asli Indonesia.


" Hi , Tedd,". sapa Sandy Akbar.


" Hi, San," jawab Teddy.


" Lu ikutan World Championships , bukan ,?" tanya Sandy Akbar lagi.


" Iya, gua lolos kwalifikasi waktu kemaren,". jawab Teddy lagi.


" Lu , dalam kategori berapa, Tedd,?" tanya Sandy Akbar lagi.


" 55 sampai 60 kilo,"


" Wah lumayan berat lawan loe , Tedd," seru Sandy Akbar lagi.


" Memang , di kelas ini , kebanyakan berasal dari Vietnam, " kata Teddy.


" Loe, mesti berlatih yg lebih keras lagi, karena apa yg tidak mungkin jika kita mau bekerja dengan keras,". sebut Sandy Akbar.


" Bener ucapan Loe itu , San, meskipun lawan cukup berat asal kita dapat berlatih dengan keras tentu akan mendapatkan hasil yg maksimal," sahut Teddy.


" Siapa sparring patner Loe , kali ini,?" tanya Sandy lagi.


" Gua kagak tahu , San, " sahut Tesdy.


Sambil meletakkan tas ranselnya yg berisikan pakaian. Kemudian Teddy Riansyah mmebuka tas nya seraya mengambil pakaian nya, ia segera mengganti pakaian nya dengan pakaian olahraga pencak silat itu.


Dengan warna hitam -hitam , Teddy nampak gagah dengan balutan pakaian itu.


" Gini aja , Tedd, kita latihan bersama , gua jadi sparring patner Loe," ucap Sandy Akbar.


" Terserah loe, " jawab Teddy.


Sambil mengambil sebotol air mineral dari dalam tas nya ia pun kemudian meminum nya beberapa teguk.


" Oke , kita dapat untuk memulai nya," kata Sandy Akbar lagi.


" Oke, Siiip,". balas Teddy

__ADS_1


Kedua atlet nasional dari cabang pencak silat itu kemudian saling berhadapan satu sama lain.


Teddy dan Sandy melakukan kuda kuda khas silat. Nusantara.


Kemudian kedua nya melakukan pertarungan dengan menggunakan jurus -jurus guna menjatuhkan lawan masing -masing.


Pada dasar nya gerakan pencak silat ini ada dua bagian yiaitu pukulan dan tendangan.


Kemudian yg paling menentukan adalah serangan , tepisan dan elakan.


Dalam hal ini , baik , Teddy maupun Sandy Akbar telah sampai pada taraf yg lumayan tinggi, keduanya hanya di bedakan oleh kelas nya saja.


Jadi latihan kali ini kedua nya tampak seimbang meskipun harus diakui oleh Teddy ternyata tenaga dari Sandy masih diatasnya, beberapa kali ia harus berusaha menghindari pukulan dari Sandy itu guna untuk menjaga keseimbangan nya.


Setelah hampir Lima belas menit kedua nya kemudian beristrahat.


" Loe ,udah lumayan bagus, Tedd, gua yakin Loe pasti menang kali ini," ujar Sandy Akbar.


" Amiiin,". sahut Teddy.


Kemudian kedua nya sambil beristrahat mereka pun mengobrol.


" Gua ingin nanya dikit , boleh,?" tanya Teddy.


" Ahh, loe, Ya, Tedd, kayak orang lain aja, loe mau nanya apa, pasti gua tampanin,". balas Sandy.


" Gini, kan gua di sekolah sebagai Ketua Osis, dan kali ini akan ngadain Pensi, kemaren gua saranin untuk memberi nampilin Pencak Silat, dalam kategori Seni,". kata Teddy.


" Trus, Loe mau nanya apa,?" tanya Sandy.


" Gini, di padepokan ini yg biasa menjadi atlet pencak silat dalem kategori seni siapa,?" tanya Teddy.


" Ahh masalah itu, Loe mau laki ato perempuan ,?" tanya Sandy.


" Laki boleh , perempuan juga boleh,". balas Teddy.


" Kalau yg perempuan , ada Si Zur dan Si Penti, dan yg laki nya ada ferry dan Satya,". jawab Sandy Akbar.


" Ooo, si Zur anak rawabelong itu,?" tanya Teddy.


" Yupz, pas bener, Zur Khairiyah memang anak rawabelong,!" sahut Sandy.


" Kayanye ia masih sekolah di Sma juga," kata Teddy.


" Oke, loe punya no.wa nya,?" tanya Teddy.


" Waduh , kagak, Tedd, loe tanya aje Bapak Syamsuri , ia kan kepala disini,!" balas Sandy.


" Thanks , ya , San, gua akan nemuin pak Syamsuri dulu,". ucap Teddy.


" Sama -sama, nanti jika loe tidak nemuin pak Syamsuri , tanye aja buk kantin,". seru Sandy Akbar.


" Oke , siip,". jawab Teddy.


Kemudian ia berjalan ke arah ruangan kepala padepokan itu.


Teddy berharap, ia dapat no Wa dari teman nya yg berlatih di Padepokan itu.


Sementara itu, Hasteen Dona yg tengah duduk di teras rumahnya, telah kedatangan tamu.


Tampak mobil alfard warna putih metalic terparkir di depan rumahnya itu.


Dan tidak berapa lama turunlah seorang anak muda yg tiada lain adalah teman sekolah nya yaitu Michael Evans.


" Sore, Teen, apa kabar,?" sapa Si Mike.


" Sore, eh , Mike, ada perlu apa,?". tanya Hasteen Dona.


" Ahh, nggak, gue cuma mampir, tadi sehabis dari kantor Papa, kebetulan lewat sini dan langsung singgah kemari," jawab si Mike.


" Tau darimana alamatku, oh silahkan duduk, Mike, ". kata Hasteen Dona.


" Oh, ya , thankz, gue nanya Si Reviana, tadi,". jawab Mike lagi.


Tidak terlalu lama terdengarlah suara Mami dari dalam rumah,


" Ada tamu, ya , Nenk geulis, siapa?" tanya nya.


" Iya, Mi, ini ada teman sekolah , Teen, mi," seru Hasteen Dona.


" Suruh masuk , Nenk,". peritntah Mami lagi.


" Ayo , Mike kita masuk ke dalam,". ajak Hasteen kepada si Mike.


Kemudian Hasteen bangkit dari duduk nya dan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Di ikuti oleh si Mike.


Di dalam , Mami telah menyambut nya,


" Sore , tante, " sapa si Mike.


" Sore, saha, kasep Pisan euy," kata si Mami.


Sambil menjulurkan tangan nya, si Mike menyalami mami si Hasteen Dona.


" Ini ,lho mi, teman , Teen , namanya Mike," jelas Hasteen Dona.


" O, Mike , iya, iya, nama nya pas dengan orang nya, silahkan, silahkan duduk, mau minum apa , nak Mike ?" tanya Si Mami.


" Apa aja boleh, tante,!!' sahut si Mike.


" Panas, dingin atau panas dingin,?". tanya Si Mami sambil bercanda.


" Dingin juga boleh tante," jawab Mike.


" Bik, bik, bik inah, buat kan minuman dingin dua untuk nenk geulis dan teman nya ini," seru Si Mami.


" Baik, nyaaah, ". jawab Bik Inah dari dapur.


Sementara si Mami telah masuk ke kamar meninggalkan Hasteen Dona dan Si Mike.


" Memang nya ada perlu apa , harus mampir kemari,?" tanya Hasteen Dona.


" Aahhh, nggak , gue cuma mau tanya masalah sponsor acara Pensi itu, apakah loe udah nanya ama bokap loe,?" tanya si Mike.


" Udah, " jawab Hasteen.


" Trus apakah ia mau ,?" tanya Si Mike lagi.


" Ia menyanggupi nya, Mike," jawab Hasteen lagi.


" Baguslah, Papa gue pun mau jadi sponsor, berarti masalah pendanaan Pensi kali ini aman," sebut Si Mike.


" Ya mudah mudahan, acara nya dapat berjalan lancar," jawab Hasteen.


Tidak terlalu lama, Bik Inah masuk membawakan minuman dingin kepada kedua orang itu.


Setelah bik inah kembali ke dapur, Si Mike , kemudian bertanya,


" Teen, esok malam ada acara,?"


Hasteen Dona sambil menyeruput minuman nya memandangi wajah dari Mike Evans itu.


Setelah meletakkan kembali minuman nya ia menjawab pertanyaan itu.


" Nggak, gak ada acara , paling hanya nonton Drakor,". jawab nya.


" Kita jalan yuk,". ajak si Mike.


" Memang nya mau kemana,?" tanya Hasteen Dona lagi.


" Nonton, atau apalah yg penting kita Hangout," jawab Si Mike lagi.


" Ahh, males, Mike, Teen belum pernah kayak gitu an," jawab Hasteen Dona.


" Kayak gituan , gimana , Teen,?" tanya Si Mike.


" Ya kayak gitu, keluar rumah , hangout, atau apalah itu , dugem, kepala Teen, sering pening kalau melihat lampu ,". jawab Hasteen Dona.


" Ya maksud gue, kita bisa pergi nonton aja, kalau kamu tidak mau ke Diskotek," jelas Si Mike.


" Lain kali aja , Mike, Teen masih ingin di rumah aja," jawab Hasteen Dona.


" Sayang , Teen, esok malam ,kan malam minggu, ngapain di rumah aja,mending keluar," kata si Mike.


Namun kepala Hasteen tetap menggeleng, dan akhirnya si Mike tidak mau memaksa kan lagi keinginan nya untuk mengajak keluar si Hasteen pada suatu malam minggu itu.


Cukup lama , si Mike berada di rumah Hasteen, bahkan sesudah hari berganti malam barulah ia kembali pulang.


Selang tidak terlalu lama, Papi si Hasteen telah kembali.


" Night, Pi, " ucap Hasteen Dona.


Sambil menyalami sang Papi serta cipiki cipika,


" Night , sweety , wheres yours Moms,?" tanya Si Papi.


" Ada, Pi, tadi di dalam kamar," jawab Hasteen Dona.


Si Papi langsung masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2