
Setelah selesai acara itu terdengar kembali suara MC ,
" Kepada seluruh tamu undangan kami harapkan dapat duduk kembali karena acara akan kita lanjutkan, dan untuk kali mari kita sambut dengan meriah , Cheerleaders 77, " suara MC menggema di dalam ruangan itu.
Layar kembali terbuka, dan sekumpulan siswa putri dengan berpakaian khas Para cheers , berwarna merah di padu dengan putih keluar dari belakang panggung mereka langsung mengambil posisi, dan setelah musik berbunyi para cheerleaders itu bergerak dengan irama musik.
Atraksi -atraksi yg mendebarkan pun tersaji diatas panggung mulai dengan mereka membuat piramid sampai melompat jatuh dan di tangkap kembali para teman -teman nya membuat suasana riuh di dalam aula tersebut, tepuk tangan tidak henti -henti nya terdengar.
Pada acara Pensi kali ini , terlihat pengurus Osis membuatnya dengan sangat baik,.
Beberapa acara pun masih berlanjut sampai menjelang petang.
Tepat pukul tiga sore, acara Pensi itu pun selesai .
Tamu undangan pun bubar setelah semua acara selesai.
Dan di belakang panggung sendiri, para pengurus Osis mendapatkan apresiasi dari para guru termasuk Kepala Sekolah , Bapak Karyadi.
Sebelum ia pulang , Bapak Kepala Sekolah masih menyempatkan untuk berbincang dengan para pengurus Osis tersebut.
" Bapak rasa, kali pertama dalam sejarah Sekolah ini ,Pensi di buat se mewah dan sebaik ini, di banding Pensi sebelum nya, ini adalah yg terbaik," kata Bapak Karyadi.
" Terima kasih, Paaaaak,". jawab pengurus Osis serempak.
" Bapak tidak dapat memberi sesuatu kepada kalian hanya ini yg bapak bisa lakukan," ucapnya lagi.
Sambil mengacungkan dua jempol nya, kemudian Kepala Sekolah itu meningglakan ruangan itu untuk pulang.
Tinggallah para pengurus Osis yg masih di situ.
Diantara nya ada Teddy, Reviana, Meysari, Mike, dan yg lainnya.
Namun tidak terlihat sang murid baru, Hasteen Dona.
" Mey, apakah loe ngeliat si Teen,?" tanya Reviana Putri.
" Kagak Rev, gue kagak ngeliat ," jawab Meysari Rahmi.
" Loe, liat kagak , Ted,?" tanya Reviana kepada Teddy sang ketua Osis.
" Kagak, gua kagak ngeliat ," jawab Teddy.
" Ehh, kemana anak itu, Ya," seru Reviana Putri.
" Mungkin ke toilet kali, " sahut Ronny.
" Boleh jadi, loe lihat kesana aja Rev," ucap Teddy.
" Baiklah," jawab Reviana Putri.
Ia meningglkan tempat itu dan berjalan menuju toilet.
Benar saja , di sana ia bertemu dengan Hasteen yg tengah bersalin , mengganti pakaian nya dari pakaian kebaya batik menjadi pakaian biasa kembali.
" Ahh, e loe, gue cari kemana mana tidak tahu nya malah ngumpet di sini," ucap Reviana Putri.
" Ada apa mencari ku,?" tanya Hasteen Dona.
" Gue mau ngucapin selamat buat loe, ternyata loe itu seorang model pro ya, Teen," kata Reviana Putri lagi.
" Maksudmu, bagaimana sih Rev,?" tanya Hasteen Dona lagi.
" Iya loh, Teen, begitu Loe berlenggak -lenggok diatas Panggung, mata -mata langsung tertuju pada loe, meskipun banyak murid yg lain yg melakukan catwalk itu tetapi cuma loe aja yg jadi pusat perhatian," jelas Reviana Putri lagi.
" Kamu kan berada di belakang panggung , darimana tahu para penonton itu melihat ke arah saya ,?" tanya Hasteen Dona lagi.
__ADS_1
" Meskipun gue berada di belakang, tetapi tetap dapat melihat para tamu undangan itu,". sahut Reviana lagi.
" Ahhh, sudahlah mari kita gabung dengan anak -anak yg lain," ajak Hasteen Dona.
Kedua nya segera meningglakan toilet itu dan bergabung dengan para pengurus Osis yg lain yg ada di belakang panggung.
Terdengar suara dari bendahara Osis, Siska Prananti,
" Dana kita kali ini berlebih, mungkin ada sepertiga lagi sisa nya , harus kita apakan,?" tanya nya.
" Besok aja kita bicarakan, sebaiknya hari ini kita segera berkemas untuk pulang," sahut Daniel.
" Ah , e loe asal ngenyablak aja Dan, besok kan hari , minggu siapa juga yg mau Sekolah,?" kata Ronny.
" Oh iya , gua lupa, bukankah ini hari sabtu," seru Daniel lagi.
" Wah , gua ada janji malam ini, gua duluan ya guys," ujar Tommy.
" E loe maen pergi aja, Tom, gimana peralatan kita ini, siapa yg akan beresinya,?" tanya Ronny.
" Loe sama Daniel kan bisa, lagian di tinggal juga gak pa pa," sahut Tommy.
" Gua duluan ya Guys, mari Tedd," kata Tommy lagi.
Ia pun segera meninggalkan ruangan itu. Dan satu persatu para pengurus Osis itu pun bubar meninggalkan tempat itu.
Hasteen seperti biasa berjalan dengan Reviana keluar Sekolah itu , tepat di depan gerbang sekolah ia di cegat oleh Mike.
" Rev, temen loe, gua pinjam sebentar ada yg mau gua omongin," kata Mike.
" Loe maen pinjam, udah kayak barang aja," seru Reviana Putri.
Ia pun segera meningglakan kedua orang itu.
Setelah di tinggal pergi oleh Reviana, Mike segera mengajak Hasteen agak ke tepi sekolahan.
" Loe malam ini ada acara tidak,?" tanya Mike.
" Tidak ,!" jawab Hasteen Dona.
" Kita jalan Yuk," ucap Mike.
" Kemana,?" tanya Hasteen.
" Terserah loe, mau kemana asal gak di rumah aja," jawab Mike lagi.
" Ah, kamu payah Mike, kamu yg ngajak , mengapa saya yg menentukan nya " sahut Hasteen.
" Ato , gini aja , kita pergi ngeliat balapan aja " kata Mike lagi.
" Balap liar maksud kamu,?" tanya Hasteen.
Mike diam dan malah tersenyum-senyum mendengar ucapan dari Hasteen tadi.
" Ah , saya males dengar suara yg bising -bising, apalagi banyak asap disana ,". kata Hasteen.
" Jadi kemana kamu mau,?" tanya Mike.
" Kita makan aja , setelah nya baru temani belanja," ucap Hasteen.
" OK, siip, jam berapa loe ,. gua jemput,?" tanya Mike .
" Pas jam delapan," jawab Hasteen .
" Baiklah , jangan lupa, jam delapan gua jemput loe, awas kalo ngeles ," seru Mike.
__ADS_1
Hasteen Dona tidak menjawab ia malah tersenyum, senyum yg teramat manis yg membuat hati Mike Evans klepek -klepek.
Hasteen pun segera meninggalkan tempat itu setelah melihat mang Karyo datang menjemput. Ia langsung masuk mobil dan menghempaskan pantat nya di atas jok mobil itu.
" Ada apa, non, kelihatan nya non lagi kesal,?" tanya mang Karyo.
" Ahh, enggak mang , cuma lelah saja," jawab Hasteen.
Mobil pun langsung melaju membelah jalanan Jakarta yg terlihat sangat ramai, karena memang saat nya jam pulang kantor.
Agak lama, mobil Hasteen itu baru sampai.hampir menjelang maghrib .
Hasteen pun dengan cepat masuk ke dalam rumah, dia tidak menemukan maminya.
"Bik , bik inah,!" panggil nya.
" Iya non," jawab pembantu itu.
" Mami kemana , Bik,?" tanya Hasteen Dona kepada pembantunya itu.
" Bibik tidak tahu , nonn, tadi sewaktu masih siang nyonya keluar," jawab bik Inah pembantunya itu.
" Oh iya, sudah, terima kasih bik," kata Hasteen.
" Ada yg mau di tanyakan lagi , non,?" tanya Bik Inah.
" Nggak bik, " sahut Hasteen.
" Bibik ke dapur ya , Non," kata Bik Inah.
" Iya bik," balas Hasteen.
Kemudian gadis itu segera berganti pakaian dan ia pun langsung mandi karena ia teringat ada janji dengan si Mike.
Dengan cepat Hasteen Dona bersiap, setelah selesai maghrib ia pun telah selesai.
Sambil duduk di ruang tamu menunggu kehadiran Mami dan Papinya, memutar musik kesukaan nya.
Sambil menggoyangkan kepala nya mengikuti suara musik terdengar suara klakson mobil.
Hasteen Dona segera bangkit dari duduk nya dan segera membuka pintu.
Ia agak kaget setelah di lihatnya yg datang adalah Mike Evans.
" Ahh, kukira, Mami atau Papi yg pulang tidak tahu nya , Kamu Mike," seru Hasteen.
" Mengapa kaget, melihat gua datang lebih cepat,?" tanya Mike.
Hasteen Dona menggeleng, ia hanya merasa bahwa si Mike ini memang orang Gercep alias cepat dalam bertindak.
" Mari masuk," ajak Hasteen kepada Mike.
Keduanya kemudian masuk ke dalam rumah. Dan setelah duduk,
" Mau minum apa , Mike,?" tanya Hasteen.
" Terserah loe, Teen, apa pun boleh," jawab Mike.
" Bik, bik inah," panggil Hasteen.
" Iya , Non," Jawab Bik Inah.
Perempuan itu segera menghampiri Hasteen
" Buatkan jus jeruk dua," kata Hasteen kepada Bik Inah.
__ADS_1
" Beres Non,"
Bik Inah pun meninggalkan Hasteen Dona berdua dengan Mike.