Teen, Izinkan Aku Mencintai Mu

Teen, Izinkan Aku Mencintai Mu
PENSI bag 4


__ADS_3

Agak lama juga keduanya menunggu kembali kedua orang tua dari Hasteen Dona, tetapi sampai habis jus jeruk bikinan Bik Inah, kedua orang itu belum pun kembali.


Sementara jam telah menunjukkan pukul delapan tepat.


" Gimana Teen, apakah kita dapat berangkat sekarang,?" tanya Mike


" Sebentar lagi, Mike, papi dan Mami belum kembali, nanti mereka akan kebingungan melihat Hasteen tidak ada di rumah," jelas Hasteen Dona.


" Itu gampang Teen, lu tinggal pesan aja pada Bik Inah kemana kita akan pergi, " jelas Mike.


Hasteen Dona kemudian memanggil pembantunya itu .


Bik Inah pun datang menemui kedua nya, ia menanyakan perlu apa hingga memanggil nya.


" Begini bik, kami akan keluar sebentar bersama mike, nanti jika papi atau mami bertanya katakan kepada mereka kami akan makan diluar," jelas Hasteen Dona.


" Apa gak sebaiknya non telpon nyonya,?" kata Bik Inah.


" Iya teen , lu telpon aja nyokap loe," seru Mike.


Kemudian Hasteen Dona mengeluarkan HP iphone nya dan memanggil mami nya.


Tidak ada jawaban, seperti nya telpon mami nya itu tidak sedang di aktifkan.


" Coba bokap loe, Teen,!" kata Mike lagi.


Kembali tidak ada jawaban, membuat gadis itu agak kesal.


" Sedang kemana sih mereka, ditelpon tidak diangkat," gerutu Hasteen.


" Loe Chat, kali kali mereka lihat," ucap Mike lagi.


Namun juga tidak ada balasan.


" Ya sudah bik, jika nanti mereka tanya katakan Teen lagi keluar dengan Mike," ucap Hasteen Dona.


" Beres Non, " jawab Bik Inah.


" Ayo Mike, nanti keburu malam," ajak Hasteen Dona.


Kedua muda mudi itu pun bergerak. Mereka langsung naik mobil Si Mike, mobil sport merk kuda jingkrak warna merah metalic.


Mobil pun meluncur keluar area rumah Hasteen Dona.


Tampaknya mobil itu mengarah ke bilangan Kemang.


Mike sengaja mengajak makan Hasteen di resto cukup ternama di bilangan Kemang.


Di sebuah resto yg termasuk khusus buat xpatriat itu d dengan menyajikan menu khas luar.


Baik Hasteen Dona dan Mike Evans yg memang keturunan indo, menu seperti itu yg mereka sukai.


Sajian pasta dari Italy tersaji dalam menu kali ini.


Sambil mengobrol keduanya menyantap makanan itu.


" Kamu terbiasa datang kemari Mike ,?" tanya Hasteen.


" Gak juga , hanya karena dengan Loe, gua teringat untuk datang kemari," jawab Mike.


" Setelah dari sini kita langsung ke mall ya Mike," kata Hasteen lagi.


" Siip , beres , kemana pun permintaan tuan putri saya siap mengantarkan nya," sahut Mike dengan gaya berkelakar.


Setelah dari tempat itu keduanya kemudian menuju ke sebuah Mall.


Tidak di sangka mereka bertemu dengan Reviana Putri dan Meysari Rahmi disana.


" Loe belanja Teen,?" tanya Reviana Putri.

__ADS_1


" Iya nih, Saya butuh beberapa barang yg hampir habis di rumah ,!" jawab Hasteen Dona.


" Loe sama siapa Teen,?" tanya Reviana lagi.


" Sama si Mikei, kalau kamu, dengan siapa Rev,?" tanya Hasteen.


" Gue ama si Mey, ia lagi nyobain baju di kamar pas," jawab Reviana Putri.


" Ehh si Mike nya mana Teen,?" tanya Reviana Putri.


" Ada kok, tadi ia lagi nyobain kacamata sama jam," jawab Hasteen.


Tidak terlalu lama keduanya keluar dari situ dan pergi ke meja kasir dengan di temani oleh Mike dan Meysari, keempatnya kemudian melakukan pembayaran.


" Udah Gua aja yg bayarin,!" ucap Mike Evans.


Pemuda mengeluarkan kartu sakti nya dari dalam kantong nya dan memberikan kepada kasir itu.


Selesai melakukan pembayaran keempat nya keluar dari Mall itu.


" Thanks ya Mike," ucap Reviana Putri.


" Gue juga sama Mike, terima kasih atas pembayaran nya," kata Meysari Rahmi.


" Ah e loe, kayak siapa saja, udah jangan di pikirin, hari ini gua lagi senang , jadi kalian bebas untuk minta apa aja," seru Si Mike.


" Ahh , loe Ya Mike, giliran di luar bilang bebas milih apa aja, tadi di dalam gak mau bilang ," seru Reviana Putri.


" Wah gua kan gak tahu Loe berdua tadi ada di dalam, Loe nya aja yg belanja nya sedikit, kalo banyak tetap gua traktir," jawab Mike.


" Loe emang pinter ngeles nya," sahut Meysari Rahmi.


" Bukan nya ngeles tetapi emang kenyataan nya begitu,!" balas Mike.


" Kalian berdua selanjutnya mau kemana Rev,?" tanya Hasteen Dona.


" Mungkin pulang Teen, entah kalau si Mike mau nraktir kami makan, kami juga bersedia untuk ikut,!" balas Reviana Putri.


" Jadi kalau begitu kami duluan ya, Rev dan Mey," kata Hasteen Dona.


Karena mobil si Mike telah terparkir di depan nya.


Hasteen kemudian masuk kedalam Mobil itu.


" Bye , rev, mey," ucap Hasteen melambaikan tangan nya pada kedua teman nya itu.


" Bye ," jawab keduanya.


Kemudian Hasteen Dona dan Mike Evans meningglakan tempat itu.


Di dalam mobil nya Michael bertanya kepada Hasteen Dona.


" Gimana Teen, kemana kita selanjutnya,?" tanya Mike.


" Pulang aja Mike, karena sampai saat ini belum ada balasan dari Papi dan mami , apakah mereka telah pulang," jawab Hasteen Dona.


" Sebenarnya gua mo ngajak loe nonton," kata Mike lagi.


" Udah terlalu malam mike, lagi pula, kita tadi belum pamit," jawab Hasteen Dona.


Akhirnya mau tidak mau Mike membawa mobil nya mengarah pulang.


Memang jalanan masih sangat ramai apalagi saat weekend sepertj malam itu.


Di pikiran dari Si Mike , sayang sekali buru -buru pulang.


Tetapi demikian lah permintaan dari Hasteen Dona.


Tepat pukul sebelas mereka tiba di kawasan rumah Hasteen Dona.

__ADS_1


Namun sebelum tiba di rumah Hasteen Dona, si Mike mengehentikan mobil nya.


" Ada apa Mike mengapa berhenti disini, mogok,...?" tanya Hasteen Dona.


" Ahh, enggak, sebenarnya ada yg ingin gua katakan kepadamu Teen," jawab Mike.


" Apa yg ingin kau katakan , cepatlah, seperti nya Mami dan Papi telah pulang , nih ," ucap Hasteen Dona.


" Ehh , gini Teen, sebenarnya gua ingin katakan , bahwa, gua,...."


" Ngeiiit, ngeeiit, ngeiiit,"


Hape si Mike berbunyi, ia tidak jadi melanjutkan kata -katanya dan mengangkat Hape nya itu.


Terdengar suara nya , ya , gua akan kesana segera, ucap nya.


" Siapa Mike, ?" tanya Hasteen Dona.


" Temeeen, " jawab Mike.


" Ya udah Teen kalo gitu kita langsung balik aja, kapan -kapan kita sambung lagi," ucap Mike.


Ia pun langsung menyalakan mobil nya dan terus masuk ke halaman rumah Hasteen Dona.


Nampak sekali ia terburu -buru, setelah Hasteen keluar ia langsung membawa mobilnya.


" Bye Teen, " ucap nya dari dalam mobil nya.


" Bye Mike," jawab Hasteen.


Gadis itu langsung masuk ke dalam rumahnya. Dan di dalam di lihatnya Mami dan Papinya sedang duduk berdua sambil menonton TV.


" Hi , Moms, Hi ..Pi," ucap nya kepada kedua orang itu.


" Hi neng geulis , kumaha, apakah si Mike tidak ikut mampir," jawab Si Mami.


" Enggak Moms, ia sepertinya sedang terburu -buru, dan gak sempat singgah," sahut Hasteen Dona.


Gadis itu buru -buru masuk ke dalam kamarnya dan membawa barang belanjaan nya.


Ia segera menjajal beberapa pakaian dan parfum serta alat make up.


Baru setelah nya ia keluar lagi dari dalam kamar nya. Ia duduk di samping papi nya.


Gadis itu segera memeluknya.


" Thanks ya Pi, berkat papi , Pensi di sekolah Hasteen jadi sukses pelaksanaan nya ," ucapnya.


" Jadi cuma sekedar ucapan terima kasih saja , Teen,!" seru Papinya.


" Mmmuaaachhh,"


Hasteen Dona mencium Papi nya.


" Thats goods,"


Ucap Papinya, karena memang ia sangat senang akan kebahagiaan Putri nya itu.


" Neng geulis, ayah naon, apakah Mike telah mengutarakan perasaan nya kepada anak Mami yg cantik ini,?" tanya Maminya.


" Ihh, kumaha si Mami, bertanya yg bukan -bukan," jawab Hasteen Dona.


" Bukankah si Mike itu , suka sama anak Mami,?" tanya si Mami lagi.


" Entahlah Mi, Hasteen malas membahas nya," ucap Hasteen Dona.


" Lalu bagaimana dengan anak mami sendiri, apakah suka sama si Mike itu, Mami lihat anaknya baik," kata si Mami lagi.


Hasteen Dona diam saja, ia malah memasang earphones dan langsung mendengarkan musik kegemaran nya.

__ADS_1


" Ih kumaha teh, ditanya malah ngeles dengar musik," ucap Si Mami dongkol.


__ADS_2