Teen, Izinkan Aku Mencintai Mu

Teen, Izinkan Aku Mencintai Mu
Pindah Sekolah bagian ke dua


__ADS_3

" Kenalkan namaku Hasteen Dona, " ucap Hasteen


Sambil menjulurkan tangan nya , sementara teman sebangku langsung menyambutnya,


" Namaku ,.Reviana Putri, " jawab Reviana Putri.


Hasteen Dona mengeluarkan buku nya dari dalam tas .


Sedangkan Pak Karyadi berkata,


" Sebaiknya saya kembali ke kantor karena tugas untuk mengantarkan Hasteen Dona untuk mendapatkan kelas nya telah selesai, selamat pagi,!" ucap Pak Karyadi.


Kepala sekolah Sma Negeri itu meninggalkan ruangan XI IPA 1 itu , ia kembali menuju ke ruangan nya.


" Ini ibu Suryani, ia adalah guru biologi,!" ujar Reviana putri.


" Jqdi saya harus mengeluarkan buku biology,?" tanya Hasteen Dona.


" Kalo lu ngeluarin buku akuntansi juga boleh,". jawab Reviana Putri.


Sambil tersenyum-senyum teman sebangku Hasteen Dona membuka buku nya.


" Ehh, lu ngapain pindah kemari, bukankah di Bandung lebih enak,?". tanya Reviana Putri.


" Papi ku pindah kerja di sini, jadi kami sekeluarga pun harus pindah juga,!" jawab Hasteen Dona.


" Perhatian semua nya, buka buku pelajaran kalian semua , dan kalau tidak memiliki nya berbagi dengan dengan teman, saat ini kita akan mempelajari organ tubuh manusia, ehh, kamu Reviii, jangan ngobrol lagi, nanti setelah jam pelajaran ibu selesai di sambung ceritanya,!" terdengar kata kata dari Ibu Surayani.


" Baik , Buuu,". jawab Reviana.


" Buk, kalau gak punya buku , ya beli donk bu, masak nebeng,!". seru Bagas.


" Huuuuu,". teriak murid di kelas XI IPA 1 serempak.


Pelajaran Bu Suryani berakhir setelah bel berbunyi.


Tepat jam sembilan lebih tiga puluh menit adalah jam istrahat. Semua murid kelas itu keluar .


" Teen, gue panggil elo, teen aja ya,!" kata Reviana Putri.


" Terserah kamu mau panggil apa, yg penting memang namaku,!". jawab Hasteen Dona.


" Gimana kalo kita ke kantin aja, kita makan mie ayam aja yupz," ajak Reviana lagi.


" Bagaimana ya, Rev, sebenarnya saya masih kenyang, " jawab Hasteen Dona.


" Tenang aja, gue yg traktir, lo jangan kuatir,". ucap Reviana Putri.


" Baiklah, " ujar Hasteen Dona.


Kedua orang itu pun berjalan menuju ke kantin sekolahan.


Sampai di tempat itu , kantin itu telah ramai.


" Ramai sekali kantin nya, Rev,!" seru Hasteen Dona.


" Beginilah setiap hari nya di sini, Teen,!" jawab Reviana Putri.


" Lo, pesan apa ,?" tanya Reviana Putri


Sementara Hasteen Dona, diam saja sambil memandangi orang -orang yg sedang ada di kantin.


Terlihat ada kerumunan yg agak ramai.


" Mereka itu siapa, Rev,?" tanya Hasteen Dona.


" Itu , gank anak IPS, teen, yg tengah itu adalah ketua Osis,!" jelas Reviana Putri.


" Ketua Osis, dengan tempang seperti itu,?" tanya Hasteen Dona.


" Slengek an, maksud mu,!". seru Reviana Putri.


Terlihat Hasteen Dona memandangi Reviana Putri dengan pandangan aneh.


" Buk, kami pesan mie ayam nya dua,!" kata Reviana Putri.


" Tunggu sebentar non," jawab Ibu kantin.


" Teen, gitu -gitu, ketua Osis itu merupakan atlet pencak silat,!". kata Reviana lagi.

__ADS_1


" Atlet pencak silat,?" tanya Hasteen Dona kaget.


" Emang nya kenapa, ?" tanya Reviana Putri.


" Ehh, engg gak, aneh saja," jawab Hasteen Dona.


" Aneh dimana?" tanya Reviana Putri.


" Atlet kampungan," jawab Hasteen Dona.


" Kampungan darimana , Teen,?" tanya Reviana Putri.


" Padahal ia merupakan atlet nasional tingkat Asian Games, dan ia akan mengikuti kejuaraan dunia,!" jelas Reviana Putri.


" Kamu sangat faham betul tentang nya,Rev,!" ujar Hasteen Dona.


" Memang ia Seorang murid yg cukup terkenal disini selain Michael Evans,!" jelas Reviana Putri.


" Siapa Michael Evans itu, Rev,?" tanya Hasteen Dona.


" Ia anak XI IPA 3, dan merupakan atlet basket sekolah , ia seperti mu, Teen merupakan anak blasteran,wajah nya cukup tampan dan jadi idola disini," kata Reviana Putri.


" Ini non, pesanan nya,!" kata Ibu kantin.


Sambil meletakkan dua mangkok mie ayam di hadapan kedua orang itu.


Hasteen Dona dan Reviana Putri kemudian menyantap nya dengan lahap.


Setelah selesai keduanya kemudian minum jus jeruk.


" Rev, toilet sebelah mana,?" tanya Has teen Dona.


" Lo , jalan terus nanti belok sebelah kanan, " jelas Reviana Putri.


" Tinggal dulu, ya , Rev,!" ucap Hasteen Dona.


Ia pun bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah yg telah di tunjukkan oleh teman nya itu.


Agak lama ia ke toilet, sedangkan Reviana Putri kedatangan dua orang teman nya, yaitu Siska Prananti dan Meysari Rahmi.


" Mengapa sendiri, Rev,?" tanya Meysari Rahmi.


" Mana teman lu yg dari Bandung itu,!" susul Siska Prananti.


" Lu udah makan , Rev,?" tanya Siska Prananti.


" Udah , tadi bersama si Hasteen, kami makan mie ayam,!". jawab Reviana Putri.


" Hi , Mey, makan apa,?". tanya sang ketua Osis.


" Eh, lu, Ted, apakabar,!". sapa Meysari Rahmi.


" Baik, Mey, gue ada perlu dengan mu ,!" ucap Teddy.


" Perlu apa, Ted,?" tanya Meysari Rahmi.


" Gini, Mey, bagaimana jika kita mengadakan Pensi sebelum hari kemerdekaan inj,!". ucap Teddy Riansyah.


" Mengadakan Pensi, bukan kah waktu kita terlalu mepet, kita ada tournament basket dan volly yg akan diadakan disini,!" jawab Meysari Rahmi.


" Maksud gue , kita adakan Pensi untuk membuat para siswa tidak terlalu jenuh," kata Teddy Riansyah.


Ketua Osis yg merupakan anak IPS itu.memang terlihat slengek an tetapi nampak gaul.


" Oh ya, Sis, apakah dana Osis masih ada,?" tanya nya kepada Siska Prananti.


Selaku bendahara Osis memang Siska Prananti bertanggungjawab atas dana Osis, dan ia pun merupakan murid yg cukup kaya sehingga diangkat menjadi bendahara.


" Kelihatan nya, masih ada Ted, namun jumlah nya gua kagak ingat,!". jawab Siska Prananti.


" Mungkin nanti setelah istrahat kedua kita adakan rapat Osis di tempat biasa,!" kata Teddy Riansyah.


" Ehh, Ted, apakah gue bisa ngajak teman kesana,?". tanya Reviana Putri.


" Emang nya Lu takut datang sendiri, Rev,?"


tanya Teddy Riansyah.


" Bukan nya takut, tetapi teman gue itu masih orang baru ia berasal dari Bandung,". jelas Reviana Putri.

__ADS_1


" Teman lu yg duduk disini, tadi,?". tanya Teddy Riansyah.


" Iya, " jawab Reviana Putri.


" Mana dia , ?" tanya Teddy Riansyah.


" Lagi ke toilet, sebentar lagi juga kembali,!". ujar Reviana Putri.


Dan tidak terlalu lama datanglah Hasteen Dona datang ke tempat itu.


" Ehh, iya Teen, perkenalkan ini adalah orang,-orang Osis,!". kata Reviana Putri.


" Kenalkan nama gue , Teddy, tepat nya Teddy Riansyah,!" kata Teddy Riansyah.


" Dan yg ini adalah Siska Prananti merupakan Bendahara Osis,!" jelas Reviana Putri.


" Nama gua , Meysari Rahmi, kita kan sekelas,!". kata Meysari Rahmi.


" Si Mey ini merupakan Sekretaris Osis," jelas Reviana Putri.


" Nama saya adalah Hasteen Dona, pindahan dari Bandung tepatnya SMA Negeri satu Bandung," jawab Hasteen Dona.


" Jadi gimana, Ted, boleh kan , teman gue ini ikut,?" tanya Reviana Putri.


" Terserah elo, Rev, buat gue kagak ada masalah,!". jawab Teddy Riansyah.


" Mau kan, lo ikut , Teen ,?". tanya Reviana Putri kepada Hasteen Dona.


" Ikut kemana ,?". tanya Hasteen Dona.


" Ikut pertemuan Osis setelah istrahat kedua ,!" jawab Reviana Putri.


" Boleh juga, hitung -hitung, untuk mengenal sekolah ini,!" ucap Hasteen Dona.


" Jadi kalo begitu, Gua tunggu di ruang OSiS, " kata Teddy Riansyah.


" Beres , ketua, " jawab ketiga orang itu serempak.


Kemudian Teddy Riansyah meninggalkan tempat itu kembali ke gank nya.


Ketiga perempuan itu kemudian melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu menuju kelas nya. Tidak terlalu lama terdengar lah suara bel tanda masuk.


Ketiga nya kemudian masuk ruang kelas bersama -sama.


" Ehh, lo tinggal dimana , Teen,?" tanya Meysari Rahmi.


" Kami tinggal di pondok indah ,!". jawab Hasteen Dona.


" Woow, perumahan elite itu,!" ucap Siska Prananti.


" Ahh biasa saja," jawab Hasteen Dona.


" Papi lo kerja dimana, Teen,?" tanya Reviana Putri.


" Papi kerja sebagai consultant di pabrikan mobil Lamborghini,!" jawab Hasteen Dona.


" Pantassss," kata Siska Prananti.


" Pantas apanya,?" tanya Reviana Putri.


" Pantas tempilan temen lo itu, branded, dari tas sampai bando,!" jelas Siska Prananti.


" Ahh biasa saja,". kata Hasteen Dona.


" Enak lo ya, Teen, bokap lo ternyata seorang yg bonapite,!" ucap Reviana Putri.


" Papi lo, darimana,?" tanya Meysari Rahmi.


" Papi berasal dari Italy dan Mami berasal dari Bandung," ucap Hasteen Dona.


Tidak terlalu lama masuk lah seorang Guru , yg bernama M Siahaan, seorang guru matematika.


Dua jam pelajaran itu membuat para siswa terlihat stress karena , Bapak M Siahaan cukup membuat murid tidak dapat bergerak atau pun bercanda , mereka harus fokus pada pelajaran.


Dan setelah pelajaran itu terdengar bel istrahat kedua .


" Hehhh, memang suatu penyiksaan buat Gue,!". ucap Bagas Hermanto.


" Ehh dasar isi otak lo aja yg kosong ," kata Rendy Syahputra.

__ADS_1


" Ah, macam lo aja yg pintar padahal isi kepala nya nol,!" balas Bagas Hermanto.


Sementara itu Reviana Putri, Meysari Rahmi, Siska Prananti dan Hasteen Dona keluar menuju ke ruang Osis.


__ADS_2