
saat kaila sampai rumah
"kak aku kesel banget sama orang itu " kata kaila
"sabar ya dik " ucap keenan
"tau hah" kata kaila
kaila pun langsung pergi ke kamarnya
saat sampai di kamar tiba tiba ada yg menelpon kaila dia adalah alvarez
*kak varezแฅซแญก*
๐ฉ๐ข๐ญ๐ฐ ๐ฌ๐ข๐ฌ
๐จ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฏ๐ช๐ฉ
๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ช ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ญ ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ญ ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ด๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ญ
๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ญ ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ, ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ญ, ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ฆ๐ด ๐ฌ๐ณ๐ช๐ฎ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ซ๐ข๐ซ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ข๐ด ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ. ๐ฎ๐ข๐ถ ๐จ๐ข๐ฌ?
๐ฉ๐ข ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐ถ๐ด ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ฆ๐ฎ ๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต ๐ข๐ธ๐ข๐ด ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข, ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ข๐ฎ 05.45 ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ซ๐ข๐ฎ 7 ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ญ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ฑ๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ
๐ช๐บ๐ข ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ
๐ฐ๐ฌ๐ฆ ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ช๐ญ๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ ๐บ๐ข ๐ฃ๐ข๐บ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฆ ๐บ๐ฐ๐ถ ๐ฏ๐ฆ๐น๐ต ๐ต๐ช๐ฎ๐ฆ ๐ฌ๐ข๐ฌ
๐ช๐ข ๐ฃ๐ข๐บ ๐ฃ๐ข๐บ
masing masing dari mereka pun mematikan telpon masing masing
pov kaila :
aku seneng banget kak varez bakal ajak aku jalan jalan sepuas nya sekarang aku mau mandi dulu hah
skip
"uhhh seger banget deh aku siap siap dulu kali ya biar ada waktu kosong "ucap kaila
setelah aku siap siap aku mengambil laptop dan ya kalian pasti tau aku ngapain nonton drakor dong wkwkwkwk
tanpa aku sadari pukul sudah menunjuk kan pukul 7 tiba tiba momy mengetik pintu ku
"sayang Alvarez udah dateng nih cus turun " kata kyesia
"iya mom sekarang " kata kaila
aku sama momy pun turun bareng bareng
saat kami sudah turun
"cieeee kalian mau kemana nih" tanya dady dong
"m-mmmmau jalan jalan om " kata kak Alvarez yg walaupun awalnya ragu sih
"ohhh yaudah sana sana " kata dady
"dady ngusir kami nih " kata aku
"gak kan biar cepet queen " kata dady
"yaudah daaaa dad mom " kata aku
pov of :
kaila dan Alvarez pun pergi setelah berpamitan
"kita mall dulu atau ke pasar malam " tanya Alvarez
"ke mall dulu deh kak " kata kaila
"oke" kata Alvarez
diperjlanan menuju mall mereka melihat tukang bakso di pinggir jalan
"bang bakso dua ya " kata Alvarez
"ia den, minum nya apa " tanya tukang bakso
"teh hangat boleh bang" kata Alvarez
"ooo baik den" kata tukang bakso
skip
"ini baksonya den selamat makan"kata tukang bakso itu
" iya, Terima kasih bang"kata Alvarez
__ADS_1
Alvarez dan kaila makan dalam senyap
tapi sekali kali mereka juga mengobrol
selesai mereka makan mereka langsung de mall
"kak ke toko peralatan buku dulu ya " kata kaila
"yaudah yuk" kata Alvarez
mereka pun sampai
lalu mereka berdua masuk ke dalam
kaila pun membeli berbagai peralatan buku/sekolah yg banyak dan dibelakangnya ada Alvarez
"kak ini udah cukup " kata kaila
"udah itu aja dibanyakin lagi aja sayang " kata Alvarez
"udah ini cukup kak" kata kaila
"yaudah yuk ke kasir " kata Alvarez
mereka pun ke kasir
"ini mbak berapa? " kata Alvarez
"769.000 ribu mas " kata kasir itu
"ok, makasi ya " kata Alvarez lalu pergi bersama kaila
"sekarang kita beli es krim ya" kata Alvarez
"iya" kata kaila antusias
mereka pun sampai
"kak mau yg vanila " kata kaila
"ok tunggu disini ya " kata Alvarez
skip
sambil kaila menunggu dia pun memainkan handphone nya tanpa disadari ada tamu tak diundang ya itu qila
"ya makan es krim lah , pakek nanya lagi" kata kaila
"heh gue ingetin ke lo ya jauhin dia " kata qila menuntut
"trusss karena kamu bilang gini aku harus nurut gitu, maaf qil aku gak akan nurut sorry ya" kata kaila
"berani loh, awas lo nanti" kata qila
"aku gak takut ya " kata kaila
tiba tiba Alvarez datang qila melihatnya qila pun pura pura terjatuh dan menangis
"lo apa apaan sih kau hiks hiks kenapa gue ditampar hiks hiks " kata qila sambil menangis
"aku gak ngapa ngapain kok " kata kaila
"kaila qila kenapa " tanya Alvarez
"rez kaila nampar aku " kata qila
"gak kak, jangan percaya qila boong" kata kaila
"beneran kaila, kok kamu gitu sih " tegas Alvarez
"kak aku gak ngapa ngapain dia kok " kata kaila
"bohong lo udah nampar gue kaila " teriak qila tanpa memperdulikan orang banyak
"kaila, kalau kamu gak suka sama qila gak perlu nampar " bentak Alvarez
"kamu bentak aku kak " kata kaila
"lagian lo kenapa sih, qila ada salah apa sama lo " bentak nya lagi
"kak, aku gak salah apa apa kenapa main bentak bentak sih, kalau gak percaya sono liat CCTV " bentak kaila sambil menangis
kaila pun keluar dengan perasaan yg kesal
"kacau, semuanya kacau gara gara si qila " kata kaila sambil berjalan menghentak hentakan kaki
di tempat yg lain
"nak kenapa kamu bentak dia, dia gak salah yg salah itu dia " kata wanita tua sambil menunjuk qila
__ADS_1
"saya lihat dengan mata saya sendiri, jangan menghakimi orang sebelum ada buktinya " kata wanita itu lagi
"ck dasar " kata salah satu wanita sambil menatap qila sinis yg ditatap hanya menunjukan wajah kesal
"beneran lo qil, gue peringatkan sekali lagi ke lo jangan deket sama gue lagi,anggap aja kita gak pernah berhubungan " marah Alvarez
"al kamu gak serius kan " kata qila
"gue serius qila " kata Alvarez berlalu pergi
skip
saat Alvarez sampai di mobil
"gue harus minta maaf sama kaila" kata Alvarez
ia pun menelpon kaila namun tak diangkat
"apa gue ke rumahnya ya " kata Alvarez
tanpa pikir panjang Alvarez pun pergi ke rumah kaila
sedangkan di tempat lain dirumah kaila kaila sedang menangis dikamarnya tanpa ada yang tahu
"kak varez kenapa tega sih bentak aku hiks hiks " kata kaila sambil menangis
"jahat " kata kaila
tiba tiba terdengar teriakan dari sang ibu
"kaila sayang ada Alvarez diluar " teriak kyesia
"suruh pergi aja ma " teriak kaila
"kamu ada masalah sama Alvarez sayang " teriak kyesia
"gak " teriak kaila juga
di lantai satu
saat kyesia sedang memasak tiba tiba terdengar ketikan pintu
kyesia pun bergegas mambukanya
kyesia melihat Alvarez
"mom aku mau ketemu kaila " kata Alvarez
"boleh, masuk sayang " kata kyesia
"kamu sama kaila ada masalah " tanya kyesia
"ada mom tapi belum bisa diceritakan" kata Alvarez
"yaudah, sana langsung aja kekamar kaila selesaikan baik baik ya momy mau masak sesuatu dulu " kata kyesia diangguki oleh Alvarez
tanpa pikir panjang Alvarez langsung menuju ke lantai dua
saat sampai dilantai dua Alvarez pun ke kamar kaila
tok tok tok Alvarez mengetok
"biarin kaila sendiri mom " teriak kaila
tanpa pikir panjang Alvarez langsung membuka kenop pintu itu
"sayang maafin aku ya udah ngebentak " kata Alvarez lalu memeluk kaila yg dipeluk hanya diam
"maaf hiks hiks hiks " kata Alvarez langsung menangis
"heh kok nangis, katanya ketua geng " kata kaila
"tapi kamu hiks hiks ma hiks hiks rah acu acut amu hiks hiks mintak putus hiks hiks " kata Alvarez sperti anak kecil
"lagian kamu ngebentak orang tua aku sama kakak kakak aku gak pernah ngebentak sampai segitunya kak " kata kaila
"maaf " kata Alvarez
"ia aku maafin tapi jangan gitu lagi " kata kaila
"ia janji " kata Alvarez
"yaudah kan udah dapet maaf sana pulang tadi mama telpon aku pas dijalan suruh kamu pulang cepet cepet " kata kaila
"serius " kata Alvarez
"ia kak " kata kaila
"yaudah aku pulang dada besok aku jemput ya " kata Alvare lalu keluar tinggallah kaila sendiri
__ADS_1